Home / Headline / Gubernur Sumsel Terima Kritik Atas Kebakaran Hutan

Gubernur Sumsel Terima Kritik Atas Kebakaran Hutan

Palembang, BP
DSCN2879Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Republik Indonesia Siti Nurbaya menghadiri acara diskusi penanganan pasca kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang ada di Provinsi Sumsel. Diskusi yang berlangsung di Hotel Arista Palembang ini dihadiri langsung oleh Gubernur Sumsel H Alex Noerdin, Sabtu (14/11).
Dalam diskusi tersebut, tampak perwakilan United Nation Development Program (UNDP) dan sejumlah peneliti gambut dari negara asing dan Indonesia hadir untuk melakukan penelitian di lahan gambut yang terbakar di Sumsel.
Sebelumnya rombongan ini telah berada di Sumsel selama dua hari dan melakukan penelitian gambut di kabupaten OKI. Gubernur Sumsel H Alex Noerdin mengatakan soal kebakaran lahan dan hutan di Sumsel dirinya tidak menyalahkan siapa-siapa dan pihaknya sudah banyak berbuat untuk pemadaman kebakaran di hutan dan lahan di Sumsel yang ternyata tahun ini ada elnino.
“Seandainya tidak ada elnino, September sudah hujan dan tidak ada ribut-ribut, jadi memang harus waspada,” katanya.
Gubernur mengatakan, kebakaran hutan dan lahan terjadi pertama kali di lahan yang terbengkalai, lahan yang tidak diusahakan. Walaupun demikian Gubernurmengaku paling bertanggung jawab atas kebakaran hutan dan lahan ini, dirinya menerima dengan terbuka saran, kritik,  namun jangan bermain di media sosial, silakan bertemu dan diskusi seperti ini.
“Jangan lagi mengatakan terjadi pembiaran. Tidak kami biarkan, luar biasa usaha ini, sekarang ada tiga batalyon trip kedua dan besok membuat surat ke Mabes rekomendasi Gubernur sudah bisa pulang ke Jakarta digantikan dengan dari unsur wilayah,” katanya.
Gubernur mengaku akan mempertaruhkan jabatannya jika tahun depan masih terjadi kebakaran hutan dan lahan sehebat tahun ini.
“Jadi luar biasa, buat lagi sekat bakar 500 meter tapi masih dilompati oleh api, jadi yang terjadi di lahan yang tidak diusahakan dan tidak dijaga bisa melompat ke lahan perkebunan dan sebagainya, jadi hati-hati juga harus ada bukti yang benar, bahwa kesengajaan, siapa sih yang sengaja,” katanya.
Gubernur mempertanyakan kenapa 1,3 juta hektar lahan tidak terbakar tapi kenapa yang 200 ribu hektar ini terbakar. “Jika ditemukan jawabannya itulah solusinya, solusi untuk tahun depan. Dalam pertemuan ini saya terima kasih banyak kepada yang memberikan kritikan, komentar keras dan yang memberikan solusi atau tidak memberikan solusi kami ucapkan terima kasih,” katanya.
Gubernur meminta Jambi jangan lagi menyalahkan Sumsel karena asap, asap itu tidak ada labelnya, siapa yang jamin asap itu dari Sumsel.
Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Republik Indonesia Siti Nurbaya mengaku pihaknya sudah mengambil langkah untuk mengatasi masalah kebakaran hutan dan lahan termasuk di Sumsel.
” Yang jelas kita mengubah paradigma dari penanggulangan menjadi pencegahan dan karena kita mengalaminya dasyat perlu ada pemulihan,” katanya.
Selain itu restorasi lahan gambut akan dilakukan 2 juta hektar dengan konsentrasi di enam provinsi dan dimulai sangat awal di Kalteng Kabupaten Blang Pisua, di Sumsel di kabupaten Muba dan OKI, Riau di Kabupaten Meranti.
“Jadi itu untuk restorasi gambut kalau aspek pencegahannya semuanya dari aspek legal dan regulasi kita lihat lagi, kami dari kementrian sudah memberikan edaran di perkuat dengan regulasi perpres atau PP untuk dipersiapkan untuk kebijakan tidak ada izin baru di lahan gambut, harus ada zonanisasi mana kawasan lindung dan budidaya,” katanya.
Untuk penegakan hukum tetap jalan terus dimana yang sudah dikerjakan di lapangan ada 64 yang diproses investigasi.
“Yang dicabut ada tiga di Riau, Jambi dan Kalbar dibekukan sudah tujuh di administrasi paksa sudah empat, minggu depan kita finishing lagi beberapa belas, jadi 64 yang turun perlu waktu juga harus ada konfirmasi dan klarifikasinya, ini bukan soal salah benar tapi di lapangan ada hal-hal menurut undang-undang harus di penuhi namun tidak di penuhi, jadi disitu pendekatannya,” katanya.
Sedangkan luasan lokasi kebakaran menurutnya rata-rata antara 2,1 sampai 2,6 per 30 Oktobe,r diakuinya kalau peta luasan lokasi kebakaran antar kementrian berbeda dikarenakan satelit apa yang dipakai, skalanya berapa, bagai resolusi di lapangan.
Sedangkan Johan Muthe dari BNPB RI mengaku kalau pihaknya terus berupaya dilapangan memadamkan lahan gambut.
“Ke depan mencegah lebih efektif daripada menanggulangi kebakaran hutan dan lahan, karena di sini kebakaran gambut sulit dipadamkan, kanal ada tapi kalau ada angin yang bisa membawa api kebakaran ketempat lain , kita juga berterima kasih pada para ahli gambut dari dunia dan Indonesia ke Sumsel memberikan  masukan agar ditingkatkan kesiapsiagaan bencana khususnya  asap dan api,” katanya.
Sedangkan Rafles dari Kementrian Kehutanan dan Lingkungan Hidup RI mengusulkan agar titik rawan kebakaran lahan dan hutan harus dijaga, kalau ada patroli masyarakat akan takut membakar dan perusahan bisa dipantau dari satelit dan langsung proses  penegakan hukun dan dalam singkat harus ada langkah preventif,” katanya.DSCN2879
bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Zaskia Gotik Meriahkan  Panggung Prajurit dan Pesta Rakyat di Lanud SMH Palembang

Palembang, BP PANGKALAN TNI Angkatan Udara Sri Mulyono Helambang (SMH) Palembang, menggelar acara Panggung Prajurit dan pesta rakyat yang dikemas ...