Home / Headline / SFC Tim ‘Fair Play’

SFC Tim ‘Fair Play’

Jakarta, BP

sfc v persib (1)Sriwijaya FC (SFC) dinobatkan Mahaka Sports and Entertainment sebagai tim fair play pada ajang Piala Presiden 2015. Laskar Wong Kito juga berhasil menjadi Juara II Piala Presiden setelah gagal menekuk Persib Bandung, di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (18/10). Sedangkan Persib yang menjadi lawan SFC di final keluar sebagai Juara Piala Presiden.

Pemberian Piala Presiden dilakukan langsung Presiden RI Jokowi. Hadir juga Gubernur Sumsel H Alex Noerdin, Walikota Palembang Harnojoyo, Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ahmad Heryawan, Walikota Bandung Ridwan Kamil, serta Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahya Purnama alias Ahok.

Presiden memberikan langsung medali kepada Presiden SFC Dodi Reza Alex serta pelatih dan pemain SFC. SFC juga ditetapkan sebagai tim fair play dan berhak membawa pulang Rp300 juta.

Asisten Pelatih SFC Hartono Ruslan usai pertandingan mengatakan, keluar sebagai runner up dan menjadi tim fair play berkat kerja keras pemain. “Pemain sudah sangat maksimal, untuk meraih tropi Piala Presiden,” katanya.

Selain memilih tim fair play, Mahaka Sport and Entertainment juga memberikan penghargaan kepada pemain terbaik dan top skor yang diberikan kepada Zulham Zamrun. Pemain yang pernah membela Mitra Kukar ini mengemas total enam gol dan mencatatkan namanya di posisi puncak pencetak gol terbanyak. Saudara kandung dari Zulvin Zamrun tersebut diganjar dengan hadiah uang sebesar Rp100 juta sebagai top skor, plus Rp200 juta sebagai pemain terbaik.

Persib sebagai Juara Piala Presiden mendapatkan hadiah sebesar Rp3 miliar. SFC mendapatkan Rp2 miliar, Sedangkan peringkat ketiga, Arema Cronous mendapatkan Rp1 miliar.

Menurut Hartono Ruslan, pemain sudah bekerja keras untuk meraih tropi Piala Presiden. Memang Persib bermain sangat baik. Pemain kecolongan sampai dua gol. Tapi di babak kedua Skuad SFC baru menemukan performa terbaik mereka. “Meski kalah kita apresiasi kerja keras pemain hingga sampai ke partai final,” katanya.

Striker SFC Titus Bonai, mengucapkan selamat buat Persib atas kemenangan. “Selamat buat Persib, kami sebagai tim kalah menerima lapang dada dengan kekalahan di partai final. Inilah hasilnya dan kita menerima kekalahan ini,” katanya.

Pelatih Persib Djajang Nurjaman mengatakan, kemenangan atas SFC 2-0 dan keluar sebagai Juara Piala Presiden sangat membanggakan. “Kita sangat bangga, apalagi di Stadion GBK di depan Presiden RI. Makanya kami sangat bangga sekali dengan kemenangan ini,” katanya.

Djajang mengakui pertandingan melawan SFC cukup sengit. Laskar Wong Kito memberikan perlawanan cukup keras. Tibo dan kawan-kawan tidak kenal menyerah untuk mengejar ketertinggalan babak kedua.

“Sriwijaya FC bermain bagus, mereka tetap tampil menyerang dan tak kenal menyerah, tapi pertahanan kami cukup disiplin,” katanya.

Sejak babak pertama dimulai, pemain kedua tim bermain dengan sangat hati-hati. SFC lebih dulu membuka peluang di menit ke-3, umpan silang Titus Bonai ke Wildansyah diselesaikan dengan tendangan keras, tapi sayang bola masih menyamping dan tidak masuk ke gawang.

Selang tiga menit, giliran Persib coba membalas. Asri Akbar menjatuhkan salah satu pemain Persib, sehingga berbuah tendangan bebas. Gelandang bertahan Persib, Achmad Jufrianto, dengan sangat baik melepas tendangan datar dan menembus tembok yang dibangun Fachrudin dan kawan-kawan, sehingga berbuah gol di menit 6. Skor berubah 1-0 buat keunggulan Persib.

Unggul satu gol membuat Persib bermain lebih enjoy. Di menit 19, umpan panjang pemain bertahan kembali mengancam gawang SFC yang dijaga Dian Agus Prasetyo lewat tendangan keras Zulham yang mampu dibloknya.

SFC baru membuka peluang kembali menit 27, giliran Asri yang dijatuhkan pemain Persib tepat di garis pertahanan. Yu Hyun Koo yang ditunjuk sebagai penendang jitu gagal menjalankan tugasnya, karena tendangannya melambung tinggi.

Jala SFC kembali bergetar di menit 45, kali ini Makan Konate yang menorehkan namanya sebagai pencetak gol dalam partai final ini. Sampai turun minum skor 2-0 buat keunggulan Persib.

Memasuki babak kedua SFC mencoba terus tampil menekan. Memasuki menit 56, Tibo melepas umpan lambung, Syakir langsung menyambutnya dengan sundulan, tapi masih tipis dengan tiang I Made Irawan.

Tak juga mencetak gol, Benny Dollo memasukkan Rizsky Dwi Ramadhana, menggantikan Syakir, dan Asri Akbar digantikan Fathur di menit 63. Masuknya tenaga baru tidak juga tidak mampu mengubah kedudukan.

Persib malah sempat mencetak peluang emas di menit ke-67 lewat tendangan keras Zulham, tapi penjaga gawang Dian Agus Prasetyo masih sigap.

Menit ke-70 Spaso dihadiahi kartu kuning karena menendang Wildansyah. Serangan demi serangan SFC tak juga membuahkan hasil sampai wasit meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan, final dimenangkan Persib dengan skor 2-0.

Nobar

 Laga final Piala Presiden 2015 antara SFC kontra Persib di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, tidak hanya bergemuruh di Ibukota Indonesia.

Antusias masyarakat Palembang terhadap pertandingan tersebut diwujudkan dalam bentuk nonton bareng (nobar) di berbagai titik. Di Gedung Kantor Bank Sumsel Babel (BSB) Cabang Rivai nobar diselenggarakan bekerja sama dengan BP Group.

Jajaran direksi, karyawan dan karyawati BSB sangat antusias menyaksikan jalannya pertandingan melalui layar lebar yang telah disiapkan. Iskandar selaku Pimpinan Perusahaan BSB mengatakan, predikat Juara II yang dinobatkan pada SFC merupakan kebanggaan tersendiri.

“Meskipun kalah, kita tetap Juara II dan kita menjadi salah satu klub yang membanggakan bisa tampil di empat besar secara nasional,” kata Iskandar.

Nobar di Palembang juga dilakukan di beberapa titik yang digelar beberapa instansi maupun komunitas. Seperti nobar Alfamart Alang-alang Lebar, Aula RRI Palembang, dan Bukit Corner Kafe yang digelar oleh Karang Taruna.#zal/sug/pit

 

 

 

 

x

Jangan Lewatkan

Dana Bantuan 11 Parpol Di Sumsel Tahun 2017 Capai Rp 2.030.811.552

Palembang, BP Hingga saat ini Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sumsel belum menerima secara resmi petunjuk pelaksanaan (juklak) ...