Home / Headline / Uang Ditransfer, Hedianto Tak Dibebaskan

Uang Ditransfer, Hedianto Tak Dibebaskan

Muaraenim, BP
IMG-20151115-02795Satu per satu proses penculikan Hedianto (41), warga Kampung III, Desa Pagar Dewa, Kecamatan Benakat, Kabupaten Muaraenim, terungkap ke permukaan. Korban dan istri serta keluarganya menceritakan kejadian yang sebenarnya mereka alami.
               Seperti diungkap Yuhermi alias Emi (35), istri korban, kedatangan Hendy, salah seorang pelaku penculikan yang mengaku warga Desa Ujanmas Lama, Kecamatan Ujanmas, diantar oleh Salamun, warga desa setempat menggunakan sepeda motor ke rumah korban. Saat itu, Hendy yang belum diketahui identitas mengaku hendak mencari kayu olahan.
             “Saat itu Hendy diantar Salamun ke rumahku menggunakan sepeda motor yang mengaku hendak mencari kayu,” jelas Yuhermi, Minggu (15/11). Saat itu, kepada Hendy dia mengatakan, suaminya belum pulang, masih mengambil kayu. Hendy menunggu di rumahnya sampai suaminya pulang dari mengambil kayu.
             “Saat suamiku pulang, mereka berdua terlihat ngobrol masalah kayu,” jelasnya. Ketika sedang mengobrol, Hendy terlihat menelepon temannya melalui HP mengatakan bahwa Hedianto sudah ada di rumah. Tak lama kemudian, datang mobil Toyota Rush warna putih parkir di depan rumah.
             Kemudian dari dalam mobil itu turun dua orang tak dikenal dan bersalaman dengan Hedianto. Tak lama kemudian datang mobil lainnya, Toyota Rush warna hitam. Kemudian turun dua orang dari dalam mobil itu dan langsung membawa Hedianto dengan menodongkan senjata.
            “Saat suamiku dibawa, anak buahnya yang ikut mengambil kayu sempat hendak mengejarnya, namun para pelaku mengatakan agar diam di tempat,” jelas Emi. Melihat suaminya dibawa para pelaku menggunakan mobil Rush hitam dan diiringi mobil Rush putih, Emi melaporkan kejadian itu kepada Surahman (kakak suaminya).
            “Saat itu aku ngomong sama Kak Surahman, bahwa Hedi telah diculik. Kejadian penculikan itu hari Selasa (10/11) sekitar pukul 8 (malam),” jelas Emi. Lalu kejadian itu dilaporkan ke Polres Muaraenim. Pada hari Rabu (11/11), Hedianto menghubunginya melalui telepon HP.
“Saat itu suamiku ngomong, urusi budak-budak, aku masih ado masalah, kalau selesai aku pulang,” jelas Emi menirukan ucapan suaminya di ponsel. Saat itu, katanya, dia sempat bertanya di mana posisi suaminya. “Aku tanya di mana posisi, lalu dijawab suamiku ada di Lubuklinggau.”
              Ketika menelpon, lanjutnya, Hedianto minta dikirimi uang sebesar Rp10 juta. Alasannya untuk ongkos. Lantas, dia mentransfer uang Rp10 juta melalui bank BRI Muaraenim ke rekening atas nama Swandi. Namun setelah uang ditransper, suaminya tidak juga kunjung pulang dan dibebaskan. Emi juga tidak bisa lagi komunikasi dengan suaminya, hingga akhirnya suaminya berhasil dibebaskan polisi. #nur
Baca:  Basilica Apartment Terjual 28 Unit
bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Pelayanan Publik di Muba Kekinian dan Tidak Bikin Sulit

Sekayu, BP–Meski berada di level Kabupaten namun pelayanan dan kecanggihan berbasis digital di Bumi Serasan Sekate tidak bisa disepelehkan, guna ...