Home / Sumsel / Debat Publik Harus Dilakukan Walaupun Satu Kali

Debat Publik Harus Dilakukan Walaupun Satu Kali

Palembang, BP
IMG-20151102-03088Debat kandidat di Bumi Serepat Serasan masih pro dan kontra, walau di beberapa daerah yang melakukan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 9 Desember 2015 mendatang, sudah dan akan melaksanakan hal itu.
Namun untuk Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) hal tersebut belum bisa dipastikan lantaran ada kandidat yang menginginkan dan juga ada yang keberatan.
Ketua KPU Sumsel Aspahani mengatakan kalau materi debat diberikan maksimal tiga kali.
“Itu prosedur yang harus dipenuhi oleh panitia atau KPU sebagai penyelenggara, sehingga tidak mengurangi makna kualitas penyelenggaraan pilkada itu,” kata Aspahani usai mengikuti rapat paripurna DPRD Sumsel, Senin (2/11).
        Menurutnya tidak mungkin tidak menggelar debat paling tidak satu kali minimal.
        “Tapi menurut hemat kami bagusnya debat dilakukan tiga kali, kita akan tahu kualitas bupati dan wakil bupatinya seperti apa, kalau satu kali belum bisa kita perbandingkan kandidat utamanya dengan tampilan keduanya, tapi mau atau tidak mau itu lain, kalau tidak mau debat biarlah publik yang menilainya, tapi debat publik menurut kami harus dijadwalkan sebaik mungkin sesuai yang dibuat oleh PKPU,” katanya.
        Dia mengakui pihak KPU Pali sudah melakukan koordinasi dengan KPU Sumsel terkait debat publik ini untuk konsultasi  terkait debat publik , persiapan dan anggarannya.
Sedangkan Ketua KPU Muara Enim Rohani mengatakan, dua pasangan calon yang akan bertarung di Pilkada PALI nanti yakni, tim pemenangan nomor urut satu Ir H Heri Amalindo MM dengan Ferdian Andreas Lacony Skom MM (Hafal), dan tim pemenangan nomor urut dua Sukarman SH dan Al Marizan (Suka) menginginkan debat kandidat ditiadakan
“Alasan mereka, karena jadwal massa kampanye sudah dikeluarkan dan cukup padat. Sehingga, tim pemenanganya lebih memilih untuk tidak dilakukan debat. Sedangkan tim nomor urut tiga yakni pasangan Eftiani-Mukhtar Jayadi (Yamu) menginginkan untuk dilakukanya debat kandidat ini,” ujarnya.
Dirinya menjelaskan, dalam waktu dekat ini akan terlebih dahulu melakukan komunikasi dengan KPU Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) terkait adanya kedua belah pihak yang ingin dan tidak ingin mengadakan debat kandidat ini, sebelum dilakukanya pelaksanaan Pilkada mendatang.
“Kita akan komunikasikan terlebihdahulu ke KPU Provinsi Sumatera Selatan. Keputusan apa yang akan diambil terkait masalah ini. Namun, kita akan melakukan komunikasi secara internal terlebihdahulu. Mudah-mudahan apapun langkah yang kita ambil nanti, merupakan keputusan yang terbaik dan tidak menganggu tahapan yang sudah berjalan,” katanya.#osk
 
bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Kuasa Hukum HDMY Serahkan SK DPP Hanura Ke Hakim

  Palembang, BP Sidang lanjutan gugatan perkara nomor 39/G/2018/PTUN.PLG yang diajukan Penggiat demokrasi RM Ishak Badaruddin SM.HK melalui tim advokasinya ...