Home / Headline / Penanam Ganja di Muratara Terendus

Penanam Ganja di Muratara Terendus

Muratara, BP

Ditemukan Ladang Ganja lagiAparat Polres Musirawas terus melakukan penyelidikan kasus ditemukannya ladang ganja di kaki Bukit Barisan, Desa Sukaraja dan Desa Lubuk Kumbung, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara.

Dari hasil penyelidikan, aparat sudah berhasil mengantungi nama-nama tersangka penanaman dan pemilik ladang ganja tersebut. Kendati sudah mengantungi nama-nama tersangka, aparat asih terus memperdalam penyelidikan dengan mengumpulkan bukti-bukti.

Kapolres Musirawas AKBP Herwansyah Saidi mengakui, saat ini pihak Polres masih melakukan pendalaman kasus ladang ganja untuk selanjutnya menentukan tersangka. Dikatakannya, untuk menjadikan seseorang tersangka harus didukung minimal dua alat bukti. Artinya, tidak sembarangan menjadikan seseorang tersangka. Apalagi untuk ladang ganja ini sepertinya orang-orangnya sudah terlatih dan mengerti betul mengenai tanaman ganja.

“Kepolisian sudah mengantungi nama-nama pelaku. Tapi untuk melakukan penangkapan biar cukup alat bukti dahulu. Pokoknya tinggal masalah teknis saja,” tegasnya. Dalam artian tersangkanya tidak bisa lari ke mana-mana. Karena datanya sudah ada di Polres Mura, tinggal menunggu teknisnya saja.

“Pokoknya tersangkanya akan kita lakukan penangkapan. Sebab tersangkanya tidak bisa lari ke mana-mana,” tegasnya.

Kendati sudah mengantungi nama-nama tersangka, pihak kepolisian enggan menjelaskan secara detil siapa saja pelaku yang kini sedang dalam buruan.

“Semuanya sudah kita dapatkan datanya. Biarkan nanti pihak penyidik saja yang mengungkapnya. Yang jelas, saat ini kita sudah mengetahui secara jelas siapa saja yang terlibat. Namun, kita juga tidak ingin menduga-duga, karena  kepolisian harus melihat fakta hukum. Jadi, jika nanti semua fakta hukumnya sudah terungkap, baru akan kita jelaskan kepada publik,” ungkapnya, Jumat (20/11).

Mantan Kapolres Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan ini menjelaskan, penetapan tersangka pada kasus ini dipastikan akan melalui proses yang cukup rumit, mengingat banyak orang yang terlibat dalam kasus tersebut.

“Pemilik lahan misalnya, jika lahannya hanya disewa para pelaku, kita tentu tidak bisa menetapkannya sebagai tersangka. Namun, semua keterangannya akan kita dalami. Yang penting, saat ini data lengkap pelaku sudah kita ketahui,” tegasnya.

Ia pun menyampaikan, belum bisa memastikan apakah ketiga lokasi ladang ganja yang ditemukan dan hanya terpaut jarak yang tidak terlalu jauh, dimiliki oleh satu orang atau memang ada pemilik lain yang menjalankan bisnis serupa.

“Bisa saja pemilik ke semua ladang ganja hanya satu orang. Tapi, itu kan hanya kemungkinan, bisa jadi juga dimiliki banyak orang. Itu yang saat ini masih kita pelajari dulu. Namun, untuk lokasi ladang ganja pertama dan kedua, pola penanamannya terlihat sama,” katanya.

Dijelaskannya, bahwa di lokasi ladang ganja terakhir, pelaku sudah pintar dengan menanam ganja menggunakan pupuk dan dilakukan penyemaian tanaman secara rutin.

“Mereka terlihat menggunakan pupuk organik. Ini menunjukkan bahwa pelaku sepertinya sudah sering melakukan penanaman tersebut dan kemungkinan besar sudah melakukan beberapa kali panen,” jelasnya.

Ia pun mengaku, telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Musirawas Utara (Pemkab Muratara), untuk secepatnya dapat melakukan sosialisasi kepada masyarakat, agar kejadian serupa tidak terulang.

“Masyarakat harus mengetahui bahwa tanaman ganja tersebut dilarang,” ungkapnya. # wan

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Lagi, 35 Jukir Liar Diamankan

Palembang, BP Setelah sebelumnya sejumlah juru parkir (Jukir) ilegal diamankan, kali ini Sat Shabara Polrestabes Palembang kembali mengamankan puluhan jukir ...