Home / Headline / Pembebasan Lahan Masih Ganjal Flyover Jakabaring

Pembebasan Lahan Masih Ganjal Flyover Jakabaring

Membangun flyover Jakabaring bukan perkara yang mudah dilakukan. Para pekerja harus berjibaku menancapkan tiang pancang di lahan yang sempit karena belum dibebaskan.

flyover1PEMBEBASAN lahan memang merupakan persoalan yang pelik sekaligus urusan yang rumit. Begitu ilustrasi Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Flyover Jakabaring Joko Saputro. Menurut dia, keselamatan kerja nomor satu, hanya saja pihaknya harus juga melihat dua sisi menyangkut deadline pengerjaan.

“Hingga jembatan flyover ini berdiri, bukan perkara yang mudah untuk dilakukan. Pekerja menyelesaikan tahapan kerja di lahan yang sempit. Satu sisi keselamatan kerja, satu sisi keselamatan lalu lintas kendaraan,” ujarnya Joko, baru-baru ini.

Joko mengakui, soal pembebasan lahan ini cukup mengganggu kerja petugas di lapangan. Namun demi pembangunan di Kota Palembang, segala upaya dilakukan agar pengerjaan ini cepat selesai dan menjadi solusi pengurai kemacetan.

“Kami berharap dua persil lagi, lahan dan bangunan ini cepat selesai. Kami optimis pemerintah maupun warga punya niat yang sama untuk pembangunan yang lebih baik, hanya saja jika terus berlarut-larut maka akan membuat pekerjaan yang seharusnya tepat waktu bisa meleset dari perkiraan,” katanya.

Pihaknya optimis pengerjaan selesai pada November mendatang, walaupun memang soal lahan hingga kini masih belum tuntas semua. “Tinggal sedikit lagi, memang cukup mengganggu, tapi mudah-mudahan ini beres, sehingga pengerjaan cepat selesai,” tuturnya.

Kendati masih terkendala permasalahan dua persil lahan yang hingga kini belum selesai, pengerjaan proyek dan jembatan Flyover Jakabaring terus dikebut. Terpantau pengerjaan saat ini sudah pada tahap pemasangan lampu jalan.

Selain itu, pihaknya juga melakukan pengerjaan saluran air dan merapikan median jalan yang akan dibuat taman dan aksesoris jalan lainnya. “Pengerjaan drainase masih menyisakan di lokasi lahan yang belum selesai dibebaskan, sementara median jalan juga terus dipercantik,” tuturnya.

Joko menjelaskan, pengerjaan yang akan dilakukan yakni pengaspalan jalan jembatan. Saat ini pekerja sedang melakukan persiapan pengaspalan dengan membersihkan jalan agar pengaspalan dapat dengan mudah dilakukan.

“Setelah ini akan dilakukan pengaspalan jalan jembatan, sementara pengerjaan di bawah jembatan menyusul setelah pengaspalan dilakukan,” tutur Joko.

Disingung soal pengerjaan drainase di bagian lahan yang belum dibebaskan, Joko memperkirakan pengerjaan bisa mencapai satu bulan. “Jika cepat dibebaskan, maka cepat juga pengerjaan, kami optimis selesai November, hanya saja pembebasan harus cepat-cepat diselesaikan,” tuturnya.

Joko menegaskan, pengerjaan saat ini secara fisik sudah mencapai 91 persen dan masuk dalam tahap perapihan. Terkait peresmian, Joko belum mengetahui siapa nantinya yang akan meresmikan flyover tersebut. Namun biasanya pejabat dari Kementerian PU hadir meresmikan flyover.

Untuk pengerjaan fisik saat ini terus dikebut seperti penambahan aksesoris dan taman sembari menunggu proses eksekusi bangunan di Jalan GA Bastari seberang gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palembang. “Kami berharap bangunan ini segera dieksekusi agar semua pengerjaan lancar dan tepat waktu,” tandasnya. #ren

 

x

Jangan Lewatkan

Sumsel Siaga Musim Hujan

Palembang, BP Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan (Sumsel), gelar Rapat Koordinasi (Rakor) Siaga Banjir dan Tanah Longsor tahun ...