Home / Headline / Padamkan Api, Jepang Bantu 3 Ton Bahan Kimia

Padamkan Api, Jepang Bantu 3 Ton Bahan Kimia

Palembang, BP

Bantuan fire extinguisher. dari jepangBerbeda dengan negara lain yang mengirimkan bantuan dalam bentuk pesawat dan helikopter, Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA) memilih mengirimkan bahan kimia untuk membantu Indonesia mengatasi bencana kebakaran dan kabut asap. Bahan kimia yang dikirimkan ini bernama fire extinguisher. yang merupakan bahan kimia foam agent.

Sekretaris BPBD Sumsel Iriansyah mengakui Sumsel sudah menerima fire extinguisher sebanyak 2000 liter. “Kita telah terima fire extinguisher dan segera kita gunakan,” katanya, di posko BPPD Sumsel, Sabtu (17/10).

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan, sebanyak  1,5 ton fire extinguisher, tiba hari Sabtu (17/10). Rencananya, pemerintah Jepang akan mengirimkan tiga ton bahan kimia ini untuk pemerintah Indonesia.

“Pengiriman ke Palembang akan dilakukan dua kali, yang pertama hari ini (kemarin-red) sebanyak 1,5ton dan akan diserahkan langsung ke pihak BPBD. Sisanya sebanyak 1,5ton akan dikirimkan pada Senin (19/10) besok,” kata Sutopo, Sabtu (17/10).

Koordinasi terus dilakukan BNPB dengan pihak Jepang terkait penggunaan bahan kimia ini. Sutopo Purwo Nugroho memastikan selain Jepang dan Malaysia, Indonesia juga mendapat bantuan dari Australia dan Singapura untuk mengatasi masalah kebakaran hutan dan kabut asap.

Beberapa negara lain yang juga berencana membantu Indonesia antara lain Rusia, Cina, Korea, dan Thailand. Kementerian Luar Negeri masih terus menjajaki lebih lanjut tentang tawaran bantuan tersebut.

Pemerintah Indonesia sendiri sampai saat ini sudah mengerahkan armada dan personel untuk mengatasi masalah ini. Sutopo menjelaskan bahwa 32 helikopter dan pesawat sudah mengudara di Sumatera ataupun Kalimantan. Ada 21 helikopter yang sudah mengudara, tujuh pesawat water bombing, serta empat unit pesawat pembuat hujan buatan.

“Dari 32 unit helikopter atau pesawat yang terbang, enam unit berasal dari bantuan Malaysia, Singapura dan Australia, baik untuk water bombing atau memandu water bombing,” kata Sutopo.osk

Sementara itu, Australia dipastikan pada Sabtu (18/10) melakukan tugas terakhir. Mereka melakukan boombing kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Sumatera Selatan. Dansatgas Udara Letkol Pnb MRY Fahlefie, Ssos mengatakan, pada Senin (19/10) besok, kru Australia akan kembali ke negara asalnya.

“Mereka harus memadamkan di Australia, karena mereka ini ada kebakaran besar di negaranya terus sekarang di minta bantuan di sini. Mereka sudah lima hari di sini sejak mereka datang kemarin ,” katanya ketika ditemui di Posko BPBD Sumsel, kemarin.#osk

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Penanganan Banjir di Kota Palembang Harus Fokus

Palembang, BP Banjir yang di terjadi di kota Palembang beberapa hari yang lalu nampaknya tidak pernah tuntas dibenahi oleh Pemerintah ...