Home / Headline / Cagar Budaya Sumsel Perlu Perhatian

Cagar Budaya Sumsel Perlu Perhatian

Palembang, BP
   irene1 Cagar budaya di Sumatera Selatan dinilai minim perhatian. Banyak kerusakan yang terjadi di beberapa cagar budaya seperti di Bukit Siguntang. Selain itu, tak ada revitalisasi untuk cagar budaya di Sumsel dalam beberapa tahun ini.
    Hal tersebut diakui Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Sumsel Irene Camelyn Sinaga, Minggu (8/11). “Memang saat ini banyak kerusakan yang terjadi, serta tak ada revitalisasi untuk cagar budaya mengingat anggaran di Disbudpar minim,” katanya.
    Namun, Camelyn membantah anggapan cagar budaya terbengkalai seperti Bukit Siguntang. “Kami selalu menjaga cagar budaya, bahkan di Bukit Siguntang, kami telah memasang beberapa titik wifi sehingga pengunjung yang datang dapat menikmati wifi di kawasan tersebut,” jelasnya.
    Selain itu, pihaknya juga tengah melakukan ekskapasi di Bukit Siguntang, dan pihaknya menemukan persemayaman dengan kedalaman sekitar 75 cm. Untuk tahun depan juga pihaknya akan melakukan dua kali ekskapasi.
    “Kami juga nantinya akan dibantu Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Tata Kota Palembang dalam membuat masterplan untuk mengangkat kembali kebudayaan di Bukit Siguntang,” terangnya.
    Pihak Disbudpar telah berupaya menjaga kelestarian serta keindahan dari setiap cagar budaya, namun memang untuk bantuan revitalisasi, anggaran yang tersedia di Disbudpar minim, sedangkan bantuan dari Kementrian Pendidikan hanya diberikan untuk revitalisasi museum dan rumah adat.
    “Bantuan Kementrian Pendidikan untuk taman budaya Rp6 miliar, untuk revitalisasi museum kami belum tahu, namun kami ajukan Rp 5 miliar, sedangkan untuk revitalisasi rumah adat yakni rumah adat kampung kapitan yakni Rp 480 juta,” ujarnya.
    Ke depan, sambung Irene, pihaknya akan berupaya kembali untuk meminta bantuan ke pusat untuk revitalisasi cagar budaya mengingat saat ini cagar budaya merupakan pariwisata khas setiap daerah. “Kami akan selalu berusaha sebaik mungkin agar pusat memberikan bantuannya ke Sumsel,” harapnya,
    Ketua Dewan Kesenian Palembang (DKP) sekaligus pengamat seni dan budaya di Sumsel, Febri Al Lintani, juga mengakui kalau cagar budaya di Sumsel masih kurang diperhatikan. “Sangat disayangkan kalau tidak diperhatikan, padahal cagar budaya di Sumsel seperti Bukit Siguntang itu sejarah,” katanya.
    Dijelaskannya, cagar budaya ini merupakan identitas dari Sumsel, selain dapat dijual sebagai aset wisata di Sumsel. “Karena itu, cagar budaya di Sumsel harus dilindungi dan dijaga agar ke depan memberikan kontribusi bagi pemerintah daerah Sumsel,” katanya.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Pemkab Muba Turunkan 27 Unit Alat Berat, Percepatan Sekat Kanal Penahan Api

Bayung Lencir, BP–Pemadaman api kebakaran hutan perkebunan dan lahan (karhutbunlah) di Desa Muara Medak Kecamatan Bayung Lencir terus dimaksimalkan. Sebanyak ...