Home / Pendidikan / Penelitian Dosen Bisa Kena Sanksi

Penelitian Dosen Bisa Kena Sanksi

Palembang, BP

Kegiatan meneliti merupakan salah satu kewajiban dosen dalam melaksanakan Tri Dharma perguruan tinggi. Melalui penelitian, banyak hasil dan dampak yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, termasuk mengembangkan dunia pendidikan. Namun, dalam melakukan penelitian dosen harus berhati-hati karena ada sanksi yang bisa mereka terima.

Sesuai dengan Peraturan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara (Permenpan) Nomor 17 tahun 2013, dosen merupakan pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluasakan ilmu pengetahuan teknologi dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk itu para dosen juga diharuskan melakukan penelitian yang berguna bagi masyarakat. Terlebih hasil penelitian juga bermanfaat bagi para dosen sebagai syarat peningkatan jabatan.

Apabila dalam penelitiannya tersebut terbukti sama secara berulang-ulang, dalam pengajuan proposal penelitian atau melakukan auto plagiatrisme (mencontek). Maka Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) dan Kopertis Wilayah II akan memberi sanksi tegas.

“Oleh karena itu kami mengimbau kepada para dosen yang melakukan penelitian harus hati-hati atau waspada, jangan sampai terbukti melakukan auto plagiatrisme. Kesalahan ini akan dikenakan sanksi berupa penundaan pengajuan proposal selama dua tahun,” kata Kepala Kopertis Wilayah II, Prof Dr Diah Natalisa, MBA, kepada BeritaPagi, Jumat (13/11).

Ia juga mengatakan, untuk menghindari hal tersebut, Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) melalui Kopertis Wilayah II mengundang para dosen melakukan workshop metodologi penelitian bagi dosen PTS di lingkungan kopertis. Tujuannya untuk menunjang keterampilan para dosen dalam penulisan proposal.

“Proposal penelitian yang mereka ajukan diharuskan penelitian yang baru dan inovatif, sehingga hasil dari penelitian mereka pun akan berguna bagi khalayak banyak,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, untuk bisa meningkatkan jenjang pangkat ataupun golongan. Para dosen harus memenuhi syarat atau poin-poin yang harus dilakukan. Misal, untuk jabatan asisten ahli dengan jenjang pangkat penata muda tingkat I, III/b yang ingin menjadi penata muda golongan III/C, syaratnya mereka harus mendapatkan 50 poin.

“Nah 50 poin tersebut merupakan hasil dari penelitian yang telah mereka lakukan. Dan dalam 50 poin tersebut akan dibagi lagi klasifikasinya dari penelitian tersebut, klasifikasinya yang menjadi unsur utama yakni pendidikan dan pengajaran 55%, penelitian 25%, pengabdian kepada masyarakat 10%, disertai unsur penunjang 10%. Inilah kreditnya untuk mendapat 50 poin tersebut,” bebernya.

Ia juga menambahkan, namun angka kredit kumulatif untuk setiap golongan berbeda. Asisten ahli, lektor, lektor kepala dan profesor angka persentasenya berbeda. Namun perbedaanya tidak terlalu jauh.

Sementara itu, Prof Dr Daniel Saputera, yang merupakan seorang dosen yang selalu meraih dana bantuan untuk penelitian, sekaligus pembicara dalam workshop memberikan beberapa tipsnya kepada para peserta yang ada. Menurutnya, untuk bisa mendapatkan bantuan dana untuk penelitian tersebut, para dosen hendaknya melakukan sebuah penelitian yang menarik.

Dengan melakukan penelitian yang menarik, tentu itu akan menjadi penentu saat tim Kemenristek Dikti maupun kopertis melakukan penilaian. Selain itu, lanjut Daniel, para dosen harus melakukan penelitian yang sifatnya hal terbaru. Hal terbaru di sini mesti sesuatu yang benar-benar baru dan belum ada di kalangan masyarakat.

“Dengan adanya hal yang terbaru, tentu akan sangat berguna bagi masyarakat banyak. Dan yang menguntungkan kita, jika ada hal terbaru yang kita teliti, maka penelitian tersebut bisa kita patenkan atas nama penelitiannya,” pungkasnya.

Oadk

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

SMK Negeri 3 Palembang Dinobatkan Sebagai Tuan Rumah FLS2N

Palembang, BP Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Dinas Pendidikan kembali menggelar multievent bergengsi Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N). Tahun ...