Home / Headline / Pameran Senjata Tradisional Pertama di Sumsel

Pameran Senjata Tradisional Pertama di Sumsel

Palembang, BP

museum-aceh_20150801_104734Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H alex Noerdin direncanakan akan membuka pameran senjata tradisional Sumatera dengan tema” Pameran Senjata Tradisional Sumatera Dalam Konstruksi Dan Reproduksi budaya ,”  Rabu (21/10) di Museum Negeri Sumsel Bala Putra Dewa, Palembang.
Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Parawisata (Disbudpar) Provinsi Sumsel, Irene Camelyn Sinaga didampingi Kepala Museum Negeri Sumatera Selatan Bala Putra Dewa, Thontowi Herijum Eka Permana mengatakan jumlah peserta mengikuti acara tersebut sekitar 125 orang yang terdiri dari peserta aktip yang ikut dari Museum  Negeri Aceh, Museum Negeri Sumatera Barat, Museum Negeri Sumatera Utara, Museum  Riau, Museum Bengkulu, Museum Jambi, Museum Lampung dan Museum Sultan Mahmud Badaruddin.
“Kita rencanakan pak Gubernur yang akan membuka acara tersebut termasuk kita mengundang pihak Kementrian Pariwisata juga,” katanya, Minggu (18/10).
Sedangkan peserta pasif adalah museum Jawa Barat, Museum Jawa Tengah, Museum Jawa Timur, Museum Kalimantan Selatan, Museum Kalimantan Timur, Museum Kalimantan Barat, Museum Kalimantan Tengah, Museum Sulawesi Selatan, Museum Sulawesi Tengah, Museum Sulawesi Utara dan Museum Sulawesi Tenggara.
Sedangkan total koleksi yang akan di pamerkan sekitar 95 koleksi  dalam bentuk rencong, keris, pedang, badik, parang, piso, sewar, tombak, kujur, busur dan panah.
“Peserta aktip mereka akan mengirimkan koleksinya kesini dan untuk peserta pasif tidak mengirimkan koleksi hanya meninjau dan pihak dari Malaka juga kita hubungi untuk mengikuti acara ini ,” katanya.
Dan yang membanggakan , pameran kali ini menjadi pilot project studi banding dari  Museum Palu.
“Karena Palu tanggal 20 Oktober dengan lima rombongan akan datang kesini , karena tahun 2016 mereka akan menggelar pameran senjata,” katanya.
Sedangkan pameran senjata tradisional ini menurutnya untuk putaran Sumatera, Sumsel yang pertama yang menggelarnya.
“Senjata tradisional itu awalnya dibuat untuk mempertahankan diri bukan hanya dari binatang dan untuk berburu, berkembang lagi , dari mulai pra sejarah berkembang dan sekarang ini senjata merupakan reproduksi sejarah karena bentuk senjata itu mengalami perubahan bukan hanya fungsinya saja, kegunaaanya bukan hanya untuk menyerang bisa simbolis dan lainnya,” katanya.
Sumsel termasuk provinsi yang masih memiliki senjata-senjata tradisional seperti diantaranya keris Palembang, Siwar, Kuduk, Gubang.
 “Dalam pameran ini sekolah-sekolah kita undang dan bukan hanya sekolah seluruh masyarakat kita undang supaya mengetahui sejarah dan budaya Sumsel, dimana Museum harus menjadi tempat hiburan menarik dan bukan hanya melihat sejarah saja dan dengan pameran ini kunjungan ke Museum kita meningkat,” katanya.#osk


 
x

Jangan Lewatkan

Dana Bantuan 11 Parpol Di Sumsel Tahun 2017 Capai Rp 2.030.811.552

Palembang, BP Hingga saat ini Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sumsel belum menerima secara resmi petunjuk pelaksanaan (juklak) ...