Home / Headline / Berharap Peralatan Medis Posyandu

Berharap Peralatan Medis Posyandu

0511.01.KAKI.HASSPusat Pelayanan Terpadu atau Posyandu Desa Batu Kucing, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Muratara, menjadi kebanggaan masyarakat setempat. Meski minim peralatan, Posyandu ini tetap melayani warga.

PEMERINTAH Kabupaten Muratara mendirikan Posyandu untuk memberi pelayanan terbaik di bidang kesehatan, khususnya di desa-desa terpencil. Tak terkecuali di Desa Batu Kucing, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Muratara.

Keberadaan Posyandu ini bisa menjadi pertolongan pertama bagi masyarakat untuk berobat. Terlebih jika berobat ke Kecamatan Rawas ilir, memerlukan waktu dua jam melalui jalan darat dan sekitar tiga jam ke Ibukota Kabupaten Muratara.

Desa Batu Kucing terletak antara Desa Belani dan Desa Pauh. Bila ditempuh memakai kendaraan roda empat butuh sekitar dua jam kalau musim kemarau. Kalau musim hujan bisa lebih lama karena jalan masih berupa tanah merah. Begitu juga kalau ditempuh menggunakan kendaraan roda dua.

Kendati ada di pelosok, Posyandu ini tetap menjadi idaman masyarakat untuk berobat. Hebatnya, Posyandu yang tidak mempunyai peralatan medis ini tetap eksis dalam memberi pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Resepnya pegawai Posyandu ini mempunyai pemikiran yang sangat cerdas demi memberi pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Mereka membeli peralatan sendiri. Sebelum adanya pembelian peralatan medis biaya sendiri, pelayanan kepada masyarakat tidak maksimal.

Ketua Posyandu Maryana melalui staf Asia Afrikan, mengakui pelayanan kesehatan tetap diberikan kepada masyarakat tapi belum begitu maksimal. Penyebabnya, peralatan medis yang dibutuhkan tidak ada. Artinya pelayanan yang bersifat umum saja yang diberikan. “Pelayanan kesehatan seadanya karena peralatan yang digunakan dibeli sendiri,” ungkapnya.

Diakuinya realitas di lapangan Posyandu memang sudah dibangun  tetapi untuk pengobatan dialihkan ke rumah dengan alasan alat yang digunakan beli sendiri.

“Kita membeli sendiri peralatan, makanya pengobatan terpaksa dialihkan ke rumah. Tapi untuk di Posyandu masih tetap melayani,” terangnya.

Terus terang ia sangat menyayangkan perhatian Pemkab Muratara melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) yang tidak memperhatikan kekurangan peralatan medis. Padahal Posyandu ini sudah lama berdiri dan letaknya sangat jauh dari Ibukota Kabupaten.

“Peralatan tidak ada, kita obati orang dibawa ke rumah saya sebab peralatan saya beli sendiri. Dari Pemkab tidak ada,” ucapnya seraya meminta bantuan alat medis.

Kepadatan penduduk tiap tahun meningkat mengharuskan tim kesehatan dalam hal ini bidan desa harus bertambah termasuk alat kesehatan. “Instansi terkait kami harap membantu, sebab ini untuk keselamatan dan kepentingan kita bersama,” harapnya.

Seorang warga, Wan mengakui akibat tidak adanya peralatan medis, masyarakat yang ingin berobat terpaksa mencari alternatif lain pergi ke Ibukota Kabupaten untuk berobat. Ini tidak akan terjadi apabila peralatan yang ada di Posyandu ada. “Kita tidak akan jauh berobat kalau peralatan yang ada di Posyandu lengkap,” katanya.

Dia mengapresiasi kepada petugas Posyandu meski tidak ada peralatan, mereka tetap melayani masyarakat dengan sepenuh hati. “Tidak ada peralatan bukan halangan bagi petugas untuk memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya. #marwan ashari

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

DPRD Sumsel Pertanyakan Temuan LHP BPK RI

Palembang, BP Sejumlah Fraksi DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mempertanyakan temuan dari LHP BPK RI beberapa waktu lalu. Seperti yang ...