Home / Headline / Kurang Beras, Negara Bisa Tumbang

Kurang Beras, Negara Bisa Tumbang

#Peringatan Hari Pangan Dunia di Jakabaring

Palembang, BP

alex-jk-Kurang Beras, Negara Bisa TumbangWakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menilai, pangan memiliki peran penting untuk ketahanan sebuah negara. Bila kebutuhan seperti pakaian hingga kendaraan susah diperoleh ataupun mahal, masyarakat tidak terlalu peduli, namun berbeda dengan pangan seperti beras. Menurut JK, negara bisa tumbang karena warga kekurangan beras.

Hal ini diungkapkan JK saat acara panen raya padi dan peringatan hari Pangan Dunia, di Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (17/10). “Kurang motor, baju, sepatu tidak ada demo. Kurang beras atau pangan bisa tumbang suatu negara,” kata JK.

JK memandang kebutuhan pangan harus dipenuhi bahkan harus ada surplus sebagai cadangan. Bila muncul kebutuhan mendesak, cadangan pangan bisa dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

“Lebih baik banyak daripada kurang. Kalau baju kurang, kita bisa cuci pakai lagi. Kalau pangan nggak bisa. Sudah kita pakai habis. Tidak bisa dihemat-hemat. Harus ada cadangan,” ujarnya.

Untuk meningkatkan produksi, JK menilai perlu ada sentuhan teknologi hingga bantuan alat pertanian seperti traktor dan pompa air. Langkah itu diperlukan untuk mengatasi persoalan kekeringan hingga berkurangnya lahan pertanian karena alih fungsi lahan menjadi pemukiman.

“Kuncinya pengairan, peralatan, teknologi, dan penyuluh yang baik. Satu cara menyejahterakan petani, tingkatkan produktivitas. Kalau menaikkan harga salah, perluas lahan harus babat hutan, itu juga salah,” tegasnya.

Indonesia merupakan salah satu negara dengan sumber daya alam yang melimpah. Jenis dan pengelolaan pangan yang beraneka ragam, membuat masyarakat Indonesia seharusnya terhindar dari bencana kelaparan.

“Uji teknologi pertanian yang dilakukan penting untuk diimplementasikan. Tinggal bagaimana mengajarkan kepada masyarakat, kelompok tani, dan sebagainya. Serta bagaimana kita membiayai ini. Ini harus secepatnya diprogramkan,” tuturnya saat mengunjungi area gelar teknologi di Jakabaring Soprt City (JSC), Sabtu kemarin.

Lebih lanjut JK menuturkan, ada tanaman yang tidak perlu banyak air. Tidak semuanya padi, ada tanaman perkebunan, hortikultura, tanaman rumah tangga, kebun herbal teknologi bisa dilakukan dengan air yang tidak terlalu besar.

Penelitian dan teknologi akan banyak membantu dalam musim kekeringan seperti yang terjadi sekarang. Untuk itulah pihaknya akan segera menerapkan berbagai teknologi pangan dan tanaman untuk meningkatkan ketahanan pangan.

“Hari Pangan Dunia diharapkan bisa meningkatkan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Peralatan dan metode teknologi baru sangat diperlukan untuk direalisasikan kepada masyarakat sehingga pertanian semakin maju. Jika petani dapat menikmati hasil teknologi pertanian, maka perkembangan ekonomi bisa semakin maju,” tuturnya.

Dalam kunjungannya, JK didampingi sang istri Mufidah Jusuf Kalla dan sejumlah pejabat negara seperti Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.

Wapres Jusuf Kalla menyerahkan penghargaan Inovasi Pangan dan Pertanian kepada peneliti serta kelompok tani dan menandatangani Sampul Peringatan 70 Tahun Food and Agriculture Organization (FAO) dalam perayaan Hari Pangan Dunia.

Selain itu JK juga menyerahkan bantuan alat mesin pertanian kepada petani Sumsel. Bantuan tersebut antara lain 1.200 unit mesin traktor roda dua, 103 unit mesin traktor roda empat, 1.303 pompa air, dan 100 unit mesin transplanter.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin mengatakan, diselenggarakannya peringatan Hari Pangan se-Dunia di Sumsel ini tak lepas dari kontribusi Sumsel yang dapat mempertahankan produksi beras.

“Akselerasi pertambahan produksi pangan Sumsel tertinggi di Indonesia. Termasuk pangan palawija dan ditambah lagi dengan surplus beras 1,3 juta ton per tahun, sejak beberapa tahun lalu,” ujar Alex.

Gubernur menambahkan, pihaknya berupaya surplus produksi beras Sumsel akan bertambah lagi setiap tahun dan menjadi salah satu daerah penyangga kebutuhan beras di Indonesia.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi Sumsel Taufik Gunawan mengatakan, dalam peringatan ini dilaksanakan pameran stand aneka ragam pangan dari seluruh provinsi di Indonesia.

Seluruh tanaman yang ditampilkan di area gelar teknologi ini pun cocok dengan iklim Sumsel dan kondisi lahan yang kebanyakan lahan kering. Usai acara HPS yang akan berlangsung selama tiga hari 17-20 Oktober, area gelar teknologi akan terus dipertahankan dan dikelola oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumsel.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman memaparkan, Hari Pangan Sedunia (HPS) telah diperingati oleh negara-negara anggota FAO sejak 1981 lalu. Peringatan ini dijadikan momentum untuk meningkatkan kesadaran dan perhatian masyarakat internasional terhadap pentingnya peran pertanian, pangan dan gizi dalam pencapaian ketahanan pangan.

“Peringatan HPS dilaksanakan secara rutin setiap tanggal 16 Oktober di seluruh dunia. Namun, di Indonesia, puncak peringatan HPS pada tahun ini dilaksanakan pada tanggal 17 Oktober 2015,” ujarnya.#idz

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Bupati OKU: Alhamdulillah Pelaksanaan Pemilu di OKU Aman, Lancar, dan Kondusif

Baturaja, BP — Pelaksanaan Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden tahun 2019 di Baturaja Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) berlangsung aman, ...