Home / Headline / Pesawat Amfibi Rusia Gempur Air Sugihan

Pesawat Amfibi Rusia Gempur Air Sugihan

BP/MARDIANSYAH PESAWAT MULTI FUNGSI-Poccnn pesawat multi fungsi bantuan dari Negara Rusi telah mendarat di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang terkait pemadaman kebakaran lahan dikawasan Sumsel, Rabu (21/10)

BP/MARDIANSYAH

Palembang. BP

Dua pesawat Beriev BE-200 dari Rusia difokuskan melakukan waterbombing di wilayah Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir. Komandan Satgas Operasi Udara Danlanud Palembang Letkol (Pnb) Muhammad Riza Fahlefie, mengatakan, dua pesawat asal Rusia Beriev BE-200 telah berada di Pangkal Pinang.

Lokasi Pangkal Pinang yang hanya dipisahkan oleh Selat Bangka dekat dengan Air Sugihan. Oleh karena itu pesawat Rusia difokuskan untuk melakukan pemadaman di sana.

“Pesawat disiagakan di Pangkal Pinang agar saat melakukan pengeboman tak terhalang kabut asap. Posisinya bila dari Pangkal Pinang ini, pengemboman datang dari arah belakang asap. Jadi tidak terhalang oleh asap,” ujarnya, Kamis (22/10).

Selain dua Beriev BE-200, dua air traktor pun dialihkan ke Bandara Depati Amir, Pangkal Binang, Bangka Belitung, untuk memudahkan pemadaman titik api. Saat ini, total 13 armada yang membantu pengeboman, sebagian besar melakukan pemadaman di OKI dan Musi Banyuasin.

Menurut Riza, telah ada permintaan pemadaman dari Balai Taman Nasional Sembilang, Kabupaten Banyuasin. Kabut asap telah mengganggu ketenangan ekosistem flora dan fauna di taman nasional ini. “Kami tetap upayakan untuk bisa melakukan waterbombing di Sembilang. Kami pun tak mau kalau Taman Nasional ini terbakar,” tegasnya.

Kepala Balai Taman Nasional Sembilang Syahimin mengatakan, Oktober ini memasuki musim migrasi burung ke Sembilang. Dirinya mengatakan, pekatnya kabut asap akan mengganggu kedatangan burung yang datang bermigrasi ke TN Sembilang.

Seharusnya, burung migran sudah ada yang mulai berdatangan pada Oktober hingga puncak migrasi yang terjadi pada November-Desember. Dirinya pun khawatir bila kebakaran meluas akan membuat gagalnya ribuan burung untuk migrasi ke Sembilang.

Syahimin mengatakan, area Taman Nasional Sembilang sudah mulai terbakar. Tercatat ada ribuan hektar yang terbakar di TNS tersebut.  Area yang masih terbakar di sebelah utara perbatasan Jambi karena sulit dijangkau melalui darat.

“Estimasi kebakaran di Sembilang ini sudah beberapa ribu hektar di bagian utara dan sekitar 600 hektar terbakar di bagian selatan. Ini baru estimasi, karena kita juga belum mengecek lokasi langsung,” ungkapnya.

“Sekitar dua minggu lalu, ada Harimau Sumatera dan Harimau Hitam yang masuk ke pemukiman warga dan sempat memakan bebek milik warga. Tentu ini artinya, habitat hewan tersebut terganggu,” jelasnya.Oidz/det

x

Jangan Lewatkan

Ratusan Kades di OI Sudah 9 Bulan Belum Gajian

Inderalaya, BP–Sebanyak 227 kepala desa beserta para perangkat desa se Kabupaten Ogan Ilir (OI) kesal, mereka mengeluhkan tunjangan alias gaji ...