Home / Headline / Sumsel Butuh 15 Pesawat Baru Optimalkan Pemadaman

Sumsel Butuh 15 Pesawat Baru Optimalkan Pemadaman

Sumsel Siapkan Grand Desain Penanganan Asap-seaplane Beriev BE-200, Russia6 (1)Palembang, BP
Status siaga darurat bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutlah) di Sumatera Selatan yang seharusnya berakhir pada 31 Oktober, diperpanjang hingga akhir November.

Gubernur Sumsel H Alex Noerdin mengatakan, status siaga diberlakukan hingga akhir November karena hujan diprediksi baru akan turun pada pekan ketiga November mendatang.

“Kondisi cuaca sekarang sangat luar biasa buruk. Angin kencang, suhu panas, kemarau sangat lama dan kering. Jangan kan di tengah hutan dan lahan gambut, di halaman rumah kita yang di Palembang pun bisa terbakar. Ibarat kayu telah terbakar dan terus dikipasi oleh angin kencang. Namun kami tetap berupaya maksimal dengan pemadaman masif bersama tim satgas pemadaman karhutlah,” tuturnya, Selasa (20/10).

Gubernur Sumsel H Alex Noerdin mendampingi Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, serta Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti memantau kebakaran yang tengah terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ilir, tepatnya di Kecamatan Air Sugihan.

Gubernur menjelaskan, pemadaman masif waterbombing yang dicampur miracle foam, zat kimia ramah lingkungan yang dapat dengan cepat memadamkan api, sangat efektif.

Sebanyak 1.068 personil Mabes TNI yang telah memadamkan api sejak 10 September lewat jalur darat tepat di lokasi kebakaran, akan ditarik mundur terlebih dahulu dan akan digantikan dengan kekuatan pasukan yang sama namun dengan personil yang baru pada Kamis (22/10) mendatang.

“Dua pesawat Beriev BE-200 yang pemerintah pusat sewa dari Rusia pun akan datang malam ini (kemarin-red) dan akan segera membantu pemadaman lewat waterbombing. Pesawat yang bisa mengangkut 12 ton air satu kali sorti (penerbangan-red) ini akan menjadi armada kuat untuk pemadaman,” jelasnya.

Menteri LHK Siti Nurbaya mengungkapkan, saat ini sudah 1,6 juta hektar lahan yang terbakar di seluruh provinsi yang terjadi karhutlah. Sementara di Sumsel sendiri sudah 200.000 hektar gosong dan menghitam akibat karhutlah.

Menko Polhukam Jenderal (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan berujar, pihaknya menyaksikan sendiri saat meninjau kebakaran lahan gambut di Air Sugihan, bahwa kebakaran semakin parah. Tak ada cara lain untuk memadamkan api selain dengan cara menambah armada untuk waterbombing.

“Jumlah armada yang dikerahkan sekarang jelas tak dapat diandalkan dan tak sebanding dengan luasan area yang perlu diintensifkan penyiraman air. Setidaknya penambahan armada pemadaman yang akan kita usulkan  mencapai 10 sampai 15 pesawat lagi. Akan kami hitung-hitung lagi. Pesawat yang disewa bisa dari Malaysia, Australia, atau Kanada,” jelasnya.

Operasi pemadaman yang dilakukan sekarang, tutur Luhut, hanya sebatas menahan dengan membatasi gerakan api dan tak bisa menghentikan. Dirinya mengakui, pemadaman kebakaran di lahan gambut sangat sulit. Terlebih lagi pada malam hari api bisa timbul lagi karena tertiup angin seperti pusaran angin.

Usai meninjau, pihaknya akan segera menghitung kembali berapa lagi jumlah armada yang dibutuhkan untuk mengoptimalkan proses upaya pemadaman titik api di Sumsel. Hasil evaluasi itu kemudian dilaporkan kepada Presiden RI Joko Widodo untuk disepakati.

Pihaknya pun terus melakukan upaya penegakan hukum tanpa terburu-buru terkait karhutlah di seluruh Indonesia. Tak hanya itu, pihaknya pun akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk melakukan pencabutan izin kepada perusahaan yang terlibat, baik itu perusahaan asing maupun dalam negeri.

Diakuinya, tahun ini memang merupakan kabut asap yang cukup parah hingga sampai saat ini pun telah menyebar tak hanya pulau Sumatera dan Kalimantan saja akan tetapi sampai ke Papua.

” Papua sejak dulu telah ada tapi tidak separah sekarang karena dampak dari el nino saat ini.Apalagi dari BMKG pun tadi mengatakan hingga saat ini belum ada tanda- tanda hujan dan diperkirakan minggu kedua November akan turun hujan,” tuturnya.

Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti mengatakan, proses penegakkan hukum saat ini sudah ada 253 laporan polisi yang terdiri dari 200 perorangan dan 50 korporasi.

“Di Sumsel ada 19 kasus dengan dua yang sudah P21 kami limpahkan ke Kejaksaan dan kemungkinan akan ada penambahan sesuai dengan proses perkembangan,” ujarnya singkat. #idz

x

Jangan Lewatkan

Terjatuh Ditarik Korbannya, Begal Nyaris Tewas

Palembang, BP–Heri Dermawan (42) nyaris tewas setelah diamuk massa karena gagal kabur usai melakukan aksi begal di kawasan Monpera, Kamis ...