Home / Sumsel / Hari Ini Sumsel Berpotensi Hujan

Hari Ini Sumsel Berpotensi Hujan

Palembang, BP

161438177268 (1)Setelah beberapa hari warga Palembang dan sekitarnya menghirup udara bersih, asap pekat kembali terjadi, Minggu (8/11) pagi. Padahal kondisi titik api saat ini sedang rendah. Berdasarkan pantauan satelit Aqua/Terra MODIS pukul 06.00 kemarin, terpantau hanya 21 titik api di Sumatera Selatan.

Kasi Observasi dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang Agus Santosa mengatakan, asap kembali pekat ditengarai karena asap masih terpapar bercampur embun hasil penyiraman hujan sehari sebelumnya.

“Tampak pergerakan angin pun lambat sehingga asapnya ‘mulek’ di daerah kita. Kalau kita dapat laporan di daerah karhutlah (kebakaran hutan dan lahan-red), lebih ‘mulek’ lagi asapnya,” ujar Agus.

Agus menjelaskan, setiap kabupaten/kota di Sumsel saat ini seluruhnya sudah diguyur air hujan namun belum merata. Citra radar cuaca pukul 15.20 kemarin, awan penghujan yang terpantau di Sumsel masih sporadis.

“Berdasarkan prakiraan cuaca yang kami lakukan, Senin (9/11), Sumsel berpotensi turun hujan merata di seluruh daerah dengan curah ringan hingga sedang 2-50 mm/h. Pada tanggal 10 curah hujan meningkat menjadi 10-100 mm/h,” jelas Agus.

Jarak pandang (visibility) terendah di Bandara SMB II Palembang yakni 500 meter pada pukul 8 pagi. Namun visibility terus membaik seiring waktu, hingga di kisaran 5 km pada siang hari.

Terlihat awan, curah hujan sedang yakni 12,6-25,1 milimeter/hari di timur Kayuagung, Inderalaya, Muara Telang, Babatoman, Bayunglencir, perbatasan Jambi, TN Sembilang, Muaralakitan, Muarakelingi, Muaraenim, Muaradua, Martapura, Tebing Tinggi, dan Pagaralam.

Sedangkan hujan dengan intensitas ringan terjadi di Air Sugihan, Palembang sekitarnya, Muarabeliti, dan Tulung Selapan. Di Tulung Selapan dan Simpang Tiga OKI, hujan mengguyur sejak pukul 13.23 selama kurang lebih 30 menit. Srijaya baru, Air sugihan hujan sekitar 40 menit sejak pukul 14.46.

Komandan Satgas Penanggulangan Bencana Asap Akibat Karhutla di Sumsel, Kol Inf Tri Winarno menyampaikan laporan aktivitas para satgas karhutlah di lapangan.

Berdasarkan laporan lapangan memang terjadi hujan intensitas ringan, sedang hingga lebat di beberapa daerah di Sumsel. Seperti di OKI yakni di Tulung Selapan, Simpang 3, Desa Gajah Mati hujan gerimis mulai pukul 12.30-13.00.

Namun Desa Sungai Menang gerimis hanya tiga menit saja. Kemudian juga turun  hujan di Srijaya Baru, Air Sugihan sejak pukul 14.00-15.00. “Meski hujan hanya beberapa saat saja, namun hal itu sudah cukup membantu pemadaman karhutlah di beberapa tempat di Sumsel,” jelasnya.

Upaya yang dilakukan yakni memadamkan karhutlah bersama dengan Manggala Agni, BPBD, lintas sektor terkait, TNI, Polri, di OKI, Muaraenim, Pali, OKU, dan OKU Selatan untuk memadamkan titik api secepatnya.

Pihaknya juga melakukan pemadaman udara melalui waterboombing, yakni Helikopter Bell 214 B, MI 8, MI 171, PK IOS, MI 171 UR CMT, Bolkow PK EAM, dan dua pesawat Air Tractor, Helikopter Super Puma S 332 PK DAN, serta Helikopter Kamov. Pihaknya pun sampai saat ini masih menggunakan dua pesawat Beriev BE-200 dari Russia.

“Kami pun terus mengoptimalkan Teknik Modifikasi Cuaca (TMC) hujan buatan menggunakan Pesawat Cassa CN-212,” jelasnya.

Sedangkan Wakil Dansatgas Penanggulangan Kebakaran Hutan Dan Lahan Sumsel H Yulizar Dinoto menilai masih adanya asap di Kota Palembang karena di OKI masih terjadi kebakaran hutan dan lahan terutama di OKI terutama  Air Sugihan, Cengal walaupun titik hotspot sudah rendah.
“Api kan sudah padam di permukaan, tinggal asapnya saja, karena gambut membutuhkan air banyak untuk memadamkannya di OKI yang terbanyak di Cengal, Air Sugihan,” katanya. Karena itu semua operasi baik darat, udara tetap dilaksanakan termasuk pembuatan hujan buatan.
“Kalau yang di Palembang itu campuran embun dengan asap, pagi dan sore, tapi jarak pandang kita bagus kan,” katanya.
Walaupun demikian hingga kini titik hotspot di Sumsel sudah jauh berkurang. “Kita tetap berusaha memadamkan hotspot yang ada,” katanya.
Danrem 044/Garuda Dempo Kolonel Inf Tri Winarno mengatakan, sekarang ini sangat diharapkan hujan dalam memadamkan titik api yang ada.
Memang, lanjut dia, sekarang sudah turun hujan ringan namun belum begitu maksimal dalam memadamkan titik api yang ada. Beberapa hari ini sudah turun hujan tetapi belum begitu dapat mengurangi kabut asap akibat kebakaran hutan lahan.
Menurutnya, memang pemadaman sendiri tetap dilaksanakan baik melalui operasi darat dan udara. Begitu juga pesawat bom air tetap beroperasi dalam mengurangi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.
“Musim kemarau yang panjang di wilayah Sumsel sudah cukup memprihatinkan. Kekeringan terjadi di sana sini di beberapa kabupaten, termasuk tempat kita ini, di tambah dengan terjadinya kebakaran hutan dan lahan gambut yang terjadi di Kabupaten OKI, sehingga akan menambah beban masyarakat. Meningkatnya penderita penyakit infeksi saluran pernapasan (ISPA) dan kanker paru-paru. Oleh karena itu, pada kesempatan ini, saya mengajak kepada hadirin sekalian untuk membaca yasin dan doa bersama memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar menurunkan hujan di wilayah Sumatera selatan khususnya, dan seluruh indonesia pada umumnya,” katanya. #idz/osk

 

 

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

MLD SPOT Jazz N Blues

Palembang, BP Jazz dan Blues adalah 2 musik yang mempunyai keterkaitan dalam sejarah kelahirannya. Dalam konsep permainan musikalitasnya juga identik ...