Home / Sumsel / Muaraenim / Bupati Muaraenim Stop Tambang Pasir CV LKA

Bupati Muaraenim Stop Tambang Pasir CV LKA

#Kantungi Izin Pemkot Palembang

Muaraenim, BP
Bupati Muaraenim Ir H Muzakir Sai Sohar dengan tegas menyetop kegiatan penambangan pasir yang dilakukan manajemen CV Lintang Karunia Alam (CV LKA) di pinggir aliran Sungai Musi Desa Tanjung Baru, Kecamatan Muara Belida,Kabupaten Muaraenim. Soalnya kegiatan penambangan dan stockpile pasir itu berada di wilayah Muaraenim, tetapi ironisnya izinnya diterbitkan Pemkot Palembang.
            Penyetopan itu dilakukan bupati saat melakukan peninjauan kelapangan bersama unsur Muspida Muaraenim, Kamis (29/10) sekitar pukul 14.00 WIB. “Penambangan itu domaennya Dinas Pertambangan Provinsi Sumsel yang menerbitkan izinnya. Stockpilenya berada di wilayah kita dan izinnya diterbitkan Pemkot Palembang. Maka sikap kita menghentikan kegiatan penambangan itu, karena lokasinya benar benar berada di wilayah kita,” jelas Bupati, Jumat (30/10).
            Bupati mengatakan,Pemkab Muaraenim tetap bersikap menyetop kegiatan penambangan pasir tersebut. “Aktivitas penambangan itu berlangsung sejak awal bulan Januari 2015 lalu dan telah merugikan Muaraenim,” tegas Bupati.
                 Sementara itu, Asisten Pemerintahan Pemkab Muaraenim Drs H Bulgani Hasan menambahkan hasil peninjauan di lapangan bersama unsur Muspida, bahwa kegiatan penambangan itu berada di wilayah Muaraenim.
                 “Pada saat melakukan peninjauan ke lapangan, pak Dandim telah melakukan pengukuran menggunaan alat GPS pada patok tapal batas yang terpasang di lokasi itu. Ternyata pengukuran menggunakan alat GPS yang dilakukan pak Dandim, kegiatan penambangan pasir itu jelas jelas berada dalam wilayah Muaraenim,” jelas Bulgani.
                 Menurutnya, jika dilihat dari patok tapal batas yang berada di lokasi tersebut, kegiatan penambangan itu telah jauh masuk wilayah Muaraenim.  “Wilayah itu masuk Muaraenim sesuai dengan patok batas antara Kota Palembang dengan Muaraenim pada sekmen Pule Kerto Kecamatan Gandus,” jelas Bulgani.
                Dijelaskannya, pada peninjauan di lapangan tersebut telah ditemukan bahwa izin kegiatan penambangan CV LKA tersebut diterbitkan Dinas Pertambangan Provinsi Sumsel. Sesuai dengan Izin tersebut lokasi penambangannya berada di Desa Rantau Bayur, Banyuasin.
                Ternyata, perusahaan itu tidak saja melakukan kegiatan penambangan di Rantau Bayur, tetapi melakukan kegiatan penambangan dan membuat stockpile di Desa Tanjung Baru, Kecamatan Muara Belida yang jelas jelas wilayah Muaraenim. Izin stockpilenya diterbitkan Kota Palembang.
              “Terhadap permasalahan tapal batal ini, kita minta Pemkot Palembang bersedia duduk satu meja dan meminta pak Gubernur Sumsel supaya bisa turun langsung ke lokasi untuk patok tapal batas tersebut,” pinta Bulgani. Karena patok tapal batas yang telah dipasang itu dilakukan tim Provinsi Sumsel bersama BPN Palembang dan tim tapal batas Muaraenim.#nur
x

Jangan Lewatkan

Bank Indonesia Lirik Kopi Semende

Muaraenim, BP—Bagi masyarakat Sumatera Selatan sebutan kopi Semende sudah tidak asing lagi karena kepopulerannya nyaris menyampai pempek Palembang yang telah ...