Home / Hukum / Merampas Nyawa, Dihukum 14 Tahun Penjara

Merampas Nyawa, Dihukum 14 Tahun Penjara

IMG_00002449Palembang, BP
Terbukti dengan sengaja telah menghilangkan nyawa orang lain, terdakwa Muhammad Ilyas alias Pipit (39), divonis pidana penjara selama 14 tahun oleh majelis hakim dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Palembang, Kamis (29/10).
Terdakwa yang sebelumnya dalam nota pembelaan meminta keadilan terhadap tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Amelda Yunita, hanya bisa tertegun ketika tak mendapat pengurangan hukuman oleh majelis hakim.
Setelah majelis hakim yang diketuai Togar berpendapat bahwa perbuatan terdakwa telah memenuhi semua unsur yang diajukan jaksa penuntut dalam dakwaan dan pemukulan yang dilakukannya saat korban dalam keadaan terluka berlari meminta untuk meminta tolong.
“Berdasarkan fakta persidangan perbuatan terdakwa secara sah dan meyakinkan terbukti bersalah telah dengan sengaja merampas nyawa orang lain secara bersama-sama. Sebagaimana diatur dalam Pasal 338 KUHP Jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP,” ujar majelis.
Atas putusan tersebut terdakwa maupun penasihat hukumnya Abdulrahman Ralibi masih belum menyatakan sikap dan dianggap masih pikir-pikir. Sehingga majelis hakim menutup persidangan yang mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian ini.
“Bila dalam waktu satu pekan ke depan tidak menentukan sikap dengan mengajukan upaya hukum banding, maka dianggap menerima dan putusan ini memiliki kekuatan hukum tetap,” tegas Togar.
Bahkan sebelum dimulai sidang, majelis hakim sempat mengingatkan baik keluarga korban maupun terdakwa tetap menahan diri. Mengingat di sidang sebelumnya, keluarga korban sempat mengamuk dan membuat keributan.
Sedangkan dari fakta persidangan disebutkan kejadian ini bermula dari korban Wahyu Hidayat bersama dengan Hakim menagih utang kepada Jul dengan membuat keributan, di Jalan KH Azhari, Kecamatan SU I Palembang, pada 31 Januari llu.
Namun korban dan Hakim melarikan diri, tak lama terdakwa mendapat telepon dari M Khadavi alias Dava (DPO) bahwa korban kembali membuat keributan dengan membawa senjata api. Maka menghadang korban dengan sebilah kayu.
Saat itu korban dikejar oleh Jul, terdakwa yang di bonceng Dava langsung menuju korban dan Dava langsung menusuk korban dengan pisau. Setelah melihat korban terkapar, terdakwa membawanya ke rumah sakit, namun tiga hari berselang korban meninggal dunia.#ris

 

x

Jangan Lewatkan

Teroris di Sumsel Berpotensi Bertambah

Palembang, BP–Setelah empat hari melakukan pemeriksaan terhadap 12 terduga teroris di Sumsel yang ditangkap, Minggu (10/12), akhirnya Detasemen Khusus 88 ...