Home / Headline / BSK Untuk Korban Asap Tak harus Tunggu Peraturan

BSK Untuk Korban Asap Tak harus Tunggu Peraturan

IMG-20151028-03027Palembang, BP
Bantuan Kematian Sosial (BSK), bagi korban meninggal yang terpapar asap, tidak harus menunggu Peraturan Kementerian Keuangan.
Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawangsa mengatakan, BSK yang diberikan kepada korban paparan asap bukan merupakan kompensasi atas bencana yang terjadi. Karena, BSK telah diatur melalui Permensos sebesar Rp 15 juta yang diberikan kepada provinsi terdampak paparan kabut asap, khususnya yang meninggal dunia.
“Santunan kematian berdasarkan permensos sebesar 15 juta, dan yang masih menunggu kementerian keuangan itu adalah jaminan hidup atau jadup yang akan diberikan kepada 7 provinsi yang terkena dampak paparan asap,” katanya saat berkunjung ke Rumah Singgah Korban Asap di Asrama Haji Palembang, Rabu (29/10) malam.
Menurutnya, BSK akan diberikan berdasarkan By Name By Address, tidak secara langsung. Melainkan, akan dikirimkan melalui rekening masing-masing korban.
“BSK akan diberikan kepada warga yang meninggal dunia itu by name dan by address dan tidak secara langsung fresh money, melainkan cash transfer kepada masing-masing rekening keluarga korban, ” tandasnya
Selain akan memberikan BSK, Kemensos juga telah mengusulkan bagi warga terdampak itu jatah hidup (jadup). Namun, perlu ditegaskan BSK dan jadup sama sekali bukan kompensasi dari bencana kabut asap.
Jadup telah disampaikan kepada Kementerian Keuangan yang akan diberikan kepada pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dengan masing-masing Rp 10 ribu x 90 hari, jadi Rp 900 ribu.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Apriyadi: Tahun 2018 Piala Adipura Harus Kembali ke Muba

Sekayu, BP–Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin targetkan meraih kembali piala adipura ke-12 pada tahun 2018, yang mana gagal pada tahun 2017 ...