Home / Hukum / Pukul Siswa, Guru Dihukum Percobaan

Pukul Siswa, Guru Dihukum Percobaan

Kayuagung, BP

Para guru harus berhati-hati ketika harus menghukum siswa agar tidak berurusan dengan hukum. Tengok pengalaman yang dialami oknum Guru Sekolah Dasar (SD) Negeri di Kabupaten Ogan Komering Ilir bernama Hj Ruslaini.

Hanya karena memukul jemari siswa yang berkuku panjang, Ruslaini divonis 4 bulan penjara dengan masa percobaan 8 bulan dan denda Rp10 juta, oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Kayuagung, Selasa (20/10).

Putusan ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ahmad Yantomi dan Desi Yumenti yang menuntut terdakwa divonis 4 bulan kurungan penjara dan denda Rp30 juta.

Amar putusan dibacakan majelis hakim yang diketuai Frans Efendi Manurung SH dihadapan JPU dan kuasa hukum terdakwa Herman SH. “Terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana kekerasan terhadap anak sebagaimana diatur dalam pasal 80 ayat 1 UU No 35 tahun 2014 tentang perubahan UU no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Terdakwa telah melakukan pemukulan terhadap korban AA, murid SDN Sukaraja, Kecamatan Pedamaran, OKI, menggunakan mistar,” kata majelis hakim.

Dengan mempertimbangkan terdakwa sebagai guru dan selama proses persidangan kooperatif serta mengakui perbuatannya telah memukul muridnya dengan mistar, majelis hakim memutuskan, menjatuhkan pidana penjara selama 4 bulan dan denda Rp10 juta. “Atas putusan ini, terdakwa tidak harus menjalani kurungan penjara, tetapi menjalani masa percobaan selama 8 bulan,” tegas majelis hakim.

Atas vonis majelis hakim ini, kuasa hukum terdakwa Herman SH, mengaku pikir-pikir. “Kita masih pikir-pikir, menerima atau tidak,” kata Herman singkat.

JPU Desi juga pikir-pikir terhadap putusan majelis hakim ini. “Kalau tuntutan kita, meminta kepada majelis hakim, terdakwa divonis 4 bulan penjara dan segera menjalani kurungan tahanan dan denda Rp30 juta, tetapi majelis hakim mempunyai pertimbangan lain. Dengan memvonis terdakwa 8 bulan percobaan dan denda Rp10 juta. Atas putusan itu kita masih pikir-pikir,” kata Desi.

Untuk diketahui, penganiayaan itu terjadi pada Jumat 16 Januari 2015 sekira pukul 07.30, di depan ruangan kelas VI SDN 2 Sukaraja. Saat itu terdakwa menjabat sebagai Kepala SDN 2 Sukaraja. Saat itu sebanyak 7 orang siswa berbaris di depan kelas, kemudian datang terdakwa Ruslaini dengan membawa mistar kayu berwarna kuning.

Saat melakukan pemeriksaan, kuku siswa AA panjang hingga membuat terdakwa memukul tangan AA dengan mistar hingga luka lecet dan perih. Terdakwa juga memukul siswa yang lain yaitu MU sebanyak dua kali sehingga membiru dan kesakitan. Ia juga memukul tangan siswa SY sebanyak satu kali sehingga membuat nyeri dan bengkak. Lalu juga memukul siswa A sebanyak satu kali juga bengkak dan nyeri. Siswa HS serta siswa AE sebanyak satu kali juga mengakibatkan bengkak sakit dan nyeri. Kesemuanya dipukul dengan menggunakan mistar kayu.#ros

 

 

 

x

Jangan Lewatkan

Urine Positif Sabu, Penjaga Malam Diciduk

Inderalaya, BP — Lagi,  anggota kepolisian makin aktif dalam pemberantasan penyebaran narkoba dan penanggulangan kejahatan jalanan, kali ini jajaran Polsek Pemulutan ...