Home / Pemerintahan / Pedagang Kaki Lima Pasar 16 Panik

Pedagang Kaki Lima Pasar 16 Panik

#Sat Pol PP Kota Palembang Gelar Penertiban

Palembang, BP
Melihat kedatangan puluhan petugas Satuan Polisi Pramong Praja (Sat Pol PP) Kota Palembang, para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang tengah berdagang langsung panik, di kawasan Pasar 16 Ilir, Kecamatan Ilir Timur (IT) I Palembang, Selasa (10/11), sekitar pukul 09.30.

Mengetahui anggota Sat Pol PP mulai mengamankan barang-barang dagangan yang berada di depan toko maupun yang tergantung di depan. Spontan para pedangang langsung bergegas memasukan barang dagangan mereka ke dalam toko agar tidak diamankan petugas.

Meskipun para pedagang pasrah dan keadaan tak ricuh, tampak pedagang yang berteriak di hadapapan petugas, “Jangan diangkut Pak,” kata pemilik toko yang enggan menyebutkan namanya sembari menahan barang dagangannya agar tak diangkut petugas.

Penertiban yang digelar petugas Sat Pol PP Kota Palembang tersebut dilakukan karena para pedagang telah melanggar Peraturan Daerah (Perda), dengan meletakan barang dagangan di depan toko hingga mengganggu para pejalan kaki.

Dalam penertiban itu, petugas Sat Pol PP juga mengamankan puluhan lembar pakaian yang dijual para pedagang, gerobak dagangan, bahkan mesin cuci serta oven kue yang dipajang para pemilik toko di depan toko ikut diangku prtugas ke dalam mobil patroli.

Tak hanya penertiban saja yang digelar, melainkan petugas Sat Pol PP Kota Palembang juga melakukan razia Kartu Tanda Penduduk (KTP) terhadap seluruh warga yang berada di lokasi penertiban tersebut.

Ditemui usai menggelar penertiban, Kabid Oprasional dan Penertiban Sat Pol PP Kota Palembang S Hendra mengatakan, tujuan penertiban ini untuk memberi efek jera kepada para PKL yang kerap memajang dagangan di trotoar jalan, sehingga mengakibatkan ketidak nyamanan para pengguna jalan.

“Berdasarkan Perda, para pedagang yang memajang dagangan di atas trotoar jalan, tidak diperbolahkan. Dari itulah, kita melakukan penertiban ini,” tegas Hendra.

Sebelum melakukan razia, masih dikatakan Hendra, sosialisasi juga telah sering dilakukan. Namun, hingga penertiban tersebut digelar para pedagang tidak menghiraukannya hingga akhirnya pihaknya melakukan tindakan tegas dengan melakukan penertiban.

“Barang-barang dagangan yang berada di atas trotoar tepat di depan toko mereka kita amankan. Mereka harus mengikuti sidang yustisi ditempat untuk menebus barang dagangan mereka,” jelas Hendra.

Dikatakan Hendra, dalam penegakan Perda kepada para pedagang yang nakal, dilakukan Sat Pol PP Kota Palembang secara bertahap. Untuk para pedagang yang terjaring akan didata, apabila tiga kali para pedagang tersebut terjaring razia maka barang dagangan mereka akan disita dan tak dikembalikan ke para pedagang.

“Sedangkan untuk warga yang terjaring razia karena tidak memilik KTP tetap akan disidangkan yustisi ditempat,” kata Hendra.

Sementara itu, Kabid Penegak Perundan-Undangan Daerah (PPUD) Pol PP Kota Palembang Damsi AR, menjelaskan jika para pedagang dan pemilik KTP yang disidang ditempat, diwajibkan membayar denda.

“Kalau untuk nominalnya, itu kewenangan hakim. Tapi dalam Perda jelas teruang, para pelanggar dapat dihukum selama tiga bulan kurungan dan denda maksimal Rp50 juta,” pungkas Damsi. #rio

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Anak, Ipar, Keponakan dan Saudaranya Jadi Caleg Terpilih, Harnojoyo: Itu Khan Belum Pengumuman KPU

Palembang, BP Wali Kota Palembang Harnojoyo mengaku, selaku ketua partai Demokrat Palembang, masih menunggu hasil pengumuman dan penetapan kader Demokrat ...