Home / Headline / Bentrok di Gandus, 2 Warga Tewas

Bentrok di Gandus, 2 Warga Tewas

Palembang, BP

0911.01.Foto bentrok 2.Fer 0911.01.Foto Bentrok.FerDuka mendalam masih menyelimuti kedua keluarga yang tinggal berseberangan di Jalan Lettu Karim Kadir, RT 08 RW 02, Kelurahan Gandus, Kecamatan Gandus, Palembang, Minggu (8/11), sekitar pukul 14.30. Aksi saling serang antarkeluarga dekat ini diduga dipicu permasalahan pencurian ayam.

Akibat kejadian itu, dua warga yang diketahui masing-masing sebagai kepala keluarga, Tarmizi alias Jack (45) dan Taswin (52), tewas. Kedua warga yang masih memiliki hubungan saudara itu, tewas setelah sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Siti Khadijah Palembang dan Rumah Sakit Dr AK Gani Palembang.

Taswin tewas setelah mengalami beberapa luka bacok di leher, tangan, dan perut. Sedangkan, Jack mengembuskan napas terakhirnya diduga karena serangan jantung setelah mengetahui anaknya, Aji alias Jibon yang ikut dalam peristiwa berdarah itu terkena tombak dari pihak lawan, keluarga Taswin.

Menurut keterangan keluarga Tarmizi, Komsiah, ditemui di lokasi perang saudara ini, kejadian tersebut bermula dari peristiwa pencurian ayam milik Tarmizi yang dilakukan oleh dua orang yakni Gusti dan Ciren (keluarga Taswin). Akibat ulahnya, Ciren berhasil ditangkap dan diamankan di Mapolsek Gandus Palembang.

“Rombongan yang maling ayam ini tak terima atas kejadian itu. Bahkan, mereka datang ke rumah almarhum (Tarmizi-red) untuk menantang terus, tetapi karena keluarga di sini tak menanggapi atau merespons mereka itu sampai memecahkan kaca mobil,” ujarnya.

Kemudian keluarga Taswin datang menyerang keluarga Tarmizi. Bahkan, akibat serangan keluarga Taswin, Zibon yang merupakan anak kandung Tarmizi terkena tombak sehingga terluka. Tarmizi yang melihat sang anak terkena tombak langsung jatuh pingsan dan meninggal.

Berbeda keterangan pihak keluarga Taswin, Zaironi (55) menjelaskan, sebelum kejadian, pada malam hari rombongan keluarga Tarmizi selalu mengejar keluarganya. Keluarga Taswin mengaku khawatir dengan serangan ini. Apalagi mengingat senjata tajam (sajam) milik keluarganya disita oleh Polsek Kalidoni Palembang.

“Barang-barang kami diambil semua oleh polisi. Padahal kami sudah bilang, bagaimana jika keluarga Tarmizi datang menyerang keluarga kami, tetapi tetap disita, hingga akhirnya hari ini (kemarin-red) adik kandung saya diserang oleh lima orang dari keluarga Tarmizi,” katanya.

Kelima orang tersebut, sambungnya, diketahui bernama Firman, Zibon, Pril, Tarmizi dan Amrullah. Bahkan, mereka menyerang dengan tiba-tiba menggunakan sajam berupa parang, celurit dan lainnya.

“Taswin awalnya baru pulang dari depot kayu untuk shalat. Baru sampai di lokasi kejadian, tiba-tiba lima orang keluarga Tarmizi datang menyerang, karena adik saya tidak membawa apa-apa jadi dia tak sempat memberikan perlawanan. Taswin tewas setelah dilarikan ke Rumah Sakit Siti Khadijah Palembang. Kondisi Taswin memrihatinkan, lehernya luka dan tangan nyaris putus, serta di bagian perut luka,” jelasnya.

Kabag Ops Polresta Palembang Kompol Imade Sinar Subawa, didampingi Kapolsek Gandus Palembang AKP Agung Aditya mengaku, kejadian berdarah ini dipicu permasalahan pencurian ayam yang diduga dilakukan pihak keluarga Taswin.

“Saat terjadi aksi pencurian itu, keluarga pihak Jack mengetahui dan berhasil menangkap seorang pelaku yang diketahui pelakunya adalah keluarga Taswin,” jelasnya saat ditemui di lokasi kejadian.

Mengetahui hal itu, dikatakan I Made, keluarga Jack pun akhirnya memarahi termasuk melempar pelaku. Diduga lantaran malu dan tak terima dengan perbuatan itu, akhirnya pihak keluarga Taswin pun memancing emosi dari keluarga Jack untuk berkelahi.

“Kejadiannya sudah hampir satu mingguan yang lalu dan sejak itu juga, keluarga Taswin sudah berulang kali memancing emosi,” urai Made.

Kemudian, dikatakan Made, diduga lantaran tak tahan lagi dengan aksi tersebut, pihak keluarga Jack pun akhirnya naik pitam hingga akhirnya terjadi aksi berdarah tersebut.

“Karena sudah kesal dan panas, jadi saat melihat keluarga Taswin, keluarga dari Jack pun langsung melakukan penyerangan ini,” pungkasnya.

Kasus Bakal Ditutup        

Kapolresta Palembang Kombes Pol Tjahyono Prawoto yang juga turun langsung ke lokasi kejadian mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan dan prihatin peristiwa berdarah ini. Terlebih, diketahui kedua korban masih memiliki hubungan saudara. Mengenai tindak pidananya, kedua belah pihak keluarga ada jatuh korban jiwa sehingga kemungkinan kasus tersebut akan dihentikan.

“Jangan diperkeruh ya, karena saat ini situasinya sedang panas. Ini kan hanya karena salah paham saja, jadi sangat-sangat disayangkan kejadian ini. Bahkan, dari kejadian ini tentu tidak ada yang diuntungkan dengan adanya dua korban jiwa,” tegas Tjahyono.

Dari kejadian itu, masih dikatakan Tjahyono, pihaknya belum mengamankan satu orangpun yang diduga terlibat kejadian itu. Namun, untuk saat ini pihaknya masih fokus untuk mengamankan situasi di sekitar TKP.

“Untuk mengamankan situasi ini, selain dari Mapolsek Gandus kita juga turunkan personel dari Mapolresta Palembang. Bahkan, kita juga akan meminta para personel juga ikut bertakziah di masing-masing keluarga yang menjadi korban,” tutur Tjahyono. #rio

 

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Tingkatkan Harga Jual Karet, Kabupaten Muratara Belajar ke Muba

Keluang, BP–Wakil Bupati Kabupaten Musi Banyuasin Beni Hernedi menyambut kunjungan kerja Wakil Bupati Musi Rawas Utara H Devi beserta jajarannya, ...