Home / Headline / 5 Gajah Sugihan Ikut Berjuang Padamkan Api

5 Gajah Sugihan Ikut Berjuang Padamkan Api

Palembang, BP
IMG_20151022_222624Kebakaran hutan dan lahan (karhutlah) di Sumatera Selatan semakin meluas, merambah ke kawasan konservasi. Suaka Margasatwa Padang Sugihan, Bentayang, Dangku, dan Taman Nasional Sembilang tak luput dari amukan si jago merah akibat kekeringan panjang ini.

Upaya pemadaman karhutlah di Sumsel tak hanya dilakukan oleh Mangga Agni, TNI, Polri, dan elemen masyarakat lainnya. Hewan pun turut ‘peduli’ dengan bencana ini. Matias, Gaban, Gani, Galung, dan Topan bukanlah nama manusia, melainkan gajah yang telah jinak dan dilatih di Pusat Latihan Gajah (PLG) SM Padang Sugihan.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Sumsel Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menerjunkan lima gajah tersebut untuk membantu pemadaman api karhutlah yang dilakukan oleh Manggala Agni.

Kepala BKSDA Sumsel Nunu Anugrah mengatakan, Jalur 21 SM Padang Sugihan, Banyuasin menjadi salah satu lokasi konservasi yang juga terjadi karhutlah. Pada awalnya, Manggala Agni tidak kesulitan untuk memadamkan api dengan berjalan kaki. Namun semakin hari, kebakaran terjadi di wilayah rawa gambut yang tidak terjangkau oleh manusia.

“Oleh karena itu, lima gajah yang sudah kami latih diikutsertakan dalam pemadaman. Ternyata efektif. Sejak gajah diikutsertakan, api bisa dijinakkan dalam waktu lima hari, 20-24 Oktober lalu,” ujarnya, Minggu (25/10).

Luas total SM Padang Sugihan yakni 86.932 hektar. Luasan tersebut terdiri dari 41.972 hektar non gambut, 26.748 hektar gambut berkedalaman kurang dari 40 cm, 9.516 hektar dipenuhi gambut dengan kedalaman 40-90 cm, dan 8.695 hektar dipenuhi gambut dengan kedalaman lebih dari 2,5 meter.

Di PLG SM Padang Sugihan, terdapat 30 individu gajah yang terdiri dari sembilan jantan dan 16 gajah betina dewasa, dan tiga jantan serta dua betina yang masih kecil. Lima gajah yang diperbantukan memadamkan api merupakan gajah jantan yang cekatan dan sudah biasa dibawa patroli Manggala Agni berkeliling SM Padang Sugihan.

Bila tidak sedang berpatroli dan memadamkan api, salah satu hewan yang berintelegensi tinggi ini berada di pusat pelatihan untuk diedukasi. Para wisatawan pun senang dengan objek wisata pertunjukan gajah di SM Padang Sugihan.

Nunu menjelaskan, gajah membantu petugas Manggala Agni dalam mobilisasi membawa peralatan pemadaman seperti selang ke lokasi kebakaran. Cara ini dipilih karena Manggala Agni acap kali kesulitan untuk menembus medan yang cukup jauh dan rawa gambut. Dengan bantuan gajah, dapat mengurangi beban dan pemadaman dapat dilakukan dengan cepat.

“Kami sudah melatih gajah-gajah liar ini sejak tahun 1980-an. Dulunya, gajah yang ada di PLG ini masuk ke pemukiman warga dan mengganggu. Akhirnya kami bawa ke sini untuk dilatih menanggulangi konflik, serta diberikan keterampilan. Bisa untuk awarness yang lingkupnya masuk ke dalam konservasi. Ibaratnya, gajah ditata, dibina, dan digunakan namun masih dalam konteks konservasi. Bukan hal lain,” jelasnya.

Saat ini, masih ada tiga kelompok gajah liar yang tersebar di SM Padang Sugihan. Satu kelompok terdiri dari 12-23 individu gajah. BKSDA membiarkan gajah-gajah liar ini untuk mempertahankan kawasan habitat aslinya untuk melanggengkan ekosistem.

Nunu mengakui kebakaran lahan dan hutan tahun ini dirasakan paling parah dibandingkan sebelumnya. Hal itu terlihat dengan masih banyaknya jumlah luasan lahan yang terbakar ditambah dengan dampak kekeringan yang tak kunjung usai.

Luasan lahan konservasi di Sumsel pun cukup banyak terbakar walaupun dirinya belum dapat menghitung secara jelas dan rinci berapa banyak total luasan yang terbakar.

Untuk saat ini, di lahan konservasi sumber daya alam Sumsel sejumlah satwa yang dilindungi seperti beruang dan harimau pun sempat ada yang keluar dari habitatnya. “Akan tetapi sekarang sudah kembali ke habitatnya. Untuk satwa yang lain sejauh ini aman, masih tetap berada di habitatnya,” jelasnya.

Koordinator Urusan Kebakaran Hutan dan Lahan BKSDA Sumsel Shabiliani Mareti menambahkan, total luas lahan konservasi sumber daya alam di Sumsel sekitar 256.235 hektar. Dari laporan petugas lapangan, seluas 3.584,8 hektar lahan konservasi yang terbakar namun sudah dipadamkan Manggala Agni. Sedangkan yang di luar lahan konservasi yang tergabung dalam satgas karhutlah seluas 1.124,9 hektar.

“Pemadaman khususnya di lahan konservasi dilakukan di empat wilayah. Yakni SM Padang Sugihan, SM Bentayang, SM Dangku, dan Taman Nasional Sembilang. Kebakaran tahun ini sangat parah dibandingkan tahun lalu karena sebelumnya, TN Sembilang tidak pernah terbakar. Baru tahun ini TN Sembilang terbakar,” ungkapnya. #idz

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Reuni Akbar SMP Negeri 38 Palembang Dihadiri Ratusan Alumnus

Palembang, BP Masih dalam suasana lebaran idul Fitri , keluarga besar alumni SMP Negeri 38 Palembang mengadakan acara reuni akbar ...