Home / Headline / Crane Hotel 101 Timpa 5 Rumah Warga

Crane Hotel 101 Timpa 5 Rumah Warga

Palembang, BP

Crene robohCrane setinggi sekitar 30 meter dan berat mencapai 100 ton roboh menimpa lima unit rumah warga, di Jalan Rajawali, Lorong Pipit 1, RT22/RW 05, Kelurahan 9 Ilir, Kecamatan Ilir Timur (IT) II Palembang, Selasa (20/10) malam.

Selain menimpa rumah, crane yang memiliki panjang 50 meter ini juga menimpa sedikitnya dua mobil, Honda Civic dan Kijang Innova milik Tedi (60), yang rumahnya tertimpa crane.

Beruntung, musibah crane yang digunakan dalam pembangunan Hotel 101 Palembang ini tidak memakan korban jiwa. Namun, rumah-rumah yang tertimpa hancur setelah tertimpa crane tersebut.

Ditemui di lokasi kejadian, Jefri (26), yang rumahnya tertimpa crane, mengaku telah beberapa kali melakukan protes terhadap pembangunan Hotel 101 tersebut. Terlebih, terdapat penegakan crane yang letak pembangunannya persis di dalam komplek perumahan warga.

Menurutnya, awalnya pada Sabtu (17/10) lalu, warga meminta crane tersebut segera diturunkan karena posisinya sudah tampak miring. Namun, permintaan tersebut tidak ditanggapi oleh kontraktor dan operator crane dengan alasan masih aman. “Sudah kami ingatkan Sabtu kemarin, cranenya miring. Bahaya jika nantinya roboh, pasti menimpa rumah kami. Kata mereka masih aman,” ujar Jefri.

Tak terima atas kejadian ini, ia meminta pendirian pembangunan hotel ini tak dilanjutkan atau dicabut izinnya. Mengenai kerugian, dirinya belum dapat memastikan nominalnya, namun sudah jelas mencapai ratusan juta.

Sementara itu, operator crane Diki (26), mengatakan, robohnya crane diduga karena faktor tekstur tanah yang tak stabil. Bahkan, sebelum musibah ini terjadi, crane itu sudah dalam kondisi tidak beroperasi melainkan sedang berhenti sejak empat hari persisnya sejak hari Sabtu lalu.

“Sebenarnya juga sudah akan diturunkan karena sebelumnya memang sudah dalam keadaan miring. Jadi, sejak hari Sabtu itu memang sudah miring maka dari itu akan diturunkan,” jelas Diki.

Kapolresta Palembang Kombes Pol Tjahyono Prawoto didampingi Kasat Reskrim Kompol Maruly Pardede menjelaskan, setelah mendapat informasi tersebut pihaknya langsung mendatangi lokasi kejadian guna melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) bersama Tim Labfor dari Polda Sumsel.

Dijelaskan Tjahyono, pihaknya juga akan memintai keterangan dari operator crane dan pihak manajemen terkait robohnya crane ini. Tim saat ini sudah membawa pekerja, operator, pimpinan proyek sekitar 4 orang ke Mapolresta Palembang untuk dimintai keterangan. “Apakah ada unsur kelalaian akan diperiksa. Jadi tim sedang bekerja dan mulai besok (hari ini-red) akan di pasang garis polisi,” pungkas Tjahyono.#rio

x

Jangan Lewatkan

Sosialisasi Pilgub Sumsel Dan Pemilu, KPU Sumsel Libatkan Stekholder Terkait

Palembang, BP Dalam melaksanakan kegiatan sosialisasi tahapan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) yaitu Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumatera Selatan (Sumsel) 2018 ...