Home / Headline / Kado Ultah ke-11 Sriwijaya FC

Kado Ultah ke-11 Sriwijaya FC

Palembang, BP
sfc v persib (1)Sriwijaya FC genap berusia 11 tahun hari ini, runner up Piala Presiden kado terindah.

Sriwijaya FC didirikan ϑĩ Jakarta dengan nama Persijatim Jakarta Timur pada tahun 1976, karena alasan finansial, klub ini sempat pindah ke Solo dan menjadi Persijatim Solo FC pada tahun 2002 hingga 2004 resmi menjadi Sriwijaya FC. Setelah itu klub ini dibeli oleh pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan diganti namanya menjadi Sriwijaya FC Palembang.

Awalnya, logo Sriwijaya FC berbentuk lingkaran bertuliskan Sumatera Selatan Bersatu Teguh mempunyai arti bahwa
Sriwijaya FC dapat digunakan sebagai salah satu sarana untuk mewujudkan kesatuan yang bulat dari seluruh masyarakat di Provinsi Sumatera Selatan.

Logo Sriwijaya FC selalu terdapat simbol Burung Elang mulai dari logo awal hingga logo baru Sriwijaya FC selalu ada simbol Burung Elang, maka Sriwijaya FC diberi julukan tambahan selain Laskar Wong Kito julukan keduanya Sriwijaya FC adalah Elang Andalas (Elang Sumatera).

“Tak terasa sudah 11 tahun Sriwijaya FC bersama kita, besok (hari ini-red) ulta ke-11 SFC, semoga semakin jaya,” kata Sekretaris PT SOM Faisal Mursyid, Kamis (22/10).

Tiga hari sebelum hari ulang tahunnya, Sriwijaya FC melakoni partai final Piala Presiden 2015 melawan Persib Bandung di Stadion Gelora Bung Karno, Minggu (18/10) lalu.

Meski berakhir dengan kekalahan 0-2 dari Persib dipartai puncak, tapi Sriwijaya FC sudah dianggap meraih prestasi dengan berada diposisi runner up Piala Presiden. Sriwijaya FC bahkan menyingkirkan Arema Cronous di babak semifinal dengan agregat 3-2.

“Itu sebuah prestasi, belum lagi Sriwijaya FC menjadi tim fair play,” ujarnya.

Sebuah torehan luar biasa bagi Laskar Wong Kito ditengah minimnya persiapan mengingat ketidak jelasan sepakbola Indonesia sebelumnya. Tapi dengan kerja keras, sekali lagi elang Sumatera terbang tinggi. Keluar sebagai runner up sekaligus tim fair play menjadi torehan luar biasa dan kado terindah.

“Semoga kita semakin lebih baik lagi, bertambahnya usia diharapkan Sriwijaya FC lebih baik lagi,” jelasnya.

Di tempat yang berbeda, kelompok suporter Sriwijaya FC sepertinya juga belum menyiapkan acara khusus buat merayakan ulta Sriwijaya FC. Ulta Laskar Wong Kito nyaris terlupakan karena memang sepakbola di Indonesia sedang tengelam dengan tidak adanya kompetisi, akibat sanksi FIFA karena gesekan antara Menpora dan PSSI.

Biasanya, ketika Sriwijaya FC merayakan ulang tahunnya, kompetisi tengah berjalan dan masuk tahap akhir. Tapi karena tidak ada kompetisi sehingga banyak pihak nyaris lupa akan hari bersejarah tim kebanggaan Sumsel ini.

“Kita akan ada acara kecil-kecilan, tapi belum tahu tempatnya,” kata Ketua Singa Mania Ariyadi Eko Neori.

Singa Mania menegaskan, akan selalu ada sampai kapanpun buat mendukung Laskar Wong Kito. Pelatih ataupun pemain bisa silih berganti, tapi Singa Mania selalu ada buat mendukung Sriwijaya FC. Singa Mania berharap, Sriwijaya FC dapat tampil lebih baik lagi dan semakin banyak gelar yang dipersembahkannya. #zal

x

Jangan Lewatkan

Striker Baru SFC, Ternyata Punya Tulang Kuat

Palembang, BP–Penyerang anyar Sriwijaya FC Manuchekhr Dzhalilov menjalani tes medis di Rumah Sakit Siloam Sriwijaya, Selasa (12/12). Ternyata bomber asal ...