Home / Sumsel / Muaraenim / Mensos Bantu 50 Rumah Tak Layak Huni

Mensos Bantu 50 Rumah Tak Layak Huni

# Pada HUT Muaraenim
DSC_1343Muaraenim, BP
Puncak HUT ke 69 Kabupaten Muaraenim, Jumat (20/11), berlangsung lebih meriah dari tahun-tahun sebelumnya. Soalnya Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indarfarawansa hadir di tengah masyarakat Muaraenim, untuk merayakan HUT kabupaten yang terletak di pusat jantung Provinsi Sumsel itu.
                  Selain Mensos, hadir juga Wakil Gubernur Sumsel H Ishak Mekki. Puncak HUT Kabupaten Muaraenim itu diawali dengan rapat paripurna istimewa DPRD Muaraenim dipimpin Ketua DPRD Aries HB, SE. Acara dihadiri Bupati Muaraenim Ir H Muzakir Sai Sohar, Wakil Gubernur Sumsel H Ishak Mekki, mantan Wakil Bupati Muaraenim Drs HA Sofjan Effendie dan H Nangali Solihin, SH.
                 Hadir juga Bupati Lahat Aswari, Sekda Muaraenim Ir H Hasanudin, MSI, para Kepala Dinas, Kepala Badan dan Kepala Kantor di lingkungan Pemkab Muaraenim. Usai rapat paripurna dilanjutkan dengan puncak peringatakan bulan bhakti kesetiakawananan sosial dan bulan bhakti karang taruna tingkat Provinsi Sumsel dihadiri Mensos dipusatkan di Muaraenim.
                  Pada acara itu, Mensos telah memberikan sejumlah bantuan kepada masyarakat kurang mampu. Bantuan yang diberikan di antaranya perbaikan rumah tidak layak huni untuk 50 rumah  dengan total anggaran Rp500 juta. Kemudian bantuan mobil dapur umum lapangan.
                 Selain itu Wakil Gubernur Sumsel telah memberikan bantuan insentif Tagana sebesar Rp 300 ribu/bulan untuk 95 orang dan bantuan kube fakir miskin untuk 40 kelompok se Sumsel dengan anggaran Rp 20 juta/kelompok serta bantuan anak terlantar untuk enam panti asuhan  berjumlah 72 anak sebesar Rp 1,2 juta. Pada acara itu Mensos juga telah meninjau pameran inovasi daerah yang diselenggarakan Pemkab Muaraenim dengan 79 inovasi dari seluruh SKPD di Muaraenim. Kemudian melakukan launching desa siaga bencana.
                 Mensos, dihadapan para pejabat Muaraenim dan masyarakat, pada acara itu juga sempat bertanya kepada masyarakat penerima Program Keluarga Harapan (PKH)  mengenai bantuan yang diberikan. “Apakah bantuan PKH yang diberikan ada dipotong apa tidak?,” tanya Mensos kepada masyarakat.
                  Lantas masyarakat menjawab tidak ada yang dipotong. Selain itu Mensos juga bertanya soal pemberikan Beras Sejahtra alias Raskin. “Apakah beras sejahtera yang diberikan ada yang dikurangi apa tidak?,” tanya Mensos. Dijawab masyarakat tidak ada.
                Menurut Mensos, masyarakat yang menerima PKH kebanyakan memang kaum wanita. Karena PKH diberikan kepada mereka yang status sosialnya  terendah dimulai sejak hamil. Bantuan PKH tersebutn diberikan 4 kali dalam satu tahun. “Bantuan PKH yang diberikan tidak ada kaitannya dengan kenaikan BBM,” jelasnya.
              Bantuan PKH yang diberikan bagi mereka yang mempunyai anak sekolah SD, SMP dan SMA. Bantuan itu diberikan 4 kali dalam satu tahun. Mensos juga bergembira karena bantuan PKH maupun beras sejahtera yangb diberikan tidak ada yang dipotong.
              Sementara itu, Bupati Muaraenim Ir H Muzakir Sai Sohar mengatakan, angka kemiskinan di Kabupaten Muaraenim masih sebesar 14,26 persen. Indeks keparahan kemiskinan 0,76 persen dengan garis kemiskinan mencapai Rp275.302 per kapita per bulan.
              Menurut Bupati, tingkat partisifasi angkatan kerja mencapai 69,54 persen. Adapun rumah tangga yang teraliri listrik  mencapai 75,43 persen. Rumah tangga bersanitasi  71,3 persen,  rumah tangga pengguna air bersih  73,7 persen. Kemudian total rumah tangga tidak layak huni  sebanyak 10.433 unit  dan yang sudah dilakukan rehabilitasi sebanyak 3,713 unit. Sehingga masih terdapat  6.716 unit rumah yang perlu dilakukan rehabilitasi.#nur
bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Herman Deru: Cepat Lambat Pengerjaan Tol Tergantung Masyarakat

Palembang, BP–Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan, adanya ruas jalan tol ini merupakan hadiah untuk provinsi Sumatra Selatan. Sebab Presiden RI ...