Home / Headline / Kekeringan, Ketek Pun Tak Bisa Nyeberang

Kekeringan, Ketek Pun Tak Bisa Nyeberang

IMG20151020122726Musim kemarau panjang membuat Sungai Lematang dangkal. Warga Bumi Serapat Serasan pun berjibaku mengeruk sungai agar perahu mudah menyeberang.

RIUH suara warga Desa Tanjung Dalam Kecamatan Tanah Abang terdengar pada Rabu ( 21/10). Ternyata mereka sedang berjibaku bahu-membahu mengeruk pasir dan lumpur Sungai Lematang. Ini mereka lakukan agar sungai yang surut bisa lebih dalam sehingga perahu mereka bisa berlayar.

Selama ini, jika ingin menyeberangi Sungai Lematang, warga harus berjalan atau berenang ke tengah sungai karena perahu tidak bisa bersandar hingga ke bibir sungai.

Baharni, Kepala Desa Tanjung Dalam, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), sengaja mengerahkan seluruh warganya agar bahu-membahu mengeruk Sungai Lematang yang sudah dangkal akibat kekeringan.

Menariknya, ratusan warga Desa Tanjung Dalam hanya menggunakan alat seadanya untuk mengeruk sungai penyeberangan dari Desa Tanjung Dalam menuju Desa Sungai Medang, Kecamatan Cambai, Kota Prabumulih. Tujuannya agar perahu ketek sebagai akses satu satunya warga setempat bisa menyeberangi Sungai Lematang.

“Kami pemerintah desa melakukan kegiatan ini dengan peralatan seadanya. Alhamdulillah begitu besar antusias warga membantu mengeruk Sungai Lematang agar perahu ketek sebagai akses penyeberangan warga setempat bisa digunakan,” ujarnya.

Ratusan warga terdiri anak-anak, remaja, dewasa, ibu–ibu, dan pria dewasa memadati Sungai Lematang. Mereka menggunakan piring, cangkul, sekop, baskom, atau alat lainnya untuk mengeruk Sungai Lematang yang dangkal.

Doni (28), warga  Desa Tanjung Dalam, mengatakan, kedangkalan Sungai Lematang sudah terjadi sejak tiga bulan terakhir. “Ya sungai ini akses penghubung satu-satunya antara Desa Tanjung Dalam menuju Desa Sungai Medang, Kecamatan Cambai, Prabumulih. Mau tidak mau kami harus bahu-membahu mendalami sungai ini walaupun menggunakan alat seadanya,” ujarnya.

Ia mengaku sedih melihat yang terjadi dengan warga Desa Tanjung Dalam akibat pendangkalan sungai ini. Pasalnya, warga kesulitan untuk menyeberang menggunakan perahu ketek akibat sungai dangkal.

“Bukan hanya anak-anak saja, mulai pagi hari hingga sore,  kami dan warga berbondong-bondong menggali sungai, ” tambah Doni.

Doni sangat berharap pemerintah bisa membantu memasukkan alat berat untuk membatu mengeruk Sungai Lematang. “Kami minta agar Pemerintah bantu kami, ke depan Sungai Lematang agar dikeruk sehingga akses kami tidak terhambat, ” pungkas Doni. # habibi m aribi

x

Jangan Lewatkan

Mosi Tak Percaya Ke OSO, Puncak Kekecewaan

# Segera Laksanakan Munaslub Palembang, BP Ketua DPD Partai Hanura Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), H Mularis Djahri mengatakan, bahwasanya mosi ...