Home / Headline / Imbauan Setengah-setengah Kominfo Soal Sampah

Imbauan Setengah-setengah Kominfo Soal Sampah

Palembang, BP

BP/MARDIANSYAH PEMBERSIHAN SAMPAH-Wali Kota Palembang Harnojoyo bersama dinas terkait dan warga melakukan pembersihan sampah dipinggiran sungai musi dalam keadaan air surut,Minggu (20/9)

BP/MARDIANSYAH
PEMBERSIHAN SAMPAH-Wali Kota Palembang Harnojoyo bersama dinas terkait dan warga melakukan pembersihan sampah dipinggiran sungai musi dalam keadaan air surut,Minggu (20/9)

Selaku Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Palembang sudah selayaknya imbauan yang diberikan kepada masyarakat harus tegas. Bukan alakadarnya, dan terkesan tidak ikut andil akan suatu masalah yang ada pada masyarakat.

Padahal, Walikota Palembang  Harnojoyo sudah memberikan contoh dalam program ‘Ayo Kerja’ jika pemimpin harus turun langsung ke tengah-tengah masyarakat. Pemerintah Kota bahkan, sudah mencanangkan berbagai program agar Kota Palembang makin bersih menjelang Asian Games hingga setelahnya.

“Ini dihimbau agar pemilik kendaraan tidak membuang sampah sembarangan di jalan. Tapi kami hanya menghimbau, untuk pengawasan dan penyediaan kotak sampah itu dikembalikan kepada dinas terkait,” kata Kepala Diskominfo Kota Palembang Dicky Tatung, Selasa (20/10).

Menurut dia, imbuan ini sudah dilakukan sejak lama untuk penyediaan kotak sampah dikembalikan kepada Dinas Kebersihan Kota (DKK) Palembang. Sementara Kominfo hanya sebatas mengimbau. “Kami hanya imbau saja, selebihnya dinas terkait,” kilah Dicky.

Kepala Satuan Pol PP Kota Palembang Tatang Duka Direja terkait hal ini mengaku belum ada rencana untuk razia kendaraan yang tidak memiliki tempat sampah. Hanya saja jika diminta oleh pihak terkait atau ada laporan masyarakat pihaknya segera bertindak.

“Sal Pol PP ini sebagai penegak Perda, kalau ada pelanggaran bisa kami tindak. Bila nanti pihak Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait meminta untuk melakukan razia kami akan lakukan,” kata Tatang.

Pihaknya mengakui, pemilik kendaraan baik pribadi maupun angkot rentan membuang sampah ke jalan. Apalagi fungsi pengawasan tidak mudah. Pihaknya sendiri siap melakukan razia jika diminta pihak terkait, hanya saja untuk kesadaran masyarakat perlu ditingkatkan.

Walikota Palembang H Harnojoyo melalui Kepala Bagian Humas dan Protokol Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan jika memang pemilik kendaraan tidak mengindahkan himbauan tersebut, maka pemilik kendaraan akan diberikan surat peringatan, bahkan memberikan sanksi.

“Sebenarnya ketika imbauan itu diberlakukan sejak lama, apalagi itu sudah ada dalam perda untuk tidak membuang sampah sembarangan, kepada pemilik angkot bisa sampai ke pencabutan izin trayek, bahkan pemilik mobil pribadi juga bisa disanksi tetang menganggu ketertiban masyarakat,” katanya.

“Memang sanksi khusus sampai saat ini belum ada kepada mobil pribadi, namun pemerintah meminta agar pemilik kendaraan pribadi sadar dan tidak membuang sampah sembarangan terutama di jalanan,” katanya.

Pantuan di lapangan, bukan rasia umum lagi jika Kota Palembang masih sangat minim pengawasan akan pembuangan sampah ini. Tidak usah berbicara pada sub jalan. Di jalan protokol saja masih sering terjadi aksi buang botol air mineral ke jalan.

Jika ditanya tentang pengawasan teknologi menggunakan CCTV, pastinya sangat minim. CCTV untuk pengawasan jalan saja, masih sering padam dan tidak me-record Pernahkah ada tindakan ataukah denda bagi masyarakat, itu bahkan nyaris tidak terdengar.

“Ini masalah klasik yang tidak pernah ada trobosan tegas dari pemerintah, jalan protokol ada berapa CCTV yang menyala?, mungkin pemerintah juga tidak tau. Apalagi bicara soal buang sampah sembarangan yang terekam CCTV,” kata Rusli warga sekitar Simpang Caritas yang mengaku sering pungut botol mineral di depan tokonya.

Rusli mengatakan, botol kadang dilempar seenaknya jidat, sampai-sampai menganggu pengendara yang ada dibelakangnya. Tidak  hanya itu, saking nyamannya buang sampah di Palembang, limbah sisa makanan ataukan itu bangkai binatang, ada yang dilempar ke tengah jalan pada malam hari.

“Sebagai masyarakat cukup menyayangkan, jika mau ditelusuri setiap saluran air di Kota Palembang saya rasa sudah sangat parah sampah dan limbahnya,” ucap Rusli. #ren

x

Jangan Lewatkan

Ketika Ibu-Ibu Datangi Kantor Kejati Sumsel, Soroti Tender Proyek LPSE

Palembang, BP Puluhan orang yang tergabung dalam Masyarakat Miskin Kota (MMK) Sumatera Selatan (Sumsel) yang kebanyakan ibu-ibu yang berprofesi sebagai ...