Home / Headline / Rusia Kirimkan Pesawat Pemadam Api

Rusia Kirimkan Pesawat Pemadam Api

# Pemprov Tambah Logistik
# Menkopolhukam Kembali Tinjau OKI

Palembang, BPampibi
Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutlah) di Sumatera Selatan terus digencarkan. Setelah Malaysia, Singapura, dan Australia membantu, giliran Rusia mengirimkan pesawat demi mengintensifkan waterbombing.

Pesawat amfibi Beriev BE-200 yang disewa oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ini akan tiba pada Rabu (21/10) di Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang, Bangka Belitung.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei mengatakan, pesawat didaratkan di Pangkal Pinang agar lebih mudah untuk mengisi air dan agar pendaratan pertama tidak terkendala kabut asap yang sering mengganggu penerbangan di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang.

“Kalau bisa dioperasikan Rabu, langsung dikerahkan. Tapi mungkin efektifnya Kamis (22/10). Penempatannya bukan di Palembang. Pendekatan parkirnya di Pangkal Pinang agar lebih efektif dan tidak terlalu terhalang asap. Nanti fokus pemadaman masih di Air Sugihan, OKI,” ujarnya usai briefing pagi Satgas Penanggulangan Bencana Kabut Asap akibat Karhutlah di Posko BPBD Sumsel, Senin (19/10).

Willem mengakui dengan berkurangnya bantuan dari dua negara asing tersebut membuat kekuatan tim operasi pemadaman jadi sedikit berkurang. Meski demikian, Willem menyebut aktivitas waterbombing yang dilakukan oleh tim pemadam akan tergolong masih cukup efektif.

“Kapasitas kemampuan waterbombing kita sebelumnya mencapai 60 ton, namun berkurang 21 ton setelah pulangnya bantuan Australia dan Malaysia. Dengan sisanya sekitar 39 ton masih optimal untuk pemadaman di wilayah Sumsel,” ungkapnya.

Empat pesawat milik Malaysia dan Australia sudah kembali ke negaranya masing-masing. Tanker Air Lockheed L100 (Thor) dan pesawat pemandu Turbo Commander 690B Australia serta Bombardier Pelican CL415 terakhir beroperasi pada Senin (19/10) pagi dan Dolphin Malaysia selesai beroperasi Selasa (20/10).

Sesuai kesepakatan antar pemerintah, armada Australia dan Malaysia selesai beroperasi setelah lima hari tanpa henti melakukan waterbombing di Sumsel.

“Seharusnya kesepakatan selesai pada tanggal 17 Oktober. Namun karena kemarin seharinya mereka hanya bisa terbang selama empat jam, sedangkan kesepakatannya tujuh jam per hari penerbangan, makanya pilot masih memiliki sisa jam terbang hingga Senin ini,” tutur Willem.

Sementara Helikopter Chinook Singapura masih melakukan waterbombing hingga Minggu (25/10) mendatang.

Kebakaran di Air Sugihan bersifat sporadis. Namun ada dua titik yang luasannya sangat besar. Kini keduanya bertemu dan menyatu menjadi luasan kebakaran yang sangat besar ditambah tiupan angin kencang yang membuat api semakin cepat membesar.

“Para pilot mengaku, selama 30 tahun mereka memadamkan api, tidak pernah melakukan pemadaman terhadap api sebesar ini. Kebakaran besar seperti ini kita lokalisir dan blokade membuat kanal bloking. Penggunaan bahan kimia miracle foam bantuan dari Japan Internasional Cooperation Agency (JICA) sebanyak 2.000 liter pun sangat efektif menurut laporan pilot kami,” jelasnya.

Saat ini, pihaknya memaksimalkan pengoperasian tiga pesawat fix wing dan tujuh helikopter untuk terus melakukan waterbombing.

Sementara itu, Pemprov Sumsel menambah logistik peralatan pemadaman untuk satgas darat. Plt Karo Umum dan Perlengkapan M Zaki Aslam mengatakan, pihaknya telah mendatangkan 33 pompa air untuk menambah kekuatan pemadaman darat.

“Sebanyak 15 pompa datang kemarin (Minggu-red), 10 lagi datang hari ini (kemarin-red). Besok akan datang lagi delapan pompa beserta alat kelengkapan lain seperti selang isap dan semprot.

Secara rinci, pengadaan peralatan yang dilakukan Pemprov Sumsel yakni 33 pompa  Tohatsu V20ES dan V2002DS, 80 boks selang semprot, 10 selang hisap dengan kopling ukuran 2,5 inci x 6 meter, 1.000 kacamata safety, dan 1.000 sarung tangan anti api.

Selain itu juga ditambah 10 box toolkit pompa, 10 buah manual book tohatsu, 10 tripod lampu Tohatsu, 33 fire nozzle anke fire, tiga kunci kopling, dan 10 saringan hisap metal strainer.

Komandan Satgas Darat Karhutlah Letkol (Inf) Wahyu Hadi Soenaryo berujar, dari evaluasi pemadaman tim satgas darat yang dilakukan Minggu (18/10) berhasil memadamkan 30 titik api di Kabupaten OKI dan Muba.

Dari hasil evaluasi oleh tim satgas darat terus dilakukan pemadaman semaksimal mungkin.0 “Dari hasil evaluasi kemarin, sebanyak 30 titik api berhasil kita padamkan oleh tim satgas darat yang telah berjuang memadamkan titik api yang bisa dijangkau oleh darat,” ujarnya.

Ia mengatakan patroli tim darat terus dilakukan oleh pasukannya sehingga apabila ada titik api pihaknya pun langsung memadamkan titik api.

Tambahnya, pihaknya pun telah membuat bloking kanal didekat area lahan yang terbakar guna untuk menampung air yang dipergunakan untuk memadamkan titik api.

Bloking kanal yang menjadi fokus pihak satgas darat kata dia difokuskan di Air Sugihan dimana titik api ditempat tersebut masih banyak.

“Bantuan alat pun sudah banyak kita terima seperti pompa air ukuran besar yang selama ini sudah membantu tim satgas darat lakukan pemadaman,” tandasnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Luhut Binsar Pandjaitan direncanakan kembali mengunjungi Ogan Komering Ilir untuk memantau langsung lahan gambut yang masih terbakar.

Dirinya pun akan meninjau kegiatan belajar mengajar di SD Negeri 155 Talang Jambe, Palembang dalam kondisi masih terpapar kabut asap ini. #idz

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Sumsel Dapat Bantuan Lima Unit Bus Air

Palembang, BP Lima unit bus air dioperasikan di Sungai Musi untuk melayani para tamu yang ingin berwisata menikmati keindahan Kota ...