Home / Headline / Kapolda Minta Polresta Segera Memproses

Kapolda Minta Polresta Segera Memproses

#Pengancaman Wartawan ‘BeritaPagi’

Palembang, BP

Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Iza FadriInilah potret  proses hukum yang melibatkan oknum polisi. Laporan warga yang merasa terancam akan dibunuh oleh oknum polisi terkesan berjalan di tempat. Padahal, warga yang menjadi korban pengancaman ini kini harus meninggalkan rumahnya lantaran keluarganya trauma dengan aksi arogan sang oknum Babin Kamtibmas Polsek SU I, Palembang ini.

Kondisi ini pula yang membuat Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Iza Fadri gerah dengan lambatnya penyelidikan kasus pengancaman terhadap Wakil Redaktur Pelaksana BeritaPagi (BP) Hasandri Agustiawan. Pasalnya, kasus ini terkesan mandek dan jalan di tempat.

Terlapor dalam kasus ini adalah anggota polisi yang bertugas di Polsek Seberang Ulu (SU) I Aiptu Ibnu Umar, yang diduga melakukan pengancaman pembunuhan. Selain itu istri dan anak sang oknum juga diduga menghina profesi wartawan dan melakukan penganiayaan.

Seperti diketahui, berkas perkara tersebut telah dilimpahkan Propam Polda Sumsel ke Mapolresta Palembang. Namun prosesnya tidak berjalan seperti yang diharapkan. Kapolda Sumsel pun meminta agar berkas segera dinaikkan dan dapat ditindaklanjuti.

Pernyataan jenderal bintang dua ini dilontarkan setelah mengetahui berkas perkara yang dilimpahkan ke Mapolresta Palembang, Senin (5/10) lalu, sampai saat ini belum ditindaklanjuti dengan pemanggilan terhadap oknum aparat yang menjabat sebagai Bintara Pembinaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Babin Kamtibmas) di Mapolsek Seberang Ulu (SU) I Palembang oleh Propam Polresta Palembang.

“Saya akan meminta berkas perkara ini segera dinaikkan agar dapat segera diproses. Karena yang menjadi korban di sini bukan dilihat seorang wartawan melainkan sebagai masyarakat juga sama semua,” tegas Iza, saat ditemui di Mapolda Sumsel, Kamis (22/10).

Disinggung mengenai lambannya Polresta Palembang yang telah menerima berkas dari Propam Polda Sumsel dan tak ada kelanjutan karena yang dilaporkan adalah seorang anggota Polri, dijelaskan Iza, berkas tersebut pasti akan dimajukan. Menurutnya, dalam mengusut tuntas kasus ini polisi tidak akan pilih kasih. “Kami tidak akan memilih-memilih dan tak ada yang kami lindungi,” pungkas Iza.

Sementara pelapor, Hasandri Agustiawan merasa bersyukur dengan sikap Kapolda Sumsel ini. Ia merasa sebagai pimpinan tertinggi Polri di Sumsel Kapolda bersikap arif dengan mengedepankan keadilan hukum. Pernyataan Kapolda ini setidaknya memberikan angin segar bagi pelapor dan keluarga bahwa di muka hukum semua warga negara sama.

Hasandri mengaku keluarganya merasa terancam dan tertekan dengan ancaman yang dilakukan oknum anggota Polri ini. Apalagi ancaman pembunuhan dilakukan di depan istri dan anak korban sehingga ini menimbulkan trauma yang mendalam.

Buntutnya, Hasandri dan keluarga terpaksa meninggalkan kediaman untuk menghilangkan trauma keluarga atas intimidasi dan ancaman yang dilakukan yang bersangkutan beserta istri dan anak- anaknya tersebut.#rio

 

x

Jangan Lewatkan

12 Teroris Berencana Serang Kantor Polisi di Sumsel

Palembang, BP–Sebanyak 12 terduga teroris yang ditangkap tim Densus 88 Antiteror pada Minggu (10/12) lalu masih menjalani pemeriksaan di Mako ...