Home / Headline / ISPU Capai Tingkat Berbahaya

ISPU Capai Tingkat Berbahaya

Jakarta, BP

PicsArt_1445588937656Rapat Kordinasi khusus yang membahas tentang sosialisasi penanganan dampak asap terhadap masyarakat digelar di Kantor Kementrian Koordinator Bidang Hukum, Politik dan Keamanan, Jl Merdeka Barat, Jakarta Pusat, dipimpin Menko Polhukam Luhut Panjaitan. Dalam rapat tersebut, Luhut memerintahkan kepala daerah untuk cepat tanggap jika ada keluhan di masyarakat.
Seusai rapat, Menteri Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani mengatakan, pemerintah telah menetapkan status darurat Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di lima provinsi terdampak asap. Pemerintah daerah setempat wajib memberikan peringatan terhadap warganya.
Lebih jauh Puan Maharani mengatakan, ISPU di lima provinsi, Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan sudah mencapai tingkat berbahaya.
“Hari ini ISPU yang ada di lima provinsi tersebut, khususnya di Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan itu sudah hampir mencapai 300, di mana menurut kesehatan ISPU 300 itu sudah tidak sehat, bahkan berbahaya bagi kondisi kesehatan di wilayah-wilayah yang kemudan terkena dampak dari asap,” kata Puan.
Dengan ditetapkannya status darurat ISPU, pemerintah daerah wajib memberikan perhatian kepada warganya terkait kualitas udara tersebut.  “Semua provinsi harus memberikan perhatian atau memberikan pemberitahun pada masyarakat yang ada di wilayahnya yang terkena dampak asap,” kata Puan.
Sementara itu, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan, dalam rapat telah disepakati bahwa pemerintah akan memasang shelter yang dilengkapi air purified atau alat penjernih udara
di yang terkena dampak. “Persiapan infrastruktur di penampungan dari tempat bencana sudah siap semuanya tinggal tunggu persetujuan,” kata Khofifah.
Ditambahkan Khofifah, Satu shelter nantinya akan menampung 200 lebih pengungsi. Dengan dipasangkan air purified maka asap tak akan masuk ke tempat penampungan pengungsi tersebut. “Bahkan kapal-kapal perang rumah sakit pun akan kita berangkatkan besok akan kita tentukan itu akan disandarkan ke mana. 7 kapal perang, kapal pelni juga kita siapkan. Kita akan membawa semua perlengkapan dari semua Kementerian/Lembaga yang memang dibutuhkan untuk bisa dibawa ke lima provinsi,” lanjut Khofifah.
Pelaksanaan evakuasi akan dilakukan segera setelah mendapat laporan dari pemerintah daerah. Data-data lengkap mengenai titik terdampak dan yang akan dipasangi shelter dimiliki oleh pemerintah daerah. #rif

x

Jangan Lewatkan

Dana Bantuan 11 Parpol Di Sumsel Tahun 2017 Capai Rp 2.030.811.552

Palembang, BP Hingga saat ini Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sumsel belum menerima secara resmi petunjuk pelaksanaan (juklak) ...