Home / Headline / Harnojoyo Kantungi Empat Nama Cawawako

Harnojoyo Kantungi Empat Nama Cawawako

Palembang, BP
Harnojoyo2Pasca diumumkannya nama calon wakil walikota (cawawako) yang diusung oleh PDI Perjuangan pada Senin (19/10) lalu, Walikota Palembang H Harnojoyo mengaku sudah mengantungi empat nama calon pendampingnya.
Keempat nama tersebut yakni calon dari Partai Amanat Nasional (PAN) atas nama Yudhi F Bram, dua nama dari partai gabungan atas nama Fitri Agustinda dan Suparman Roman, serta satu nama dari PDI-P Yudha Rinaldi.
Nama yang disampaikan oleh PDI Perjuangan tersebut baru disampaikan secara lisan oleh perwakilan partai.
“Kita menunggu pengajuan secara tertulis,” kata Harnojoyo dijumpai di rumah dinas Walikota Palembang, Jalan Tasik Palembang, Selasa (20/10).
Harno mengaku masih menunggu usulan lagi dari tiga partai pengusung lainnya, yakni dari Partai Demokrat, PKS, dan PPP.
“Aturannya nanti dua nama yang saya pilih dan ajukan ke DPRD setelah semua usulan sudah lengkap, jadi kita masih menunggu dari tiga partai lainnya,” katanya.
Sementara itu cawawako Palembang dari PDIP, Ir H Yudha Rinaldi, berharap pada penentuan wakil walikota Palembang nantinya tidak sampai mesti melalui voting.
Bendahara DPD PDIP Provinsi Sumsel ini pun mengaku telah melakukan langkah-langkah untuk pendekatan terhadap Walikota Palembang H Harnojoyo dan juga anggota DPRD Palembang.
“Sekarang ini untuk jadi cawawako harus pendekatan ke kawan-kawan di DPRD. Caro cawawako ngiring ke wako. Mewujudkan Palembang Emas kalau bisa kita kejar stagnan setahun kemarin. Aku nggak ingin sampai voting-votingan. Apolagi kawan ikhlas PDIP. Idak mesti gontok-gontokan. Bersama DPRD kita bangun Palembang,” kata Yudha Rinaldi, Selasa (20/10).
Menurut mantan anggota DPRD Sumsel ini majunya dirinya sebagai Cawawako dari PDIP ini bukan ambisi politik.
“Tapi amanah. Sama untuk kesejahteraan Palembang. Aku mau dikritisi, dikontrol. Peran media. Perlu sebagai mata telinga eksekutif. Tidak semua sempurna,” kata Yudha.
Menurutnya, ini jangan sampai menjadi ajang perebutan hingga sampai money politic.
“Ujung-ujungnya terjebak. Saya yakin kawan-kawan di DPRD punya hati nurani untuk membangun Palembang. Jangan dicap stigma negatif nak duit, nak duit,” katanya.
Sedangkan mantan Walikota Palembang dua periode Ir H Eddy Santana Putra MT (ESP) menyatakan yakin 95 persen Ir H Yudha Rinaldi bakal jadi Wawako Palembang terpilih.
“Saya yakin Yudha Rinaldi kansnya 95 persen. Selain PDIP, ada Gerindra dan NasDem,” kata Ir H Eddy Santana MT, Selasa.
ESP berharap yang paling pas Wawako mendampingi Walikota Palembang H Harnojoyo SSos dari PDIP.
“Karena wako yang lama dari PDIP. Masak pendampingnya juga dari Demokrat. Untuk koalisi cukup kuat,” kata ESP.
Menurut mantan Ketua DPD PDIP Sumsel ini, terpilihnya Yudha sudah melalui berbagai kajian pertimbangan DPP.
“Yang paling cocok Yudha saya kira punya kemampuan. 10 tahun ngurus DPD. Orangnya gesit rajin, punya kemampuan memimpin. Saya akan ikut membimbing, membina, memberi masukan. Dengan Yudha ikatan emosionalnya lebih dekat. Tidak diragukan lagi Yudha cocok Wawako. Keponakan langsung Jenderal Makmun Moerod,” jelas ESP.
Disinggung soal harapan jika duet Harno-Yudha nantinya memimpin Kota Palembang, ESP yakin akan mudah berjalan.
“Saya rasa sudah ada tinggal melanjutkan. Tentunya harus lebih baik dari saya dulu. Karena sudah ada semua. Terutama air bersih,” ujarnya.
Sedangkan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palembang menargetkan  menuntaskan proses pemilihan wakil walikota (Wawako) secepatnya sehingga akhir tahun ini Palembang memiliki Wakil Walikota.
Ketua DPRD Palembang, Darmawan yang mengatakan itu ,saat ini pihaknya tinggal menunggu petunjuk Menteri Dalam Negeri terkait mekanisme pengusulan calon wakil walikota Palembang.
Kemarin dia bersama tiga wakil DPRD Palembang dan 8 pimpinan fraksi mendatangi kementrian dalam negeri untuk meminta kejelasan teknis pengusulan calon wakil walikota Palembang.
“Kita menanyakan mekanisme, tahapan-tahapan pencalonan wakil walikota Palembang. Apakah proses pemilihan wakil walikota menggunakan Undang-undang nomor 8 tahun 2015 atau PP 49 tahun 2008,” kata Darmawan.
Karena PP UU nomor 8 belum ada. Makanya pihaknya menunggu petunjuk tertulis dari Mendagri. Namun sambung dia tanggapan dari pihak Mendagri pemilihan Wakil walikota Palembang menggunakan UU 8 tahun 2015.
Dijelaskan politisi PDIP itu, perbedaan pencalonan Wakil Walikota menggunakan PP 49 tahun 2009 dan UU 8 tahun 2015 yakni, jika menggunakan PP 49 tahun 2008, pengajuan calon wawako diajukan melalui kepala daerah, sedangkan UU 8 tahun 2015 pengajuan langsung ke DPRD dengan mengusung dua nama.
Dia berharap petunjuk teknis ini bisa didapat pihaknya dalam waktu dekat ini, sehingga proses pemilihan wakil walikota dapat segera berlangsung.
“Saya harapkan akhir tahun ini sudah punya Wakil Walikota, biar roda pemerintahan Kota Palembang itu menuju Palembang emas itu berjalan,” katanya.
Sementara itu Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) disebut akan memberikan dukungan terhadap Yudha Renaldi sebagai Wakil Walikota (Wawako) Palembang.
Bahkan, berdasarkan lobi politik yang dilakukan politisi senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sumatera Selatan (Sumsel) Eddy Santana Putra (ESP), Partai Gerindra memberikan sinyal positif.
Terkait hal tersebut, fraksi Partai Gerindra Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Palembang siap memberikan dukungan.
Asal ada rekomendasi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra yang menyatakan anggota fraksi di DPRD Palembang wajib memberikan terhadap pengusulan nama Yudha sebagai pendamping Walikota Palembang, Harnojoyo.
“Jika ada instruksi demikian dari DPP, maka kami sebagai kader wajib menjalankan perintah,” kata Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Palembang, Jon Harno, Selasa.

    Di DPRD Palembang, fraksi Partai Gerindra memiliki lima kursi. Hingga saat ini, kata Jon, pihaknya masih menunggu instruksi DPP Partai Gerindra terkait dukungan calon Wawako Palembang. #osk
x

Jangan Lewatkan

12 Teroris Berencana Serang Kantor Polisi di Sumsel

Palembang, BP–Sebanyak 12 terduga teroris yang ditangkap tim Densus 88 Antiteror pada Minggu (10/12) lalu masih menjalani pemeriksaan di Mako ...