Home / Headline / SFC ‘Anak Ajaib’ Berprestasi

SFC ‘Anak Ajaib’ Berprestasi

*HUT Ke-11

Palembang, BP

dodi Reza (1)Sriwijaya FC (SFC) merayakan HUT Ke-11, Jumat (23/10). Meski masih seumur jagung, tapi semua gelar di Indonesia telah berhasil direbut Laskar Wong Kito.

SFC mencatatkan namanya sebagai satu-satunya klub sepakbola Tanah Air yang telah menyabet seluruh gelar di Indonesia. Hebatnya lagi, SFC mencampai prestasi itu baru berusia 10 tahun, karena musim lalu semua gelaran sebenarnya sudah full berlabuh di Bumi Sriwijaya.

“Di usia yang menginjak 11 tahun ini, dari manajemen pertama kali mengucapkan banyak terima kasih pada semua pihak yang telah memberi suport besar pada Sriwijaya FC. Pendukung setia, suporter, masyarakat Sumsel, sponsor yang sudah mengorbankan waktu dan materi demi Sriwijaya FC. Karena, selain kekuatan tim, semua elemen-elemen tersebut merupakan power yang sangat besar dan tak bisa terpisahkan dari perjalanan dan perjuangan Sriwijaya FC,” ujar Presiden SFC Dodi Reza Alex, Jumat (23/10).

SFC menjalani proses yang panjang hingga sampai sekarang. Keberhasilan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menjadi tuan rumah PON XIV pada 2004 menjadi awal sejarah SFC.

Fasilitas dan arena PON XIV yang mubazir jika tidak dimanfaatkan memunculkan ide Pemerintah Provinsi Sumsel untuk membeli klub sepakbola agar Stadion Gelora Sriwijaya di Jakabaring, Palembang, yang dibangun dengan dana miliaran rupiah dapat digunakan dan tidak rusak.

Kebetulan saat itu sepakbola Sumsel tidak mempunyai gaung di pentas sepakbola nasional, sehingga pembelian klub menjadi opsi untuk menujukkan kekuatan Sumsel di Tanah Air.

Pada 23 Oktober 2004 ditandatangani nota kesepahaman antara Muhammad Zein, pemilik Persijatim Solo FC dengan Pemrov Sumsel untuk melakukan take over oleh Pemprov Sumsel.

Prestasi yang digapai SFC tidaklah instan. Semuanya diraih dari bawah dan kerja keras semua elemen yang mendukung kelangsungan SFC. Sejak 2004 SFC harus berjuang dari bawah, dimana pada saat itu nama SFC tidaklah dikenal banyak orang, karena klub masih tergolong baru.

Pada 2005, SFC harus berjuang dari zona degradasi, perjuangan itu akhirnya tercapai dengan berhasil dengan perolehan peringkat di akhir klasemen, yakni peringkat 9 Wilayah Barat Liga Indonesia.

Pada 2006, SFC juga masih terhitung klub papan tengah dan pencapaian itu diakhiri dengan perolehan klasemen di peringkat 6 Wilayah Barat Liga Indonesia.

Seiring berjalannya waktu, manajemen SFC pada waktu itu terus belajar dari kesalahan dan berbenah diri guna menjadi klub sepakbola yang lebih baik dan profesional.

Perjuangan SFC mencapai hasil. Pada 2007, SFC menciptakan sejarah baru di Indonesia dengan menjadi klub pertama yang meraih double winner karena berhasil menjuarai Liga Indonesia 2007 dan Juara Coppa Indonesia 2007.

Kontan prestasi fenomenal yang dicapai SFC mengangkat nama SFC hingga menjadi salah satu klub besar di Indonesia.

Kehadiran SFC sebagai salah satu klub raksasa di Indonesia membuat semarak Liga Indonesia menjadi semakin berwarna dan tidak lagi menjadi liga monoton yang hanya dikuasai segelintir klub saja.

Pencapaian SFC tidak hanya sampai di situ, prestasi demi prestasi terus dicapai oleh SFC. Di tahun berikutnya, 2008, SFC kembali meraih gelar Coppa Indonesia untuk kedua kalinya secara berturut-turut. Prestasi itu membuat SFC semakin mantap dicap sebagai salah satu klub besar di Indonesia.

Bahkan di 2009/2010, SFC kembali meraih gelar Piala Indonesia 2009/2010, yang berarti Sriwijaya FC telah berhasil meraih treeble winner Piala Indonesia (Juara Piala Indonesia tiga kali berturut-turut). Prestasi itu membuat nama SFC menjadi satu-satunya klub di Indonesia yang masuk ke rekor Muri sebagai klub yang berhasil menjuarai Piala Indonesia tiga kali berturut-turut.

Hal itu membuat sejarah SFC semakin harum dengan terus menerus mewakili nama Indonesia bermain di kancah sepakbola Asia dimulai dari 2008/2009 SFC berhak mewakili nama Indonesia dengan mengikuti Liga Champions Asia.

Begitu pula pada 2009/2010. Sebagai Juara Piala Indonesia, SFC kembali mewakili Indonesia di Asia dengan mengikuti play off (kualifikasi) Liga Champions Asia, namun pada waktu itu SFC harus kandas di tangan klub singapura sehingga harus puas hanya mengikuti Piala AFC 2009.

Hingga 2010, SFC tetap mewakili Indonesia di Liga Champions Asia. Sebagai Juara Piala Indonesia 2010, maka pada 2011 kembali mengikuti play off (kualifikasi) Liga Champions Asia 2011.

Pada 2012, SFC berhasil mengulang sejarah sebagai double winner dengan menjuarai Liga Super Indonesia dan Juara Perang Bintang 2012.

Selain itu, di penghujung 2012, SFC juga berhasil menjuarai turnamen pramusim Inter Island Cup 2012. Musim 2013, SFC melengkapi tropinya dengan Juara ISL U-21.

“Ke depan, bukan hanya manajemen, tapi masyarakat Sumsel menginginkan SFC menjadi tim yang lebih besar dan berjaya lagi, Selamat Ulang Tahun untuk Sriwijaya FC, perjuangan yang telah dilalui selama ini tak akan pernah berhenti. Karena masyarakat Sumsel, suporter, pihak-pihak lain akan selalu setia mendampingi,” kata Dodi.

Kemarin, kelompok suporter SFC, Singa Mania, menyambangi Sekretariat SFC di Kompleks Palembang Square (PS), Palembang. Suporter Singa Mania membawa dua kue bercorak SFC lengkap dengan lilinnya.

Singa Mania disambut bek tengah SFC, Abdoulaye Maiga, Sekretaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Faisal Mursyid, dan Sekretaris SFC Achmad Haris. Sebelum meniup lilin sebagai simbolis perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) SFC, suporter dan manajemen memanjatkan doa agar keberhasilan selalu bersama SFC.

“Harapan kita Sriwijaya FC lebih baik lagi, kami selalu mendukung pelatih, pemain, dan manajemen Sriwijaya FC, semoga di usia 11 tahun tim ini semakin berprestasi,” kata suporter SFC. # zal

 

Tropi Gelar Juara SFC:
1. Indonesia Super League 2007
2. Indonesia Super League 2012
3. Piala Indonesia 2008
4. Piala Indonesia 2009
5. Piala Indonesia 2010
6. Inter Island Cup 2010
7. Inter Island Cup 2012
8. Community Shields 2010
9. Perang Bintang 2012
10. ISL U-21 2013

 

x

Jangan Lewatkan

Terjatuh Ditarik Korbannya, Begal Nyaris Tewas

Palembang, BP–Heri Dermawan (42) nyaris tewas setelah diamuk massa karena gagal kabur usai melakukan aksi begal di kawasan Monpera, Kamis ...