Home / Palembang / Halte Trans Musi Tak Terawat Ditabrak

Halte Trans Musi Tak Terawat Ditabrak

Palembang, BP
Sejumlah halte Trans Musi di Kota Palembang kondisinya tidak terawat, bahkan nyaris roboh. Seperti yang tampak di Jalan Demang Lebar Daun depan bengkel PASS. Halte yang disinyalir karena ditabrak kendaraan berat ini, hingga kini belum ada perbaikan.
Kepala UPTD Angkutan Massal pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang S.Riadi kepada wartawan mengatakan halte Trans Musi ini sering kali mengalami kerusakan, salah satunya karena ditabrak kendaraan berat.
“Dari informasi warga halte Trans Musi ditabrak truk sekitar pukul 3 atau 4 pagi. Sebab, di jalur tersebut setiap malamnya hingga pagi dini hari selalu menjadi tempat “ngetem” truk dari luar kota, bisa saja tersenggol dan bagian atapnya mengalami kerusakan,” katanya.
Dijelaskan, halte tersebut merupakan bantuan dari dana Corporate Sosial Responsibility dari pihak Bank dan memang perawatannya dibebankan Dishub Kota Palembang. “Dari 323 halte yang ada di Palembang memang juga banyak mengalami kerusakan, dan bertahap dibenahi,” katanya.
Menurut dia, halte Trans Musi di Jalan Demang Lebar Daun tadi akan diprioritaskan untuk di perbaiki sebab nyaris roboh dan sangat membahayakan warga yang menunggu Trans Musi. Perbaikan dilakukan berbagai tahap, mulai dari pengecatan, memperbaiki kaca halte yang pecah atau juga mengganti plat halte yang amblas.
Dia mengakui, sejumlah halte yang masih rusak seperti simpang Jalan S Suprapto-Unsri sampai ke sekitar SMAN 10 Palembang, di dekat RM Ampera dan sekitar pasar Gubah. “Dengan dana yang terbatas, maka perbaikan diutamakan yang rusak parah dahulu,” katanya.
Berdasarkan data Dishub untuk kota Palembang jumlah halte transmusi sebanyak 323, yang terdiri dari Halte yang dianggarkan APBD, 131 buah, Halte bantuan pihak ke-3 ada 74 buah, halte bantuan Indonesia Aus Aid 43 buah dan halte portablle sebanyak 75 buah.
Dari jumlah halte tersebut Dishub tidak memungkiri banyak halte yang perlu diperhatikan seperti dicat maupun diperbaiki.
Menurut S Riadi, dia sangat menyayangkan sikap warga yang belum mampu menjaga seperti halte. Sebab, diakuinya, selain rusak banyak juga halte yang pagar besinya dimaling ataupun ditabrak kendaraan.
Pihak dishub juga pernah pergoki pada malam hari sekitar pukul 2 pagi dini hari ada  maling bawa gergaji dan alat lainnya yang memotong besi halte. #ren

 

x

Jangan Lewatkan

Ratusan Koperasi Tinggal Papan Nama

Palembang, BP — Pertumbuhan koperasi di Kota Palembang terbilang cukup signifikan terutama yang dibentuk oleh masyarakat. Dari total 1082 hampir setengahnya ...