Home / Pemerintahan / Oknum Polisi Dipropamkan

Oknum Polisi Dipropamkan

#Menghalangi Pemilik Tanah Pasang Pagar

Palembang, BP
Gara-gara menghalangi pemilik tanah, Zulkarnain (63) untuk memasang pagar pembatas, seorang perwira menengah, Kompol Aman Santoso yang diketahui bertugas di Mapolda Sumsel dilaporkan ke Propam Polda Sumsel, Kamis (29/10), sekitar pukul 15.00.

Ditemui setelah melapor ke Propam Polda Sumsel, Kuasa Isidentil Pemilik Tanah Zainal Hakim Nasution mengatakan, terlapor yang merupakan anggota Polri tersebut bukan hanya menghalangi, melainkan juga mengaku-ngaku sebagai pemilik tanah.

Dalam pengaduan yang dilakukan Zainal, berawal setelah dirinya diberikan hak oleh pemilik tanah, Zulkarnain untuk membangun pagar pembatas tanah di Jalan Jepang, Kebun Sayur, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Sukarami Palembang, Kamis (29/10), sekitar pukul 09.00.

Setibanya di lokasi tersebut, masih dikatakan Zainal, tiba-tiba terlapor bersama teman-temannya datang dan langsung menghalang-halangi. Anggota Polri yang bertugas di Mapolda Sumsel itu mengaku sebagian tanah seluas 18 ribu meter persegi itu miliknya.

Namun, sambung Zainal, begitu terlapor diminta untuk memperlihatkan surat bukti kepemilikan tanah yang diakuinya tersebut, terlapor tak mampu menunjukkannya. Tak ingin terjadi keributan, korban memilih meninggalkan lokasi dan langsung melaporkan ke polisi.

“Kompol Aman Santoso sewenang-wenang mengakui tanah itu miliknya, waktu mau dipagar dia menghalangi. Padahal, dia tidak punya surat-surat kepemilikan,” kata Zainal.

Dijelaskan Zainal, meski belum diterbitkan sertifikat, tanah tersebut secara sah milik Zulkarnain yang didapat dari hibah kakek dan orangtua Zulkarnain sejak 1982 lalu. Di atas tanah seluas sekitar 18 ribu meter persegi tersebut terdapat dua GS (Gambaran Situasi).

“Totalnya sekitar 18 ribu meter persegi. Pertama luasnya sekitar enam ribu meter persegi dan luas yang kedua sekitar 12 ribu meter persegi. Tapi, ada anggota polisi yang malah mengaku itu miliknya. Dengan adanya itu kami merasa terganggu, sehingga memilih melaporkan terlapor dan teman-teman menghalangi dalam pemagaran,” jelas Zainal.

Sementara itu, Kabid Propam Polda Sumsel Kombes Pol Hendro mengatakan, laporan pelapor sudah diterima dengan nomor LP 125/X/2015/YANDUAN. Kasus ini segera ditindaklanjuti dengan memanggil terlapor untuk diperiksa.

“Kami akan proses karena ini berkaitan dengan profesi Polri. Sanksi tegas pasti diberikan jika terlapor memang terbukti bersalah,” pungkasnya. #rio

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

MPR Harap Kerja Sama Indonesia-Ceko Meningkat

Jakarta, BP–Ketua MPR Zulkifli Hasan menandaskan, hubungan Negara Indonesia dan Ceko telah berjalan selama 25 tahun dan  berjalan dengan baik.Kunjungan  ...