Home / Headline / APBD Harus Alokasikan Dana Asap

APBD Harus Alokasikan Dana Asap

Jakarta, BP

2 Raker Pemerintah_Rusman_SetpresPresiden Joko Widodo mengumpulkan ratusan kepala daerah se-Indonesia, Rabu (21/10). Dalam pertemuan ini Jokowi membahas soal penanganan kebakaran hutan.

Presiden Jokowi menyayangkan daerah yang berpotensi terjadi kebakaran hutan tidak menganggarkan dana untuk pencegahan dan penanggulangan. Untuk itu, dia berharap tahun depan dana itu bisa dianggarkan.

“Daerah, wilayah, yang mempunyai hutan yang punya potensi kebakaran agar tahun depan anggarkan untuk penanganan itu, terutama untuk pencegahan,” kata Jokowi di Istana, Jakarta, Rabu (21/10).

Menurut Jokowi, wilayah hutan ataupun lahan yang terbakar sampai ke tingkat kabupaten/kota. Data itu didapatnya saat berkunjung langsung ke daerah. “Saya lihat yang terbakar sekarang ini baik provinsi, kota, kabupaten tidak ada anggaran untuk itu. Penanganan asap, baik pencegahannya,” katanya.

“Pencegahan artinya, misalnya pembuatan kanal bersekat, embung dekat area hutan itu sehingga hutan selalu basah. Gampang cari air untuk pemadaman,” kata Jokowi.

Selain itu, Jokowi juga berharap agar pemerintah daerah tidak ragu menaikkan status bencana. Pasalnya, pemerintah pusat bergerak sesuai dengan status di daerah tersebut.

“Khusus untuk masalah kebakaran dan asap, agar pada musim panas berikutnya, yang namanya surat dalam siaga darurat itu segera dikeluarkan. Jadi pemerintah pusat dan BNPB bisa bergerak cepat. Karena tanpa itu BNPB tidak bisa mengintervensi daerah. Karena apapun ini sudah otonomi. Ini perlu dicatat, karena kemarin, di daerah saya tanya tidak ada anggaran itu,” tegas Jokowi.

Meluasnya kebakaran hutan hingga mencapai wilayah Indonesia bagian timur menuntut pemerintah harus bekerja ekstra keras lagi. Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan menambahkan, pemerintah sudah berupaya maksimal.

“Semua effort, semua kemampuan, semua organisasi itu kita lakukan. Jangan ada yang merasa tak ditangani baik, (upaya pemerintah-red) sangat baik,” ujar Luhut di hadapan para kepala daerah di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, kemarin.

Dia juga bercerita mengenai hasil peninjauan penanganan kebakaran hutan di Sumatera Selatan. Dia bersama Kepolri Jenderal Badrodin Haiti, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kepala BNPB Willem Rampangilei, dan Menteri LHK Siti Nurbaya memantau dari helikopter di atas hutan yang terbakar. “Ini berbahaya. Tapi ini harus dilakukan,” kata Luhut.

Tujuan dari peninjauan itu adalah agar titik permasalahan diketahui. Sehingga penanganan kebakaran hutan dapat terukur. “Kalau di luar bilang tak ada koordinasi, ngomong sama kami dan kami tahu apa yang harus dilakukan. Kami menangani asap pun sangat terpadu. Kita lakukan koordinasi terpadu,” ujar Luhut.

Luhut juga mengaku kembali mendapat tawaran bantuan untuk memadamkan kebakaran hutan. Kali ini bantuan datang dari Amerika Serikat (AS). “Mereka (Amerika Serikat-red) menawarkan dua pesawat terbang dan bantuan kesehatan,” kata Luhut.

Tawaran tersebut, kata Luhut, akan diterima oleh pemerintah. Mengingat saat ini kebutuhan pesawat untuk memadamkan api cukup banyak. “Saya pikir kalau (tawaran bantuan-red) pesawat terbang, kenapa tidak,” ujarnya.

Selain menawarkan bantuan, Luhut mengaku mendapat protes juga dari AS, terkait dampak kabut asap ini. Kini bencana kabut asap dari Indonesia menjadi isu dunia.

“Anda bayangkan, di (koran) Washington Post Amerika, ditulis keadaan ini pengaruhi emisi karbon sampai 2 persen lebih. Ini menjadi suatu masalah yang mendunia,” terangnya.

Saat ini, bantuan pesawat dari Malaysia dan Australia telah ditarik ke negara mereka masing-masing. Bantuan yang masih tersisa adalah pesawat sewa dari Rusia.

Rencana sewa pesawat tersebut telah mendapat persetujuan dari Presiden Joko Widodo. Pemadaman api ini, kata Luhut, harus terus dilakukan secara intensif paling tidak hingga 2 minggu ke depan.

Sebab menurutnya, kebakaran hutan kali ini tak akan tertangani tanpa adanya hujan. Sementara menurut prediksi BMKG, hujan baru akan mulai turun pada bulan November mendatang.

“Kita bilang tadi Presiden kasih persetujuan kita sewa go ahead, kita menyewa 15 pesawat terbang lagi paling tidak untuk mengatasi di Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, dan beberapa daerah lagi,” ujar Luhut.

Terima Kasih

 

Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin berterima kasih atas bantuan yang diberikan. “Apakah bantuan pemadaman dari negara sahabat ini signifikan? Jawabnya ya dan tidak. Seperti saya tak usah sebut namanya bahwa mereka jadi tahu bahwa memadamkan di lahan gambut luar biasa beratnya. Jadi tak ada lagi cerita-cerita miring dari negara luar. Ada bagusnya,” kata Alex usai menghadiri pertemuan kepala daerah di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat.

Gubernur Alex menjelaskan, mengenai karakter lahan di Sumatera Selatan adalah tanah gambut. Jenis lahan seperti ini dapat terbakar sewaktu-waktu apabila cuaca kering.

“Tanah gambut itu harus selalu terendam supaya tidak kering. Dia digesek sedikit langsung terbakar. Setidaknya dia harus terus kena hujan selama 7 hari berturut-turut agar basah lagi,” kata Alex.

Ketika musim penghujan, tanah gambut memiliki karakter menyerap air dengan cepat. Tetapi Alex mengakui bahwa kini lahan gambut sering mengalami eksploitasi.

“Saya tak mau excuse tapi kebakaran di kanada australia itu terjadi tiap tahun. Jauh lebih mudah dipadamkan karena bukan lahan gambut. Di Indonesia sendiri ada 6 daerah yang memiliki lahan gambut. Tiga di Sumatera dan tiga di Kalimantan. Ini yang sering kebakaran hutan setiap tahun,” kata Alex.#det/idz

 

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Pasutri Mencuri Ditangkap

Palembang, BP Pasangan suami istri (Pasutri) bernama Octarianike (33) dan Guntur (35) diamankan Tim Belut Polsek Gandus usai mencuri di ...