Home / Headline / Kemenkes Turunkan Tim Gawat Darurat Asap

Kemenkes Turunkan Tim Gawat Darurat Asap

# Cek Kesehatan Balita dan Anak

IMG_20151018_085232Palembang, BP
Kabut asap yang masih saja melingkupi Sumatera Selatan, membuat segenap lapisan masyarakat terjun langsung ke tengah masyarakat untuk mengurangi dampak buruk kabut asap bagi kesehatan.

Kementerian Kesehatan menurunkan langsung Tim Gawat Darurat Bencana Asap bagi provinsi yang terkena imbas kabut asap terparah, termasuk Sumsel. Bersamaan dengan itu, Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Ekonomi (IKAFE) Universitas Sriwijaya pun melakukan layanan pengobatan di kawasan 16 Ulu Palembang.

Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Lesty Nurainy mengatakan, pihaknya sejak pekan lalu sudah tergabung dalam tim medis bersama dengan Tim Kemenkes serta lapisan masyarakat lainnya untuk menjemput bola, mencari masyarakat yang terganggu kesehatannya akibat kabut asap.

Lesty menjelaskan, tim terdiri atas lima dokter spesialis dan satu perawat. Selain di Palembang, tim pun menyebar ke Kecamatan Bayung Lincir dan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin dan beberapa kecamatan di Ogan Komering Ilir (OKI).

“Selain tim ada juga keterlibatan rumah sakit, dan dinas kesehatan setempat. Penempatan Tim Gadar Bencana Asap ini diatur oleh Dinas Kesehatan kabupaten/kota,” ungkap Lesty.

Sebelumnya, Dinkes Sumsel telah mengadakan rapat koordinasi dengan Dinkes Kabupaten/Kota yang terdampak kabut asap, pihak RS Dr Mohammad Hoesin (RSMH) dan PPK bencana. “Selain tim medis, Kemenkes pun menyuplai obat, masker, nebulizer untuk dibagikan dan mengobati masyarakat yang terdampak,” tuturnya.

Sementara itu, Dewan Pakar IKAFE Sri Agustina mengatakan, pihaknya tergerak untuk turun langsung membantu masyarakat saat mengetahui kondisi kabut asap yang semakin parah. Pihaknya memberikan pelayanan kesehatan di kawasan Bukit, kawasan TK Syakira 16 Ulu Palembang agar pelayanan kesehatan dapat diterima merata oleh masyarakat, terutama anak-anak dan balita.

“Awalnya, kami sering liat foto-foto Kota Palembang melalui media sosial. Kabut asap yang parah mengisiasikan kami untuk ikut berkontribusi, terutama memulihkan kesehatan masyarakat Palembang, yang terserang gejala penyakit akibat kabut asap,” ungkap Staf Kementerian ini.

Setelah niatan tersebut disebarluas melalui media sosial, ternyata para alumni sangat merespon positif dan mendukung. Donasi uang dan bantuan yang diterima terus menambah dan dapat dipergunakan dalam berbagai segi kegiatan pelayanan.

“Para alumni ekonomi Unsri, sekarang sudah banyak dan tersebar. Mereka dari berbagai kalangan dengan berbagai keberhasilan, dan mereka setuju untuk berbagi atas nama kemanusian dan pernah belajar di Palembang,” terang alumnus Fakultas Ekonomi 1979 tersebut.

Pengobatan dilakukan selama dua hari, yang sebelumnya juga sudah pernah dilakukan di kawasan ilir kota Palembang. Selain pelayanan pengobatan gratis dengan pemeriksaan dari para tenaga medis, masyarakat juga mendapatkan masker dan obat sebagai stimulan tubuh.

“Bantuanya diselaraskan dengan kebutuhan. Dari masyarakat tadi memang diketahui banyak yang menderita gejala ispa, dan diare. Mereka sulit bernapas, sesak, gatal tenggorokan, batuk dan daya tahan tubuh melemah,” jelasnya.

Ketua IKAFE Unsri wilayah Jabodetabek, Hari Renaldi mengatakan pengobatan akan diteruskan sesuai dengan kemampuan alumni dan kebutuhan masyarakat. Tidak hanya pengobatan, nantinya juga akan menggelar upaya mengembalikan psikologis anak-anak yang selama ini mungkin tidak bisa
bermain dan terpaksa menggunakan masker.

“Nanti pengobatannya, juga ada pendekatan pada anak-anak, menyewa badut dan mereka tidak perlu khawatir lagi jika bermain dengan menggunakan masker. Ini gerakan moril, karena mengetahui dari media sosial. Dari Jakarta saja, kami tahu bagaimana rasanya terkepung kabut asap,” tandasnya. Oidz

x

Jangan Lewatkan

Program 10 Ribu Kartu BPJS, Walikota Pangkalpinang Kembali Raih Penghargaan

# Untuk Ketiga Kalinya Palembang, BP Upaya untuk meningkatkan tarap hidup masyarakat kota Pangkalpinang melalui berbagai program salah satunya program ...