50 Ribu Ton Beras Belum Terserap

6

Palembang, BP

Penyerapan beras dari petani yang dilakukan oleh Perum Bulog Divre Sumsel dan Babel baru tercapai 120 ribu ton. Dalam kurun waktu satu setengah bulan lagi, Bulog masih mempunyai PR (pekerjaan rumah) untuk menyerap beras sekitar 50 ribu ton lagi agar mencapai target.

“Target tahun ini sekitar 170 ribu ton, dan kita sudah melakukan penyerapan beras dari petani sekitar 120 ribu ton,” kata Kepala Bulog Divre Sumsel dan Babel Miftahul Adha, Kamis (12/11).

Dikatakannya, masa panen yang sudah hampir berakhir menjadi salah satu alasan rendahnya penyerapan beras. Selain itu, harga jual dari petani yang cukup tinggi. “Sementara Harga Pokok Penjualan (HPP) kita sekitar Rp7.300 per kilogram, kita bisa membeli dengan harga komersil, tetapi nantinya akan berdampak di harga konsumen yang tinggi, jadi kita berhenti melakukan penyerapan,” katanya.

Menurutnya, meskipun nantinya tidak tercapai target, dan berhenti melakukan penyerapan beras dari petani, tetapi stok beras cukup untuk sekitar empat bulan kedepan. Sedangkan penyerapan beras petani itu dilakukan dari beberapa daerah yang menjadi sentra produksi seperti Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Banyuasin, Musi Banyuasin, Ogan Komering Ilir, dan lainnya.

Sementara itu, pemerintah akan menyalurkan beras impor dari Vietnam dan akan disalurkan ke gudang-gudang Bulog termasuk Sumsel dan Babel. Beras tersebut dalam rangka menjaga stok beras nasional. Namun, dikatakan Miftah, pihaknya belum dapat memastikan kuota beras yang akan masuk. Estimasinya kemungkinan sekitar 4.500 ton.

“Kita tidak mau berspekulasi, karena ini akan berdampak besar, yang namanya kebutuhan pangan itu tidak bisa ditunda. Kemungkinan dalam waktu dekat akan masuk, nantinya beras tersebut untuk disalurkan untuk raskin,” katanya.

Menanggapi harga beras di pasaran yang sudah merangkak naik menjadi Rp11.000 /kg, menurutnya, pihaknya belum melakukan Operasi Pasar (OP). Bulog belum mendapatkan instruksi dari pemerintah untuk melakukan OP.#pit