Home / Pariwisata / DPD RI Akan Bentuk Pansus Asap

DPD RI Akan Bentuk Pansus Asap

Jakarta, BP
Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Abdul Aziz menyatakan, pihaknya  akan membentuk panitia khusus (Pansus) terkait bencana asap yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Pembentukan Pansus itu disepakati  sudah mendapat persetujuan dari 25  anggota yang dibahas dalam rapat komite di Gedung DPD RI, Jakarta, Kamis  (22/10).
Menurut   Abdul Aziz, pembentukan   pansus tersebut sangat mendesak   untuk mencari solusi bagaimana cara mengurangi titik api sehingga jumlah korban menurun.
“Ini pansus akan dibawa ke paripurna. Biar kita tahu persis masalah yang ada dalam bencana asap tersebut. Masalah tersebut segera dibahas anggota DPD RI,” ujar Senator dari Provinsi Sumatera Selatan ini di Gedung DPD Jakarta, Kamis (22/10). nya kemarin (22/10) usai rapat.
Aziz menganggap masalah bencana asap perlu diketahui   dari hulu sampai hilir. Supaya prioritaskan penanganan penanggulangan asap. Semua pihak harus bersama menangani masalah bencana asap tersebut . “Pansus akan segera bekerja menangani masalah itu. Kita akan memanggil sejumlah pihak terkait bencana asap. Siapa saja pihaknya nanti akan kita panggil,” tambahnya.
Sementara itu  Direktur Pencegahan  Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)  M Tambunan menyatakan kebakaran hutan dan lahan masih meluas. Tercatat 2.742 hotspot di Indonesia kemarin. Daerah yang banyak hotspot adalah Papua 744 hotspot, Sumatera Selatan 703, Kalimantan Tengah 462, Kalimantan Barat 290, dan Kaltim 153.
Asap pekat masih mengepung Sumatera, Kalimantan dan sebagian Papua. Jarak pandang tadi pagi, Padang 1.200 m, Pekanbaru 50 m, Jambi 700 m, Palembang 1.000 m, Pontianak 400 m, Ketapang 300 m, dan Palangkaraya 100 m. Kualitas udara sebagian besar daerah di Riau, Jambi, Kalbar dan Kalteng pada level berbahaya. Hal ini terpantau dari indeks kualitas udara (PM10) di Pekanbaru 600 ugr/m3 Berbahaya,  Jambi 712 Berbahaya, Palembang 316 Sangat Tidak Sehat, Pontianak 555 Berbahaya, Banjarbaru 121sedang, Samarinda 178 tidak sehat, dan Palangkaraya 1.496.

Palangkaraya, Jambi dan Pekanbaru nyaris terisolir selama lebih dari 2 bulan karena terkepung asap. Jutaan masyarakat terpapar langsung oleh asap sehingga menyebabkan kerugian ekonomi yang sangat besar. Hingga saat ini tercatat penderita ISPA mencapai 450.431 jiwa sejak Juli hingga sekarang yaitu Riau 65.232, Jambi 90.747, Sumsel 101.332, Kalbar 43.477, Kalteng 52.213, dan Kalsel 97.430. Diperkirakan jumlah sebenarnya jauh lebih besar karena banyak masyarakat yang tidak berobat ke puskesmas datau rumah sakit sehingga datanya tidak tercatat.

Operasi udara, darat, penegakan hukum, pelayanan kesehatan dan sosialisasi terus dilakukan oleh pemerintah. 4.543 personil TNI dari Jakarta telah dikirim ke Sumsel, Riau, Kalteng dan Kalsel memperkuat satuan wilayah disana. #duk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Kampoeng Palembang, Wisata Kuliner Baru Bernuansa Klasik di Palembang

Palembang, BP–Kampoeng Palembang mengadakan soft opening di Jalan Letjen Harun Johar, Ruko 8, 9, 10, RT 40, Kelurahan Kebun Bunga, ...