Home / Headline / 8 Fasilitas Pemerintah Untuk Evakuasi Korban Asap

8 Fasilitas Pemerintah Untuk Evakuasi Korban Asap

Palembang, BP

Jpeg

Rumah singgah yang disiapkan di Palembang untuk evakuasi korban asap.

Dua fasilitas milik Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan di Palembang dan enam fasilitas di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) serta Ogan Ilir (OI) akan dijadikan rumah singgah evakuasi masyarakat yang terdampak oleh kabut asap, terutama ibu dan anak-anak.

Plt Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumsel Belman Karmuda mengatakan, dua fasilitas yang disiapkan Pemprov Sumsel di Palembang yakni Gedung Serba Guna Asrama Haji dan Panti Sosial Bina Daksa, KM 6, Palembang.

Rumah singgah di Panti Sosial Bina Daksa (PSBD) ini tengah dipersiapkan untuk para korban kabut asap. Ruangan yang dapat menampung hingga 300 orang ini akan difungsikan untuk para korban asap yang akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti AC, karpet, exhaust, dan tabung oksigen. Sedangkan Gedung Serba Guna Asrama haji memiliki kapasitas 500 orang.

“Ruangan kosong yang sebelumnya ruangan olahraga ini kita fungsikan sementara untuk para korban asap. Setelah ruangan siap, warga boleh datang untuk singgah di sini terutama bagi anak- anak, balita, kaum ibu, dan juga para lansia,” jelas Belman saat meninjau lokasi rumah singgah, Minggu (25/10).

Pihaknya menyiapkan fasilitas yang sama untuk rumah singgah di Asrama Haji. Sedikit berbeda, Asrama Haji dilengkapi dengan dua kamar khusus untuk perawatan gawat darurat.

Selain fasilitas di dalam ruangan dan obat-obatan, pihaknya pun melengkapi rumah singgah PSBD dengan mobil ambulans dan juga tenaga medis serta dokter yang disiagakan.

Di luar rumah singgah yang disiapkan pemerintah, masyarakat secara mandiri yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Peduli Balita Korban Asap mendirikan tempat evakuasi di Komplek Amin Mulya TOP, Blok A12 No 12 RT 62, SU I, Jakabaring.

“Saat ini sudah ada 15 balita bersama ibunya yang singgah disana. Di sana pun dilengkapi dengan fasilitas ekshaust udara, mainan, sepeda, TV, dan video game untuk anak. Tinggal tenaga medis yang kurang. Akan dikordinaskan kepada Dinkes untuk mengiring tenaga medis ke sana,” ungkapnya.

Tak hanya itu, pada pekan ini Kementerian Sosial RI pun akan mengirimkan tenaga medis untuk perawatan psikologis trauma telling yang akan dikirimkan ke titik evakuasi rumah singgah untuk memberikan pencerahan dan hiburan bagi korban bencana.

“Kemensos juga akan mengirimkan semacam alat untuk pernapasan seperti masker yakni purifier yang mampu menyedot kotoran yang merupakan alat temuan salah satu pakar dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yang dinilai tepat digunakan untuk membantu korban asap,” jelasnya.

Selain di Palembang, rumah singgah untuk evakuasi masyarakat akibat paparan kabut asap disiapkan di OKI dan OI serta disusul oleh kabupaten/kota lainnya yang terdampak. Belman mengatakan, pihaknya telah berkordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota setempat untuk menyiapkan rumah singgah di OI dan OKI

Untuk di OKI, telah disiapkan tiga rumah singgah yakni diantaranya di Kecamatan Cengal. Sementara Rumah Dinas Bupati OI dijadikan salah satu dari tiga rumah singgah di kabupaten yang terkenal oleh produksi kemplangnya ini.

“Total di Sumsel hingga saat ini untuk rumah singgah ada delapan titik. Kabupaten/kota lainnya yang terdampak kabut asap pun sudah diinstruksikan untuk segera membuat rumah singgah,” tegasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Lesty Nuraini menjelaskan, pihaknya akan menyiapkan ruangan medis di setiap lokasi yang menjadi tempat evakuasi atau rumah singgah dilengkapi dengan tenaga medis satu dokter dengan dua perawat di setiap tempat.

Sementara itu, Komandan Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutlah) Danrem 044 Gapo Kolonel (Inf) Tri Winarno mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan untuk membuat titik evakuasi yang saat ini baru ada di OI, OKI, dan Palembang untuk menindaklanjuti keputusan Presiden dalam membuat tempat evakuasi.

“Tempat evakuasi atau rumah singgah dapat dimanfaatkan warga yang terpapar kabut asap untuk mendapatkan udara yang lebih baik dan sehat,” katanya.

Selain itu, pihaknya pun terus berupaya untuk memadamkan titik api dengan berbagai upaya walaupun saat ini bantuan pesawat dari Australia, Malaysia dan Singapore telah kembali ke negara masing-masing.

Saat ini, tinggal dua pesawat Rusia Beriev BE-200 yang disewa Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk terus menggempur memadamkan titik api di Sumsel. Beriev BE-200 yang memiliki kapasitas 12000 liter ini pun hingga saat ini masih fokus memadamkan titik api di OKI tepatnya di Air Sugihan.

“Selain Beriev BE-200, kami pun menempatkan dua air tractor di Pangkal Pinang untuk melakukan pemadaman. Masih kita gempur upayakan untuk meminimalisir kabut asap,” tandasnya. #idz

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Reuni Akbar SMP Negeri 38 Palembang Dihadiri Ratusan Alumnus

Palembang, BP Masih dalam suasana lebaran idul Fitri , keluarga besar alumni SMP Negeri 38 Palembang mengadakan acara reuni akbar ...