Home / Headline / 7 Korporasi Asing Tersangka Pembakar Lahan

7 Korporasi Asing Tersangka Pembakar Lahan

Palembang, BP

DSCN2580Bareskrim Mabes Polri terus melakukan penyelidikan terkait pembakaran hutan di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Bareskrim menetapkan tujuh korporasi asing menjadi tersangka kasus pembakaran hutan.

Kabareskrim Komjen Pol Anang Iskandar, mengatakan, tujuh korporasi yag ditetapkan jadi tersangka ialah PT ASP asal Cina, PT KAL (Australia), PT IA (Malaysia), PT PAH, PT AP, PT H (Singapura) dan PT MBI (Malaysia). Selain itu, dua komisaris dari dua PT tersebut dijadikan tersangka.

“Selain tujuh korporasi ditetapkan tersangka, Komisaris PT PAH berinisial KBH dari Malaysia dan Komisaris PT AP berinisial KKH juga kita tetapkan sebagai tersangka. Mereka dikenakan pasal 116 Undang Undang Lingkungan Hidup. Kasusnya ditangani Polda setempat,” kata Anang, Selasa (20/10).

Menurut Anang, hingga saat ini sudah ada 61 berkas perkara pembakaran hutan yang selesai. Dan satu perkara sudah dinyatakan P21.
“Sisanya kita masih lakukan pemeriksaan,” ujar Anang.

Sementara itu, Direktur Tindak Pidana Tertentu Mabes Polri Brigjen Pol Yazid Fanani menambahkan, pihaknya terus mendalami keterlibatan perusahaan asing tersebut. Apakah sengaja memberikan perintah melakukan pembakaran hutan atau tidak. Tiga orang dari korporasi di Sumatera Selatan dan Riau telah ditahan petugas.

“Masih didalami ya, kita harus hati-hati. Tiga orang dari korporasi di Sumatera Selatan dan satu orang di Riau, telah dilakukan penahanan. Mereka warga Indonesia ada yang pemilik saham dan manajer,” kata Yazid.

Sementara itu sejumlah pejabat negeri ini mendatangi Sumatera Selatan, kemarin. Mereka adalah Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Lingkungan Hidup Dr Ir Siti Nurbaya, MSc, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, dan Kapolri Jenderal Pol Drs Badrodin Haiti.

Para pejabat teras ini disambut langsung orang nomor satu Sumsel Gubernur Sumsel H Alex Noerdin didampingi Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Purwadi Mukson, SIP, dan Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Drs Syaeful Zacrhi dan Walikota Palembang Harnojoyo, di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang.

Kunjungan Menkopolhukam dan rombongan, selain meninjau langsung titik api yang berada di sejumlah wilayah di Sumsel, juga mengunjungi SDN 155 di Jalan Pesantren SMB II Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami Palembang.
Dalam kunjungan ke SDN 155, Menkopolhukam melakukan pertemuan dan berdialog dengan para guru dan siswa serta memberikan bantuan berupa buku sebanyak 2.210 buah dan 2.000 masker.
Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti dalam kesempatan itu menegaskan, penegakan hukum bagi individu ataupun korporasi telah mencapai 253 kasus. Dari jumlah tersebut, 50 kasus dilakukan oleh pihak korporasi.
“Sudah berjalan 253 laporan polisi dalam penyelidikan, di antaranya 50 korporasi saat ini proses dan ada yang telah dimasukkan ke Kejaksaan,” katanya.

Kapolri menegaskan, setidaknya ada 19 kasus berasal dari Sumsel.
“Di Sumsel ada 19 kasus, ada 2 sudah di Kejaksaan, dan sebagian P-21,” katanya.
Menkopolhukam Luhut Panjaitan, mengatakan, setelah tugas pesawat hercules bantuan Australia yang melakukan water bombing, Minggu (19/10), kini pesawat Rusia dengan kapasitas 12 ton air akan datang ke Palembang.

Menurut Luhut, pesawat bantuan dari tiga negara ada yang pulang dan ada yang diperpanjang.  “(Bantuan pesawat-red) ada yang pulang dan ada yang diperpanjang. Nanti malam ada dua pesawat Rusia masuk dengan kapasitas 12 ton air ini paling efektif,” katanya.
Untuk penegakan hukum sendiri bagi pelaku kebakaran hutan, pihak kepolisian Republik Indonesia sedang melakukan tugasnya dan akan segera dievaluasi. Pihaknya tidak ingin terburu-buru dalam mengambil tindakan hukum ini.

Sejauh ini, Luhut menilai kebakaran lahan gambut yang paling sulit diatasi yang terjadi di 7 provinsi di Indonesia. “Kita lihat lahan gambut susah diatasinya. Tapi sudah diantisipasi, untuk langkah hukum sudah dilakukan oleh Pak Kapolri dan Ibu Siti, tapi kita belum waktunya mengumumkan karena belum selesai,” katanya.
Menurutnya pemerintah terus berupaya dalam memadamkan titik api untuk mengurangi kabut asap yang terjadi sekarang ini. “Usaha pemadaman titik api terus dilaksanakan namun kondisi dan lokasi cukup luas. Apalagi Sumsel banyak lahan gambut sehingga dalam pemadaman petugas mengalami kesulitan,” ujar Luhut.
Luhut mengaku diperintahkan Presiden Joko Widodo untuk memaksimalkan memadamkan titik api termasuk di Sumsel. “Yang jelas, upaya tersebut minimal mengurangi kabut asap sebelum datangnya hujan,” ujarnya.
Sedangkan Gubernur Sumsel H Alex Noerdin mengucapkan selamat datang kepada rombongan Menkopolhukam Luhut Binsar Pandjaitan. “Ini Bapak Menkopolhukam dan Kapolri datang sini mau bantu kito untuk sama-sama padamkan api, hilangkan asap. Jadi ucapan terima kasih para pejabat dari Jakarta ini membantu habis-habisan dan juga banyak juga dari luar negeri ada dari Singapura, Malaysia, Australia dan Rusia. Alhamdulilah banyak yang bantu,” katanya.
Usai melakukan kunjungannya di SDN 155 Talang Jambe, rombongan langsung meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten OKI dengan menggunakan helikopter setelah itu kembali ke Jakarta.#osk

 

x

Jangan Lewatkan

Sumsel Siaga Musim Hujan

Palembang, BP Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan (Sumsel), gelar Rapat Koordinasi (Rakor) Siaga Banjir dan Tanah Longsor tahun ...