Home / Headline / Mengejar Koin Helmina Dapat Patahan Emas

Mengejar Koin Helmina Dapat Patahan Emas

Picture 5845MUSIM kemarau yang panjang tahun ini telah menyebabkan volume air sungai jauh mengecil. Selama ini sungai Enim hanya dimanfaatkan masyarakat untuk mencari ikan sebagai penghasil tambahan. Murahnya harga karet dan sawit serta tingginya harga-harga kebutuhan pokok masyarakat saat ini membuat masyarakat terpaksa memutar otak untuk mencari tambahan demi mempertahankan dapur berasap dan perut terisi dengan kebutuhan pokok.
Nah sejumlah masyarakat yang bermukim di pinggiran sungai Enim maupun sungai Lematang, selain memanfaatkan pasirnya debit air yang sudah berada dibawah lulut orang dewasa ini karena air yang surut akibat musim kemarau panjang telah membawa berkah tersendiri bagi sebagian masyarakat Kota Muaraenim.
 Mereka memanfaatkannya untuk mengais rezeki dengan melakukan kegiatan mendulang uang koin bergambar Ratu  Helmina (uang koin Zaman Belanda) yang terpendam di dasar aliran sungai itu sejak puluhan tahun silam. Puluhan orang lebih warga telihat berendam di dalam sungai tersebut melakukan kegiatan mendulang koin dan apa saja yang bermanfaat dan bernilai untuk diuangkan.
Dengan bertelanjang dada Suherman, warga Kelurahan Muaraenim, Kecamatan Kota Muaraenim, Kabupaten Muaraenim, tengah duduk bersama temannya di meja  kayu yang sengaja mereka buat di tengah aliran Sungai Enim. Dia bersama temannya tengah beristirahat, setelah lelah menyelam ke dasar Sungai Enim untuk mendulang uang koin Helmina.
                 Kegiatan mendulang tersebut tidak dilakukannya sendirian, tetapi bersama beberapa warga lainnya. Peralatan yang digunakannya maupun warga lainnya dalam mendulang tersebut cukup sederhana. Ada yang hanya meggunakan kaca mata air, ada juga yang menggunakan sekop pasir bahwa ada yang menggunakan mengandalkan tangan dan tutup panic masak sebagai alat pendulang.
              Suherman dan temannya dalam mendulang itu hanya menggunakan kaca mata air. “Alat yang kugunakan hanya pakai kaca mata air ini saja, karena kami mendulang koin ini dengan cara menyelam ke dasar Sungai Enim. Tetapi teman teman yang lainnya ada yang menggunakan sekop pasir karena mereka tidak menyelam,’ jelas Suharman yang dibincangi, Rabu (4/11).
               Menurutnya, dia sengaja mendulang duit koin Helmina itu berada di bawah jembatan Enim Satu Muaraenim, karena dihulu sungai tersebut dulunya ada pelabuhan. Pada saat itu, kegiatan perdagangan melalui jalur sungai cukup diandalkan, sehingga cukup banyak uang yang jatuh ke dalam sungai tersebut.
              “Pada intinya kami mendulang uang koin Helmina, tetapi terkadang banyak juga dapat patahan emas,” jelasnya. Dia mengaku tidak bisa memastikan apakah dalam satu hari bisa menghasilkan uang koin Helmina ataupun mendapatkan patahan emas. “Kalau patahan emas, kami belum pasti dalam sehari mendapatkannya, tetapi kalau uang koin Helmina bisa dikatakan dapat terus,” jelasnya.
               Selain duit koin Helmina dan patahan emas, mereka juga mendapatkan potongan besi di dasar sungai tersebut. Dia kegiatan mendulang yang dilakukannya dalam satu minggu terkadang bisa mendapatkan uang lebih dari Rp 300 ribu. “Kalau duit koin Helmina kami jual seharga Rp 10-15 ribu per gram. Pembelinya para pengumpul barang antik,’ jelasnya.
              Sedangkan patahan emas 24 karet, dijualnya seharga Rp 300 ribu per gram. Diakuinya, potongan besi yang dikumpulkannya dari dasar sungai itu dijual kepada tukang rongsokan. “Besi-besi inilah yang menjadi uang seseran kami untuk membeli rokok,” jelasnya.
               Dia mengaku mendulang uang koin Helmina tersebut sudah berlangsung tahunan. Setiap debit air Sungai Enim surut, dia pun bersama teman-temannya melakukan kegiatan mendulang. Kegiatan mendulang itu dilakukannya mulai pukul 07.00 sampai pukul 16.00.#nurul hudi
bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Bupati Muba Dodi Reza Lantik Tiga Pejabat Eselon II 

Sekayu, BP–Setelah mengikuti tahapan pelaksanaan seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Eselon II beberapa waktu lalu, akhirnya Bupati Musi Banyuasin ...