Home / Bisnis / Sebagian Bahan Pakan Ayam Impor

Sebagian Bahan Pakan Ayam Impor

Palembang, BP

Bahan baku pembuat pakan ayam tak semuanya didapatkan di Sumatera Selatan (Sumsel) atau Indonesia. Sebagian besar merupakan impor dari beberapa negara.

Meski rupiah mulai menguat, tapi tidak begitu memberikan dampak signifikan terhadap harga bahan baku. Kondisi makin diperparah dengan musim kering yang menyebabkan ketersediaan bahan baku pakan susah didapat.

Ketua Asosiasi Masyarakat Perunggasan (Ampera) Sumsel Ismaidi mengatakan, bahan baku pembuat pakan ayam sebagian besar impor. Salah satunya pakan soya bean meal. Di Indonesia, pasokan kedelai tidak mencukupi. Hanya adanya di Cina, Argentina, dan Brazil.

“Harga bahan baku pembuat pakan naik, karena memang rata-rata bahan bakunya merupakan impor, seperti jagung, daging, asam amino, bubuk kedelai, dan lain-lain. Di impornya bahan-bahan baku tersebut karena bahan tersebut di lokal tidak tercukupi,” katanya di sela-sela kegiatan donor darah di Komplek Pergudangan Jalan Alang Alang Lebar, Sabtu (31/10).

Baca:  Distribusi Unit Ford Diperpanjang

Dikatakannya, untuk menghasilkan 1 kilogram (Kg) telur dibutuhkan 2,5Kg pakan, sedangkan harga pakan sendiri Rp17 ribu per Kg. Atau membutuhkan 16 ribu ton kosentrat/nutrisi per bulan untuk 5.000 ton ayam boiler/potong per bulan.

Selain itu, musim kering memberikan pengaruh karena membuat menipisnya produksi bahan utama pakan jagung. Akibatnya, pakan jenis ini cukup langka karena bahan baku sulit didapat. “Semua bahan pakan impor kecuali dedak, bekatul dan tepung batu, yang didapatkan dari Lampung dan Jabar,” katanya.

Baca:  Stok Sayur Melimpah, Tapi Harganya Naik

Menurutnya, Sumsel cukup mampu membuat pabrik pakan sendiri asal didukung dengan infrastruktur yang baik dan nilai investasi tinggi. Untuk membuat pabrik tersebut butuh dana hingga Rp400 miliar, dengan kapasitas 10 ribu ton.

“Saat ini cost untuk pakan Rp 375 per Kg, sementara kebutuhannya belasan ribu ton per bulan, jika di Sumsel bisa membuat pabrik pakan sendiri maka dapat menghemat pengeluaran hingga Rp1.000 per Kg, dan termasuk mempengaruhi harga ayam dan telurnya juga,” katanya.

Untuk kontribusi peternak ayam paling banyak ada di Banyuasin sebesar 80 persen dan sisanya di Palembang dan Prabumulih. Total produksi telur dalam satu hari 250 ton untuk didistribusikan ke Jakarta dan Lampung sebanyak 100 ton per hari dan sisanya untuk di wilayah Sumsel, sedangkan untuk ayam 100 ribu ekor per hari.

Baca:  Garuda Bidik Transaksi Rp6 Miliar

“Untuk penjualan sendiri kami masih banyak sekali tugas yang harus kami emban, karena jika setiap tahun ada target yang tidak tercapai maka target tersebut akan diembankan pada tahun selanjutnya. Pada target tahun 2014, kami mengalami penurunan sehingga di tahun 2015 kami harus kerja ekstra dan jika tahun ini tak mencapai target penjualan maka tahun 2016 akan lebih berat lagi,” katanya.#pit

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Trafik Data Indosat Ooredoo Naik 68,3 Persen

Palembang, BP   Indosat Ooredoo mencatatkan peningkatan Traffic Data tertinggi pada H-3 Lebaran sebesar 40,88% dibandingkan Traffic Data reguler pada ...