Home / Pemerintahan / Robohnya ‘Crane’: Kecamatan Kawal Pengembang

Robohnya ‘Crane’: Kecamatan Kawal Pengembang

Palembang, BP
BP/ARRACHIM CRANE ROBOH HANCURKAN LIMA RUMAH-Crane roboh yang menghancurkan lima rumah dikawasan Jalan Rajawali samping Hotel Grand Zuri Palembang, Rabu (21/10)

BP/ARRACHIM
CRANE ROBOH –Crane roboh yang menghancurkan lima rumah di kawasan Jalan Rajawali samping Hotel Grand Zuri Palembang, Rabu (21/10).

Tuntutan pihak yang mengalami kerugian atas peristiwa robohnya  crane yang digunakan dalam pembangunan Hotel 101 Palembang di Jalan Rajawali akan dikawal Pemerintah Kota Palembang. Melalui pihak kecamatan sudah dilakukan pendataan atas kerugian.

Camat Ilir Timur (IT) II Syahruli Gama mengatakan, pihaknya bagian dari pemerintah akan mengawal tanggung jawab pihak pengembang terhadap korban. Hal ini juga sudah dilaporkan kepada Walikota Palembang.
“Kami bagian dari pemerintah akan kawal tanggung jawab pengembang. Jangan sampai korban yang mengalami kerugian ini tidak mendapat tanggung jawab yang sesuai dari pengembang,” kata Syahruli, Selasa (27/10).
Dia mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak pengembang dan akan dilakukan pertanggungjawaban kerugian kepada korban. “Pihak kecamatan juga ikut mengawal, untuk detil mekanismenya pemerintah bersama pihak Dinas Tata Kota,” katanya.
Sementara itu, korban robohnya crane milik Hotel 101 di Lorong Pipit Jalan Rajawali Kecamatan Ilir Timur (IT) II Palembang pada Selasa (20/10) malam mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palembang, Senin (26/10).
Rombongan yang terdiri dari tujuh warga ini hadir di Kantor DPRD Kota Palembang dengan maksud mengadu ke wakil rakyat. Korban menuntut tanggung jawab lima rumah yang terkena imbas, walaupun tidak ada korban jiwa.
Dalam mediasi yang dilakukan di Komisi II DPRD Palembang, warga disambut Wakil Ketua Komisi II DPRD Palembang Syahril Eddy serta anggota Komisi II Hardi dan Hidayat.
Sementara itu, Kepala Distako Palembang Isnaini Madani menjelaskan jika peruntukan crane berada di bawah kendala Disnaker karena berhubungan dengan keselamatan kerja para pekerja dan warga sekitar.
Mengenai izin pembangunan hotel secara keseluruhan termasuk IMB dan yang lainnya, Isnaini menyebut semuanya lengkap dan tidak ada masalah.
“Saya juga sudah sampaikan ke Disnaker satu bulan lalu kira-kira, untuk pengawasan sejumlah crane dalam pembangunan yang sedang berjalan di Palembang. Untuk tanggung jawab pada korban ada pada pihak pengembang,” terang Isnaini.
Isnaini pun menyebut jika pihak kecamatan sudah melakukan pendataan sejumlah warga yang merasakan dampak jatuhnya crane ini, termasuk ada sebuah mobil milik warga yang rusak ditimpa crane.
“Pihak kecamatan akan mengirimkan surat langsung ke pihak kontraktor untuk meminta mereka mengganti rugi semua kerusakan yang terjadi. Kontraktor juga harus bertanggung jawab, ke depan semua crane juga harus diawasi agar tidak ada kejadian seperti ini lagi,” tuturnya. #ren
x

Jangan Lewatkan

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa Belum Sesuai Konstitusi

Jakarta, BP–Ketua Lembaga Pengkajian (Lemkaji) MPR Rully Chairul Azwar menegaskan,  setelah 72 tahun Indonesia merdeka sudah banyak kemajuan di sektor ...