Home / Headline / Ditemukan Ladang Ganja Ketiga di Muratara

Ditemukan Ladang Ganja Ketiga di Muratara

Muratara, BP

Ditemukan Ladang Ganja lagiAparat Kepolisian Resort Musirawas kembali menemukan ladang ganja yang diperkirakan memiliki luas 600 meter persegi tidak jauh dari lahan ganja yang ditemukan sebelumnya. Ladang ganja yang ketiga ini terletak di kaki  Bukit Barisan, Desa Lubuk Kumbung, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara. Jarak tempuh dari lahan yang pertama sekitar satu jam perjalanan.

Lokasi tersebut  langsung ditinjau Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel Kombes Timsela, Kapolres Mura AKBP Herwansyah Saidi, Dandim 0406 Mura, Letkol Inf Wiwin Sugiono, dan Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Djarot Padkova, Wakapolres Kompol Baskara, Kasat Serse AKP Satria Dwi Darma, dan Kasat Narkoba AKP Forliamzom.

Dir Serse Narkoba Polda Sumsel Kombes Pol Timsela mengatakan, ditemukannya lahan ganja tersebut merupakan rentetan dari penemuan lahan ganja pertama dan kedua. Lahan yang ditemukan untuk ketiga kalinya ini ada kemungkinan lahan milik orang lain lagi.

“Lahan tersebut kemungkinan kepunyaan orang lain tanpa meminta izin,” jelasnya.

Disinggung apakah lokasi ini merupakan kampung penanaman ganja, ia menolak anggapan tersebut. Menurutnya, tidak semua warga mengetahui adanya tanaman ganja tersebut, apalagi perjalanan ke lokasi yang ketiga ini diperkirakan memakan waktu sekitar satu jam perjalanan.

“Lokasi ditanamnya ganja diperkirakan sekitar satu jam perjalanan,” paparnya.

Tinjau Lokasi

Penemuan 5 hektar tanaman ganja di kaki Bukit Barisan, Desa Sukaraja, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara langsung mendapat apresiasi dari Pj Bupati Muratara H Agus Yudiantoro, Dandim 0406 Letkol Infr Wiwin Sugiono, Kajari Patris, dan Dir Serse Narkoba Polda Sumsel Kombes Pol Timisela. Ini ditandai dengan ditinjaunya dua  lokasi penemuan lahan ganja walaupun harus berjalan sekitar satu jam lamanya.  Penemuan ladang ganja tersebut merupakan prestasi terbesar bagi Polres Musirawas.

Rombongan Bupati, Dandim 0406, Kajari, Dir Narkoba Polda Sumsel, Kabid Humas Kombes Djarot Padakova datang ke lokasi sekitar pukul 12.30. Sesampai di lapangan rombongan langsung menuju ke lokasi ditemukannya lahan ganja. Setelah mengecek lahan pertama, rombongan langsung mengecek lahan ganja kedua yang berjarak sekitar 200 meter dari lahan pertama.  Perjalanan ke lokasi dengan berjalan kaki diperkirakan sekitar satu jam.  Di dua lokasi tersebut rombongan langsung membakar ganja yang ditemukan.

Dir Serse  Narkoba Polda Sumsel Kombes Pol Timisela mengatakan, kalau tersangkanya ditangkap harus dihukum maksimal atau hukuman mati. Dari hasil peninjauan lokasi, tekstur tanah yang menjadi lahan ganja itu memang sangat memungkinkan untuk ditanami tanaman ganja.

“Melihat lokasi memang sangat memungkinkan untuk ditanami ganja,” tegasnya.

Ia menyebutkan saat ini pola penanaman ganja berubah. Kalau sebelumnya biasanya ganja ditanam di daerah perbukitan, sekarang pola tersebut berubah dengan menanam tanaman ganja di lembah-lembah.

Dengan tekstur dan suhu di lembah-lembah, dan musim kemarau sekalipun, tanaman ganja tetap tumbuh subur. Tanaman ganja yang ditermukan ini tersamarkan dari tanaman lain. Itu artinya pemilik atau penanam sengaja menanam ganja. Ini terlihat dari caranya menanam ganja yang dilakukan di sela-sela tanaman lain.

“Luas lahan yang ditemukan sekitar 5 hektar di tiga lokasi,” jelasnya.

Pada penemuan di lokasi pertama, semua tanaman ganja sudah dicabut, sedangkan lokasi dua belum dicabut semua.

Ia berharap pihaknya dibantu masyarakat, khsususnya masyarakat Desa Sukaraja. Sebab kekuatan polisi tidak akan mampu meng-cover seluruh wilayah.

“Ini sudah tentu berkat informasi dari masyarakat. Kami mewakili Kapolda mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang sudah membantu kepolisian di wilayah Muratara. Saya harapkan partisipasinya lebih lagi. Karena keberhasilan polisi juga keberhasilan masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu Pj Bupati Muratara  H Agus Yudiantoro mengatakan, dengan adanya peristiwa penemuan tanaman ganja di wilayah Muratara ini, ia selaku kepala daerah akan menyosialisasikan kepada masyarakat, bahwa tanaman ganja dilarang.

Dengan adanya sosialisasi ia berharap ke depan tidak terjadi lagi penemuan lahan ganja di wilayah Muratara. “Kita berharap adanya sosialisasi tadi, ke depan tidak ada lagi ditemukan lahan ganja,” paparnya.

Ia mengatakan, warga harus mengetahui jika tertangkap hukumannya, hukuman mati. Untuk itu Pemkab akan terus mengimbau kepada camat, kades, supaya warganya terus dipantau. Maksudnya supaya masyarakat mengetahui bahwa tanaman ganja dilarang.
”Kami berterima kasih kepada pihak kepolisian yang telah menemukan tempat ini. Lokasi jauh, setelah datang ke sini tempat air ada. Jadi penanaman bukan di ketinggian lagi tetapi sudah di lembah-lembah,” paparnya. # wan

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Maling Kuras Harta Firdaus, HP, Uang Tunai dan Tabung Gas di Bawa Kabur

Palembang, BP Lagi pencuri beraksi, kali ini rumah di milik Firdaus Muslim (62) di Jalan Gub HA Bastari, 8 Ulu, ...