Home / Headline / Ahli Sedunia Kumpul di Sumsel Teliti Gambut

Ahli Sedunia Kumpul di Sumsel Teliti Gambut

lahan gambutTIGA puluh orang ahli lahan gambut dunia akan berkumpul di Sumatera Selatan untuk mempelajari dan meneliti lahan gambut, Sabtu (14/11) besok.  Kedatangan 30 ahli gambut dunia ini didampingi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Siti Nurbaya.

Kepala UPTD Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (PKHL) Dinas Kehutanan Provinsi Sumsel H Achmad Taufik, SH, MH mengatakan, 30 ahli lahan gambut sedunia datang ke Sumsel karena mereka ingin mengetahui kenapa gambut di Sumsel ini jika terbakar sulit dipadamkan.

“Mereka ingin mengkaji masalah gambut di Sumsel sehingga menyebabkan kebakaran hutan setiap tahun di Sumsel,” katanya, Kamis (12/11). Kenapa gambut di Sumsel sulit dipadamkan jika terjadi kebakaran, mungkin, gambutnya dalam.

“Itu bisa macam-macam penyebabnya, para ahlilah yang tahu,” katanya. Selain itu, menurut Taufik, kondisi Sumsel semakin hari semakin membaik, kini jumlah hotspot di Sumsel tinggal sedikit. Hal ini membuat udara semakin membaik, jarak pandang semakin bagus, begitu pula Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) semakin baik.

“Walaupun kita sudah hujan, jangan lupa hujan buatan dengan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) sudah maksimal karena banyak awan CB itu masih jalan, waterbombing masih jalan, operasi darat masih jalan, tentara 1.000 orang masih ada,” katanya.

Untuk itu, Senin depan akan digelar rapat evaluasi semua instansi apakah satuan tugas (satgas) penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Sumsel  ini distop atau dikurangi jumlah personelnya. “Kita walaupun tidak ada hotspot tetap ada pembasahan jangan sampai gambut hidup lagi, yang ada api kita padamkan,” katanya.

Walaupun demikian, dia mengakui kalau Singapura tengah melakukan uji coba bahan nonkimia yang dicampur dengan air, perbandingan 1 berbanding 10 kini diuji coba di Pedamaran OKI melalui Manggala Agni. “Masih diuji coba, seperti Singapura bawa 1 ton bahan nonkimia untuk uji coba, lalu Afrika Selatan mencontohkan pemadaman dengan pasak bumi,” katanya.

Sedangkan Komandan Satgas Operasi Udara Letkol Pnb MRY Fahlefie mengatakan, bantuan cairan nonkimiawi dari Singapura ini disemprotkan dengan helikopter di atas lahan yang terbakar.

“Cairan ini merupakan cairan yang dibuat dari tumbuh-tumbuhan berupa dedaunan dan diolah dengan mesin-mesin canggih di Singapura,” kata Komandan Satgas Operasi Udara Letkol Pnb MRY Fahlefie.

Menurutnya, sebanyak 120 liter cairan nonkimia dari Singapura diperbantukan untuk padamkan titik api di Kabupaten OKI. Untuk uji coba ini, cairan tersebut disiramkan di atas lahan gambut. “Tadi sudah dibawa sebanyak tiga jeriken air, masing-masing jeriken berisi 40 liter yang berisikan cairan,” katanya.

Sedangkan untuk satu unit helikopter dari Riau yang direncanakan akan digeser ke Palembang oleh BNPB, hingga saat ini belum tiba di Palembang.

Menurut MRY Fahlefie, pihaknya belum menerima dan mendapatkan laporan terkait helikopter  yang digeser dari Riau. “Sampai saat ini helikopter belum ada dari Riau, itu pihak BNPB yang bisa melakukannya. Saat ini ada enam helikopter yang bantu memadamkan titik api di Sumsel,” katanya. #osk

 

 

 

 

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Kuryana Azis Hadiri SNAV-8 dan OAV-3 di Swarna Dwipa Palembang

Baturaja, BP — Bupati OKU Drs H Kuryana Azis menghadiri acara Simposium Nasional Akuntansi Vokasi ke-8 (SNAV-8) dan Olimpiade Akuntansi ...