Home / Hukum / Jaksa Ragukan Keterangan Sri Maya

Jaksa Ragukan Keterangan Sri Maya

 

 Palembang, BP

Persidangan kasus suap LKPJ Kepala Daerah 2014 dan pengesahan APBD Muba 2015, dengan terdakwa Bambang Kuryanto dan Adam Munandar di Pengadilan Tipikor Klas IA Khusus, pada PN Palembang terus bergulir.

Kali ini kembali dihadirkan empat orang saksi untuk pemeriksaan dua terdakwa yang merupakan anggota DPRD Kabupaten Musi Banyuasin. Antara lain, yakni Mantan Sekwan Muba, M Sayuti dan Sri Maya, selaku staf keuangan di SPBU Lucianty.

Dihadapan majelis hakim yang diketuai Parlas Nababan, Sri mengaku dihubungi Lucianty pada Maret dan April 2015, bahwa istri Bupati Muba itu akan meminjam uang sebesar Rp2,650 miliar.

“Uang itu menggunakan dana talangan dari SPBU senilai Rp2 miliar dan Rp250 juta dari usaha barang antik milik ibu serta Rp 400 juta dari dua butiknya,” ujarnya.

Namun usai persidangan Irene Putri, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menganggap ada perbedaan antara keterangan yang pada sidang sebelumnya diberikan Lucyanti.

“Kita nilai saja nanti, tapi untuk saksi yang lain, seperti keterangan Iwan (mantan sopir Bambang) cukup konsisten dan sesuai dengan dakwaan,” tandasnya.

Selain itu, menurut Irene, pada 8 Desember kasus ini sudah mesti ada putusan dan ditambah masa tenggang selama tujuh hari untuk kesempatan terdakwa piker-pikir.

“Untuk terdakwa Bambang dan Adam masih ada masih ada lima saksi dan kalau tidak ada saksi meringankan. Maka akan langsung dilanjutkan tuntutan,” tandasnya.

Sementara itu, saksi M Sayuti mengaku bahwa Lucyanti mendapat setoran sebesar Rp9 miliar dari seorang pengusaha, dengan maksud membantu dapat memenuhi permintaan Rp17,5 miliar dari anggota dewan.

“Saya masih ingat waktu bertemu, Cahyadi (pengusaha-red) bilang, uang Rp9 miliar untuk DPRD sudah diberikan ke ibu Lucy,” katanya.

Sedangkan mengenai uang komitmen senilai Rp17,5 miliar. Dirinya mengaku diminta menyetor uang Rp317 juta. Namun baru terpenuhi Rp100 juta.

“Saya waktu itu dibilang oleh pak Faisyar, bahwa itu (patungan dana) perintah toke. Toke disitu maksudnya pak Bupati,” tutur Sayuti, kepada majelis hakim.

Sementara itu, di luar ruang sidang, terlihat sejumlah masa dari Ikatan Mahasiswa Musi Banyuasin melakukan aksi teatrikal yang menggambarkan Lucianty dan Pahri dalam satu tubuh.

Dalam aksi teatrikal tersebut terlihat peran Lucianty yang mengendalikan semua kebijakan dan anggaran di Kabupaten Musi Banyuasin dan semua ini dimaksudkan sebagai bentuk dukungan terhadap KPK untuk mengusut tuntas perkara ini

“Kita sebagai pemuda dan masyarakat Muba sudah dianiaya seperti ini. Patutnya kami menuntut keadilan seperti yang ditegakkak KPK,” ujar Ketua Umum Imamuba, Chandra Wijaya dalam orasinya.

Dirinya mengatakan saat ini perbandingan antara anggaran dengan pembangunan di Muba tidak seimbang. Dan pihaknya prihatin dengan kondisi yang ada.#ris

x

Jangan Lewatkan

6 Pria Asal Palembang Dilaporkan Hilang di Jawa Barat

Palembang, BP–Sebanyak enam pria asal Palembang dilaporkanmenghilang di Jawa Barat selama tiga bulan, sejak 14 September lalu. Keenamnya yakni Aditya ...