Home / Headline / Rp100 M Dana PKH Tersalurkan Tahun Ini

Rp100 M Dana PKH Tersalurkan Tahun Ini

Palembang, BP
IMG_20151103_105244Program Keluarga Harapan (PKH) yang digagas Presiden Joko Widodo sejak dirinya menjabat setahun yang lalu telah berjalan lancar seiring dengan waktu. Dana PKH yang telah tersalurkan pada tahun ini sebesar Rp100 miliar lebih yang terbagi dalam dua tahap.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumsel Belman Karmuda mengatakan, saat ini penyaluran tahap I dan II sudah selesai. Sedangkan penyaluran tahap III masih dalam proses pembayaran.

“Ditahap I alokasi untuk seluruh Sumsel sebesar Rp28.430.806.250 dan terealisasi Rp28.261.727.750. Sedangkan tahap II alokasi Rp80.665.988.250 dan terealisasi Rp80.550.200.750,” jelasnya, Kamis (5/11).

Kota Palembang menjadi daerah terbanyak penerima PKH dengan jumlah sasaran Keluarga Sangat Miskin (KSM) yakni 19.307. Palembang menerima dana sebesar Rp18.156.919.000 dan terealisasi sebesar Rp18.095.557.000 pada tahap kedua.

Sedangkan daerah yang paling sedikit menerima dana PKH adalah Kota Pagaralam dengan jumlah 856 KSM. Pagaralam menerima Rp866.392.500 dengan realisasi Rp863.517.500.

Belman menjelaskan, jumlah realisasi selalu berkurang karena memang setiap triwulan selalu ada masyarakat yang berubah kondisi kesejahteraannya. Dalam proses dan mekanismenya, pendamping pencairan PKH yang ada di setiap kabupaten/kota harus melaporkan dan membuat berita acara. Bahwa warga yang bersangkutan sudah tak berhak lagi menerima bantuan PKH tersebut.

“Ini disesuaikan dengan pantauan lapangan dan pengecekan dari masing-masing pendamping. Jika dikategorikan tak layak lagi dapat bantuan, maka kita hentikan,” beber dia.

Ada empat tahapan pemberian bantuan dana untuk KSMM tersebut, sesuai dengan jumlah triwulan yang ada dalam satu tahunnya. Saat ini tahap I dan II sudah selesai. Untuk tahap III masih dalam proses pembayaran.

Sementara itu, Sumsel menempati peringkat tujuh jumlah KSM se-Indonesia dengan 86.524. Jumlah tersebut diakuinya masih lebih baik dibanding dengan jumlah KSM yang ada di provinsi lain.

“Dari jumlah penerima dana bantuan untuk KSM kita duduki posisi ke tujuh. Tapi ini berbeda, tidak bisa disamakan dengan jumlah tingkat kemiskinan. Karena persentasinya berbeda,” jelasnya.

Penerima bantuan tersebut merupakan keluarga sangat miskin yang memiliki anggota keluarga yang sedang hamil, menyusui, balita, anak yang sekolah tingkat SD sampai SMP.

“Kita selalu data jumlah tersebut. Selalu dievaluasi dan dikonfirmasi tiap bulannya. Dan alokasi dana dengan realisasi selalu berubah,” beber dia.

Belman mengakui saat ini sudah ada rencana penambahan jumlah alokasi KSM ditahun depan. Namun besarannya masih dibahas karena data terakhir penerima PKH juga sedang diproses.

Menurut dia, berdasarkan evaluasi PKH yang digelar sejak empat tahun terakhir, secara umum mampu menurunkan ribuan rumah tangga sangat miskin di Sumsel.

“Penurunan jumlah RTS penerima PKH disebabkan beberapa faktor, di antaranya rumah tangga yang sebelumnya memiliki anak sekolah sekarang sudah lulus, tidak memiliki anak balita lagi, pindah domisili, serta ada pula yang telah mampu sehingga bantuannya dihentikan,” jelasnya.

Perkembangan realisasi PKH di Sumsel menunjukkan hasil yang baik. Pihaknya berharap PKH pada tahun berikutnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sehingga jumlah penerima bantuan program tersebut terus berkurang setiap tahunnya. #idz

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Pesona Adu Skill Jam Session MLD SPOT Jazz N Blues

Palembang, BP Suasana di Ranting Coffee Kamis, (23/5) malam tampak lebih ramai dari biasanya. Tampak mulai pukul 21.00 beberapa musisi ...