Home / Headline / Kisah Luhut dan Sopir Bus Medan

Kisah Luhut dan Sopir Bus Medan

DSCN2619MENTERI Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Luhut Binsar Pandjaitan didampingi Menteri Lingkungan Hidup Dr Ir Siti Nurbaya, MSc, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Pol Drs Badrodin Haiti, dan Gubernur Sumsel H Alex Noerdin beserta Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Purwadi Mukson, SIP dan Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Drs Syaeful Zacrhi serta Walikota Palembang Harnojoyo, Selasa (20/10), mengunjungi Provinsi Sumsel.

Kegiatan kunjungan Menko Polhukam dan rombongan tersebut selain meninjau langsung titik api yang berada di sejumlah daerah di Sumsel terutama Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), juga mengunjungi SDN 155 di Jalan Pesantren, SMB II, Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, Palembang.
Dalam dialog bersama siswa-siswi tersebut, Luhut menyampaikan beberapa pesan. Diawali dengan memperkenalkan dirinya yang lahir dekat Danau Toba, Sumatera Utara dan besar di Rumbai, Riau namun menyelesaikan SMA di Bandung.
Luhut datang ke Sumsel dan menyampaikan salam Presiden Jokowi, “Pemerintah ingin masalah asap ini cepat selesai. Asap ini bisa terjadi karena dua hal, pertama kebiasaan kita membakar lahan dalam kondisi kering, itu berakibat seperti kebakaran sekarang ini; kedua  karena pengusaha-pengusaha tidak disiplin dalam melakukan pembersihan lahannya. Sekarang saya datang untuk anak-anak sekolah yang saya cintai dan saya banggakan,  juga ibu dan bapak guru,” katanya.
Mantan pengurus DPP Golkar ini mengisahkan waktu dirinya kecil di mana ayahnya berpangkat Peltu zaman revolusi. “Letnan, lalu rasionalisasi menjadi peltu. Dia berhenti, pensiun, lalu jadi sopir. Ayah saya itu sopir bus Sibualbuali namanya, antarkota dari Medan sampai Padang, Bukit Tinggi. Ibu saya ibu rumah tangga, SD tidak tamat, tapi kami bersaudara lima orang semua sekolahnya jadi. Adik saya perempuan menyelesaikan doktornya di luar negeri dan jadi duta besar, ayah saya yang jadi sopir bus tadi karena belajar sendiri otodidak dan lulus, akhirnya dikirim ke Kornel di Amerika untuk menyelesaikan studinya,” kata Luhut.
Dari kisah tersebut, menurut Luhut, anak-anak SD jangan pernah kecil hati, apapun latar belakang keluarga, semuanya bisa jadi seseorang.
“Saya ini meniti karir dari bawah, anak seorang seorang sopir Sibualbuali dan ibu saya tidak pernah tamat SD, tapi saya tidak pernah malu menyampaikan itu di mana pun. Kalian juga harus semangat untuk menjadi seseorang. Ini mungkin yang perempuan jadi menteri seperti Ibu Siti, yang laki-laki mungkin bisa menjadi Kapolri atau jadi gubernur atau jadi panglima TNI, tapi itu muaranya kepada bapak-bapak dan ibu-ibu guru, bagaimana ibu-ibu dan bapak-bapak mendidik anak ini, itu menjadi kata kunci, tidak hanya secara intelektual saja tetapi hatinya harus lebih baik, karena banyak pejabat kita yang pintar-pintar tapi hatinya kurang baik, saya hanya menyampaikan pesan itu saja,” ujarnya.
Luhut lalu menjelaskan, tujuannya datang ke Sumsel kali ini masih untuk memantau kebakaran lahan dan hutan dan upaya pemadaman api dan asap di Sumsel. Ia meminta guru-guru SDN 155 Palembang ikut menyosialisasikan kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lagi sampai keadaan membaik. Karena asap ini sampai kemana-mana, termasuk Singapura tertutup asap.
“Kita sendiri di Palembang, Jambi, Pekanbaru, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan juga mengalami hal yang sama. Saya berharap kita semua kerja sama, kita kerja meyakinkan teman sekeliling untuk satu padu menghadapi keadaan seperti ini. Saya berdoa semoga tuhan memberikan hujan cepat dan semoga pemadaman api ini bisa bagus. Penutup buat anak-anak, cucu-cucu, saya bilang belajar yang bagus, jadi manusia yang baik, hatinya bagus, otaknya bagus dan guru-guru didiklah murid-murid bapak ibu semua ini agar menjadi manusia yang berguna bagi bangsa dan negara. Selamat berkerja,” Luhut mengakhiri sambutannya.
Gubernur Sumsel H Alex Noerdin juga sempat memberikan guyon kepada guru-guru dan siswa dan siswi SDN 155 Palembang ini  dengan menyapa ramah mereka semua.
“Apo kabar, kelas berapo, tahu siapa yang datang, siapo? Itu ada Pak Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Luhut Binsar Pandjaitan, ada Pak Menteri Lingkungan Hidup, ada Ibu Dr Ir Siti Nurbaya, MSc, Pak Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dan Pak Kapolri Jenderal Pol Drs Badrodin Haiti dan Pak Walikota Palembang,” katanya.
Kedatangan mereka menurut Gubernur akan membantu Sumsel dalam memadamkan kebakaran hutan dan lahan serta asap di Sumsel.
“Mereka bantu kito untuk sama-sama madamkan api, hilangkan asap, jadi ucapkan terima kasih kepada para pejabat dari Jakarta ini telah membantu habis-habisan, dan juga banyak juga dari luar negeri ada dari Singapura, ada Malaysia, Australia, malam nanti datang  dari Rusia, alhamdulillah banyak yang bantu,” katanya. #oskandar

x

Jangan Lewatkan

12 Teroris Berencana Serang Kantor Polisi di Sumsel

Palembang, BP–Sebanyak 12 terduga teroris yang ditangkap tim Densus 88 Antiteror pada Minggu (10/12) lalu masih menjalani pemeriksaan di Mako ...