Home / Headline / Kondisi Cuaca Sumatera dan Kalimantan Berangsur Baik

Kondisi Cuaca Sumatera dan Kalimantan Berangsur Baik

Palembang, BP
161438177268 (1)Hujan yang menguyur Sumatera dan Kalimantan menyebabkan sebagian kondisi cuaca sudah normal. Hotspot berkurang, jarak pandang menjauh, dan kualitas udara membaik. Bahkan kondisi cuaca di Pekanbaru sepanjang hari cerah berawan dengan jarak pandang 10.000 meter pada Minggu (1/11). Suatu hal yang cukup langka sebelumnya.  Begitu juga daerah lain yang sebelumnya terkepung asap akibat karhutla.
Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB‎, meminta semua pihak harus tetap waspada. Potensi karhutla tetap tinggi. El Nino masih kuat dan akan memberikan dampak berkurangnya curah hujan di wilayah Indonesia, khususnya‎ bagian selatan khatulistiwa. BMKG memperkirakan awal Desember baru mulai musim hujan. Itupun hujannya kemungkinan di bawah normal. Untuk itu kewaspadaan harus tetap ditingkatkan. Jangan lengah, jangan sampai marak lagi pembakaran. Di beberapa tempat api belum padam total.
“Pemerintah masih terus mengintensifkan penanganan karhutla, melalui operasi udara, darat, penegakan hukum, pelayanan kesehatan masyarakat dan sosialisasi.,” katanya Senin (2/11).
Berdasarkan pantauan satelit Terra Aqua kondisi hotspot pada Minggu (1-11-2015) pukul 17.00 , di Sumatera terdeteksi 3 titik, sedangkan di K‎alimantan 155 titik yaitu Kalsel 27, Kalteng 35, Kaltim 92, Kaltara 1.‎  ‎Satelit tidak melintas keseluruhan Sumatera sehingga tidak terdeteksi. Pada pagi hari di Sumatera terdapat 199 titik, dimana di Sumsel 115 titik. ‎‎
Jarak pandang dan cuaca pukul 17 .00 di Padang 4.000 m berasap, Pekanbaru 10.000 m cerah-berawan, Jambi 4.000 m berawan, Palembang 1.500 m berasap, ‎Pontianak 10.000 m berawan, Ketapang 10.000 m berawan, Palangkaraya 4.000 m guntur-hujan, dan Banjarmasin 7.000 m berawan.
Sedangkan Indeks kualitas udara (PM10) di ‎Pekanbaru 64 sedang,  Jambi 62 sedang, Palembang 175 tidak sehat, ‎Pontianak 15 baik, Banjarbaru 25 baik, Samarinda 25 baik, dan Palangkaraya 184 tidak sehat.‎
Selain itu menurutnya kombinasi antara hujan buatan dan hujan alam yang turun cukup merata di Sumatera dan Kalimantan selama 26-30 Oktober 2015 telah menyebabkan kondisi membaik. Semua indikator seperti jumlah hotspot, jarak pandang dan kualitas udara menunjukkan kondisi yang membaik secara signifikan.
Hotspot menurun. Jika sebelumnya jumlah hotspot sering mencapai ribuan, ‎misal 2.218 hotspot di Indonesia pada 24-10-2015, namun Sabtu (31/10) hanya 402 hotspot. ‎Begitu pula jarak pandang, jika sebelumnya rata‎-rata kurang dari 500 m, namun saat ini sudah menjauh. Pagi ini di Padang 4 km, Pekanbaru 7 km, Jambi 2,8 km, Palembang 800 m, Pontianak 2 km, Palangkaraya 1,5 km, dan Banjarmasin 6 km.
“Indeks kualitas udara‎ (PM10) yang sebelumnya banyak kota sering level Berbahaya, pada hari ini kota-kota di Sumatera dan Kalimantan berada pada level Baik-Sedang,” katanya.
Sesuai dengan prediksi BMKG bahwa 26-31 Oktober 2015, hujan dan awan-awan potensial banyak di Sumatera dan Kalimantan. Untuk mempercepat  dan meningkatkan intensitas hujan, maka Pemerintah mengintensifkan operasi hujan buatan. Presiden Joko Widodo telah memerintahkan hujan buatan ditingkatkan saat banyak awan seperti sekarang. Bahkan TNI AU akan mengirim pesawat Hercules C-130 untuk hujan buatan.‎
4 pesawat terbang yaitu 3 pesawat Casa dan 1 pesawat CN-295 terus terbang melakukan penyemaian awan. Pesawat ditempatkan di Pekanbaru, Palembang, Pontianak dan Palangkaraya. Total 284,9 ton garam (NaCl) yang ditaburkan ke dalam awan sejak Juni hingga sekarang. ‎Hujan buatan dilakukan oleh BPPT, BNPB, TNI AU dan KLHK.
“Garam dapur (NaCl) dengan butiran sangat kecil ditaburkan pada awan-awan Cummulus. ‎Butir NaCl bersifat higroskopis yang menyerap butir-butir air dalam awan sehingga bertambah besar ukuran butirnya. Adanya proses tumbukan dan penggabungan di dalam awan menyebabkan turunnya hujan,” katanya. #osk
x

Jangan Lewatkan

12 Teroris Berencana Serang Kantor Polisi di Sumsel

Palembang, BP–Sebanyak 12 terduga teroris yang ditangkap tim Densus 88 Antiteror pada Minggu (10/12) lalu masih menjalani pemeriksaan di Mako ...