Home / Bisnis / BI: Ekonomi Sumsel Segera Membaik

BI: Ekonomi Sumsel Segera Membaik

Palembang, BP

Meski perekonomian Sumatera Selatan (Sumsel) masih melambat, namun Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi segera membaik di tahun mendatang. Secara year to year (yoy) pertumbuhan ekonomi Sumsel pada triwulan III/2015, sebesar 4,87 persen. Atau sedikit lebih tinggi dibandingkan pada triwulan sebelumnya 4,67 persen.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumsel Hamid Ponco Wibowo mengatakan, pertumbuhan perekonomian secara tahunan didukung oleh akselerasi investasi pemerintah sejalan dengan meningkatnya belanja modal pemerintah. Sementara itu, investasi swasta relatif masih terbatas.

“Peningkatan investasi pemerintah tercermin dari meningkatnya proyek-proyek pemerintah yang telah memasuki tahap konstruksi,” katanya, usai kegiatan temu responden survei Bank Indonesia tahun 2015 di Ballroom Novotel, Selasa (3/11).

Hingga akhir tahun BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi Sumsel berada di kisaran 5,2 – 5,7 persen, untuk kemudian di tahun berikutnya pertumbuhan mampu menembus angka 5,8 persen. “Optimisme ini mengingat sejumlah kegiatan yang menyangkut even internasional seperti Asian Games 2018 yang akan diselenggarakan di Sumsel sudah mulai terlihat,” katanya.

Baca:  BNI Luncurkan ATM Sepeda Motor

Dikatakannya, meski secara triwulan pertumbuhan ekonomi triwulan III-2015 diperkirakan melambat, pertumbuhan ekonomi Sumsel juga telah tercermin dari hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU). Menguatnya pertumbuhan PDRB dari 0,56 persen (qtq) menjadi 3,51 persen (qtq) pada triwulan II/2015, telah terindikasi dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) hasil SKDU yang meningkat dari -4,85 persen menjadi 8,93 persen.

“Jadi jika mengacu pada hasil survei tersebut maka pertumbuhan diperkirakan melambat pada triwulan III, namun akan kembali menguat pada triwulan IV. Perlambatan yang terjadi juga diikuti oleh beberapa sektor lainnya yaitu sektor industri pengolahan, konsumsi rumah tangga, dan penjualan eceran,” katanya.

Baca:  Infrastruktur Hambat LCS

Dari sisi daya beli konsumen, inflasi Kota Palembang yang terjadi pada Oktober 2015 meningkat dari -0,38 persen month to month (mtm) menjadi 0,19 persen (mtm). Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan nasional sebesar -0,08 persen. Namun pada dua bulan terakhir, terdapat potensi inflasi tidak serendah September-Oktober.

“Hasil survei konsumen menunjukkan bahwa perkiraan tekanan kenaikan akan meningkat pada akhir tahun 2015, namun kembali menurun pada awal tahun 2016,” katanya. Untuk itu, pihaknya meyakini inflasi untuk keseluruhan tahun 2015 akan berada di bawah titik tengah sasaran 4 persen, sementara defisit transaksi berjalan diprakirakan lebih rendah dari perkiraan semula, atau sekitar 2 persen pada akhir 2015.

Baca:  BSB Layani Pembayaran Tunjangan Guru

Selain itu, BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan membaik terutama didorong oleh meningkatnya belanja modal pemerintah, walaupun aktivitas perekonomian di sektor swasta masih berjalan relatif lambat.

Perbaikan perekonomian dapat dilihat dari tekanan terhadap stabilitas makro yang mulai mereda sehingga ke depan terdapat ruang bagi pelonggaran kebijakan moneter. Mengingat masih tingginya risiko ketidakpastian global, maka Bank Indonesia akan tetap berhati-hati dan mencermati risiko global di tengah perkembangan pasar keuangan global yang lebih kondusif. “Di sektor perbankan misalnya DPK masih menunjukkan pertumbuhan di angka 9,9 persen (yoy) dan kredit tumbuh 11 persen (yoy),” katanya.#pit

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Sosialisasi Bahaya Narkoba, Pusri Ajak Karyawan Hidup Sehat

Palembang, BP PT Pupuk Sriwidjaja Palembang (Pusri) menggelar sosialisasi bahaya narkoba, kepada kurang lebih 500 karyawan, Selasa (16/4). Direktur Produksi ...